Laman

  • Home

Senin, 09 April 2018

Mengangkat Kembali Kerajinan Tembaga & Kuningan

Mengangkat Kembali Kerajinan Tembaga & Kuningan
Potensi kerajinan logam di Jawa Tengah sangat luar biasa, dan merupakan warisan turun-temurun dari generasi sebelumnya. Meskipun masih bisa bertahan, namun banyak di antara pelaku, terutama produsen mengeluhkan penurunan bisnis mereka.

Bahkan kerajinan cor logam (besi) di Tegal dan Klaten mengalami masa-masa sulit yang cukup berkepanjangan, yang disebabkan oleh berbagai masalah komplek mulai dari mahalnya bahan baku, listrik, BBM dan gas, SDM (UMR) sampai dengan masalah pemasaran produk serta banjirnya produk pesaing dari Cina dan Vietnam yang lebih murah. Mereka masih bertahan, ada yang mati bahkan, tetapi jika hal ini dibiarkan maka yang masih bertahan pun akan ikut-ikutan padam. 

Harus diingat bahwa sentra-sentra ini adalah sentra budaya produksi yang sudah turun-temurun, banyak keluarga pengrajin menggantungkan hidup dari sini. Perlu upaya komprehensif yang melibatkan berbagai pihak untuk ikut terlbat dan bekerjasama. Desain yang sesuai dengan pergerakan pasar, teknologi produksi yang lebih efisien dan tepat guna, produktivitas SDM, manajemen pengelolaan sentra dan lebih penting promosi dan pemasaran yang masif. Masih bisa, selama semua pihak mau bergandengan tangan.

Tulisan kami saat ini sedang tidak mengupas kerajinan besi, melainkan kerajinan tembaga dan kuningan yang sebenarnya Jawa Tengah memiliki potensi yang bisa diandalkan. Sebut saja Kabupaten Boyoladi dengan sentra tembaga di Cepogo dan Kabupaten Pati dengan sentranya di Juwana. 

Meskipun bernasib agak lebih baik, namun sebenarnya banyak diantara pengrajin tembaga dan kuningan yang mulai mengeluhkan pemasaran produknya. Bahan baku tembaga yang sangat mahal juga merupakan permasalahan yang terus membebani mereka, belum lagi biaya SDM, BBM dan gas, listrik dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa kerajinan tembaga dan kuningan merupakan bidang usaha yang cukup mahal modal kerjanya, hampir semua menjadi mahal sementara pertumbuhan pemsaran tidak selaras dengan kenaikan biaya yang terjadi.

Permasalahan Promosi dan Pemasaran

Jika bicara permasalahan, pasti dengan cepat semua orang akan mengatakan bahwa pemasaran adalah masalah utamanya. Tetapi jika mau diperdalam, pasti ada akar masalah yang mendasari permasalahan tersebut, misalnya masalah desain yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman.

Sebenarnya, karena sudah sering berinteraksi dengan pasar, banyak pengrajin yang sudah mengerjakan banyak hal sesuai permintaan customer. Bahkan banyak produk dengan tingkat kesulitan yang tinggi pun mampu dikerjakan oleh pengrajin, namun keberagaman pesanan itu tidak membawa para pengrajin menjadi spesialis. Mereka justru bangga dengan "bisa mengerjakan semua hal", tidak mau menjadi spesialis yang merupakan tuntutan pasar saat ini.

Keuntungan menjadi spesialis adalah fokus dan detail, yang merupakan hal terpenting bagi produsen. Fokus dan detail ini merupakan akar dari kepekaan kualitas yang wajib dimiliki oleh produsen yang akan menjamin loyalitas konsumen terhadap produknya. Selain itu, spesialisasi juga membangun produsen dalam membangun differensiasinya terhadap pesaing, sehingga sangat membantu dalam membangun brand usahanya.

Ketika bertemu dengan beberapa pengrajin, kami masih melihat mereka belum mau beranjak menjadi spesialis, hal ini tersirat dari pernyataan mereka bahwa mereka mampu membuat produk-produk custom, apa pun pesanannya. Mereka tidak pernah bilang kepada kami bahwa mereka spesialisasi di produk tertentu. 

Produk mereka bagus, workmanship yang bisa diandalkan tetapi ketika ditanyakan mengenai apa yang unik dari produk mereka maka mereka pun sulit untuk menjelaskan apalagi menyakinkan kepada kami bahwa mereka spesialis di bidang tersebut.

Fokus dan Desain

Perkembangan pasar dan bisnis merupakan target fokus yang harus dibangun oleh para pengrajin. Desain harus menjadi positioning para pengrajin dalam memenuhi kebutuhan target pasar. Permasalahan workmanship saat ini bisa dikejar dengan pemanfaatan teknologi, namun untuk permasalahan desain kita perlu sedikit kerja keras dengan membangun kepekaan terhadap trend desain kemampuan mengembangkan desain yang bisa menjadi trend itu sendiri.

Ketika saat ini pasar wisata mengalami peningkatan yang sangat luar biasa, maka kepekaan pengrajin atas perkembangan proyek hotel dan resort perlu digugah. Desain-desain yang mampu menggelitik para arsitek untuk memilih material tembaga dan kuningan dalam proyek-proyek mereka perlu digarap. Misalnya produk-produk sanitary yang customized seperti contoh-contoh di bawah ini:


Chopper Bowl & Chopper Faucet.

Brass Bowl & Chopper Faucet

Chopper Shink

Chopper Bathup
Produk-produk berbahan tembaga dan kuningan akan memberilkan "value" and "sense' tersendiri dalam arsitektur. Sudah banyak pengrajin yang mengerjakan item-item ini, namun karena tidak spesialis di bidang ini maka pemasarannya pun menjadi kurang begitu menyakinkan.

Saat ini ketikan pasar menginginkan sebuah "experience" daripada sebuah produk, maka produk dengan value tersendiri akan menjadi kebutuhan mereka. Banyak di antara pasar menengah ke atas bingung menvisualisasi "membawa kemewaan ke dalam rumah mereka", jika para pengrajin mampu membawa produk bathup tembaga ke rumah maka sebagian visualisasi tersebut sudah terwakili, atau sebuah wastafel tembaga di sudut ruang tamu.

Kecenderungan handicraft atau home decorastion saat ini bukan hanya sekedar untuk "dipandang" melainkan juga harus mampu "berfungsi", oleh sebab itu produk-produk home decoration harus mampu menjalankan sebuah fungsi tertentu. Misalnya, handicraft berupa alat pelinting tembakau dan sebagainya. Kepekaan seorang desainer produk untuk hal-hal seperti ini menjadi sangat penting sehingga handicraft yang dihasilkan para pengrajin tidaknya sekedar untuk dipandang melainkan untuk dipakai.

Kepekaan lain dari seorang desainer produk adalah kepekaan terhadap kecenderungan "pencitraan diri", tergambarkan dengan budaya selfie yang hampir menjadi kebutuhan setiap orang. Seorang desainer perlu membuat karya-karya yang mampu mengangkat "kelas" seseorang sesuai dengan profesinya, misalnya membuat hand-made pen mewah untuk para direksi, membuat custom made pisau untuk seorang chef, membuat custom made gunting untuk seorang penata rambut profesional dan sebagainya.

Custom made pen

Custom made pisau
Hal di atas merupakan pekerjaan rumah bagi para pengrajin untuk menyikapi perubahan pasar saat ini, jika mereka mau beradaptasi dan cerdas menyikapi perubahan jaman maka mereka akan mampu terus bertahan dan bahkan mampu menciptakan pasar untuk produknya sendiri. 

Sepertinya hal ini berlaku untuk produk-produk handicraft dan home decoration yang lain, tidak hanya kerajinan tembaga dan kuningan saja. Semoga apa yang kami tulis hari ini bisa sedikit membantu teman-teman UMKM yang berkecimpung di produksi kerajinan tembaga dan kuningan. Tetap semangat dan terus berinovasi.