Laman

  • Home

Jumat, 11 Mei 2018

Tidak Perlu Impor, Mesin Sangrai Kopi Diproduksi Di Temanggung.

Dengan bengkel yang sederhana, Mardiyono bisa membuat mesin sangrai kopi yang berkualitas tinggi.
Mungkin banyak yang tidak serta merta mempercayai ketika mesin sangrai kopi yang dinamai SANGKO buatan Mas Mardiyono dari suatu desa di pucuk gunung di Kabupaten Temanggung ini hanya dibuat manual di sebuah bengkel miliknya yang sangat sederhana. Team juri KRENOVA 2018 pun dibuat kagum dengan karya dari Mas Mardiyono ini, yang sangat halus workmanship-nya serta dari bahan yang berkualitas tinggi.

Yang lebih mengagetkan lagi adalah bahwa Mas Mardiyono ini tidak lulus SD, dan peralatan bengkelnya pun jauh dari memadai. Namun berbekal standard kualitas dan kesempurnaan yang tinggi, beliau mampu membuat mesin sangrai kopi yang setara dengan produk impor. Meskipun saat ini kapasitas produksinya masih 1 buah mesin per 3 bulan, namun dengan bantuan publikasi dari kami ternyata banyak pihak dari buyer dan investor yang tertarik untuk bekerjasama dengan Mas Mardiyono.

Tidak hanya eksportir kopi di dalam negeri, importer kopi di luar negeri pun sangat tertarik dengan tampilan dan performa mesin sangrai kopi ini ketika kami sodorkan video kerja mesin ini. Mesin berkapasitas 5 kg ini merupakan mesin produksi yang bisa didisplay sehingga tampilannya harus menarik dan terbuat dari bahan berkualitas tinggi.

Melihat peluang pasar yang demikian besar maka kami dan team KRENOVA berterkad untuk mencarikan investor untuk Mas Mardiyono, dan sementara ini kami telah berhasil mendapatkan bengkel dengan fasilitas yang lengkap untuk kebutuhan kerja dari Mas Mardiyono di Semarang. Bengkel ini mampu melakukan produksi yang lebih cepat dan kapasitas yang lebih besar untuk kebutuhan komersial. Tetapi semua keputusan pasti akan kami kembalikan kepada Mas Mardiyono sebagai kreator dari mesin sangrai ini.

SANGKO dan si pembuatnya, Mardiyono.
Satu lagi bukti bahwa menjadi seorang inventor tidak harus berpendidikan tinggi, melainkan orang yang peka terhadap kebutuhan di daerahnya dan mampu membuat sesuatu dari sumber daya alam lokal yang di sekitarnya.