Laman

  • Home

Selasa, 08 Mei 2018

Rati Ratahayu, IRCI dan IRSI - Benih Padi Unggul Wonogiri Untuk Negeri.

Ibu Surati, atau lebih dikenal sebagai Bu Rati ketika melakukan presentasi benih unggulny adi Krenova 2018.
Ajang seleksi KRENOVA Jawa Tengah 2018 masih berlangsung berlangsung dalam taraf seleksi 40 besar. Salah satu peserta dari Kabupaten Wonogiri, yaitu Bu Surati atau lebih dikenal dengan nama Ibu Rati membuat kami kagum atas inovasinya dalam menghasilkan benih padi unggul yang sudah terbukti cocok dengan lokasi tanam, pertumbuhan bagus, kemampuan produktivitas tinggi, rasa yang enak dan prospek penjualan yang tinggi.

Produk benih unggul yang dihasilkannya adalah Rati Ratahayu (RRh), IRCI dan IRSI yang diperoleh dari persilangan benih padi yang biasa ditanam oleh petani yaitu: IR-64, Ciherang, Situ Bagendit, PP dan Menthik Wangi. Persilangan padi bukanlah hal yang mudah dan sepele, apalagi oleh seorang yang hanya mengenyam pendidikan tingkat dasar saja seperti Bu Rati. 

Semua ilmu ini diperoleh Ibu Rati saat mendapatkan kesempatan pendidikan di Phipina dan berhasil diterapkannya di Wonogiri. Dan hal ini yang membuka lebar mata kami bahwa KRENOVA ini benar-benar milik masyarakat tanpa melihat latar belakang pendidikannya, bahkan Bu Rati sendiri mampu melakukan presentasi benih unggulnya dengan baik di depan para juri.

Hasil pemuliaan dan persilangan yang dilakukan oleh Bu Rati menghasilkan 3 varietas baru yang lebih unggul dari indukannya, yaitu:

1. Rati Ratahayu : perkawinan PP x Menthik Wangi
2. IRCI : perkawinan IR-64 x Ciherang 
3. IRSI : perkawinan IR-64 x Situ Bagendit

Keunggulan benih padi tersebut diatas adalah ketahanan terhadap hama penyakit. Khusus untuk padi Rati Ratahayu yang yang pulen dan wangi. Sedangkan untuk IRSI dan IRCI memiliki umur yang lebih pendek (80 hst); tahan rebah; bentuk padi yang kuning bulat (lebih disukai petani).

Berdasar hasil perhitungan kami, hasil usahatani padi Rati Ratahayu (RRh) mencapai Rp. 20.440.000, atau lebih besar = Rp. 5.670.000 per masa panen/hektar dibanding dengan padi yang biasa ditanam petani di Kabupaten Wonogiri. Sedangkan hasil penangkaran benih padi (RRh) mencapai Rp. 61.790.000 atau selisih Rp.
41.350.000 per masa panen/hektar lebih tinggi dibandingkan dengan usaha tani padi untuk konsumsi. 

Ibu Surati, Asset Pertanian Jawa Tengah

Melihat kiprah dan hasil inovasi dari Bu Rati ini, tidak berlebihan jika kami menempatkan Bu Rati ini sebagai asset pertanian Jawa Tengah yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama instansi terkait, untuk mendukung kiprahnya tersebut. Kegiatan swadayanya kepada petani merupakan andil yang sangat besar dalam swasembada pangan di Jawa Tengah dan bahkan nasional.

Ajang KRENOVA ini ditujukan untuk mengekplorasi inovasi-inovasi dari masyarakat yang lahir dari andil solusi atas permasalahan di lingkungannya. Dan pada hari ini kami benar-benar diuntungkan bisa bertemu dengan seorang Bu Rati yang luar biasa ini.

Bagi pihak yang berkepentingan dan terkait dengan penemuan Bu Rati ini bisa menghubungi BAPPEDA Kabupaten Wonogiri. Salam dan sukses selalu untuk Bu Rati!