Laman

  • Home

Selasa, 01 Mei 2018

Apakah Produsen Perlu Berjualan di Market Place?

Apakah produsen perlu berjualan di market place?
Menjadi serba salah ketika ditanya oleh UMKM mengenai apakah mereka perlu berjualan di market place atau tidak, mengapa? Karena di satu sisi kami sering melihat perseteruan di media sosial antara produsen dan reseller-nya ketika mereka terjun di pasar yang sama. Sementara di lain sisi kami masih melihat banyak produsen yang masih kesulitan mempromosikan produknya, apalah menjualnya.

Bagaimana mau menjual jika produknya saja belum dikenal oleh pasar? Dan kebetulan cara yang termudah dan termurah adalah masuk ke eCommerce atau market place yang sudah ada. Pada awalnya memang akan menguntungkan ketika produsen masuk ke market place, namun ketika produknya sudah dikenal dan sudah banyak reseler atau agen yang mau kerjasama maka masalah baru akan muncul, yaitu: produsen dan reseller bertempur di pasar yang sama.

Fokus Pada Pasar Bisnis

Sebagaimana tulisan kami pada hari Sabtu lalu: Bisnis Yang Baik Adalah Bisnis Yang Menghasilkan Bisnis Untuk Orang Lain maka seorang produsen harus fokus pada pasar bisnis dan memberikan kesempatan kepada mitra distribusi (reseller, agen dan distrubor) untuk bermain dalam bisnisnya. Pada awalnya ketika produk belum dikenal oleh pasar maka produsen sah-sah saja untuk ikut nimbrung dalam eCommerce atau market place, tetapi fokus pada pasar reseller dan agen. 

Ketika dirasa bahwa reseller dan agen sudah mencukupi untuk penjualannya, maka produsen harus segera undur diri dari eCommerce atau market place tersebut untuk memberikan peluang reseller dan agen untuk berkembang. Bukankah ketika reseller dan agen berkembang maka penjualan produsen juga berkembang?

Kembangkan reseller menjadi agen dan agen menjadi distributor agar produsen memiliki kepastian produksi dan penjualan. Jika mitra distribusi ini kurang performa-nya, maka produsen harus segera mencari mitra yang mampu memenuhi target penjualan produksinya.

Tugas promosi produk adalah menjadi tugas produsen, sehingga setelah undur diri dari eCommerce atau market place maka produsen harus membangun website sendiri untuk mengedukasi pasar atas produk-produknya. Jadi dalam website tersebut produsen lebih focus untuk membantu mitra distrubusi dalam edukasi pasar dan informasi produk. Social media juga harus dikembangkan oleh produsen agar jangkauan promosinya lebih luas. Dengan cara seperti ini maka kolaborasi produsen dan mitra distribusi akan menjadi lebih erat dan saling melengkapi.

Semoga jawaban ini bisa menjawab pertanyaan dari beberapa UMKM yang bertanya masalah tersebut di atas beberapa waktu yang lalu. Sukses!