Laman

  • Home

Jumat, 20 April 2018

Buatlah Sederhana, Tapi Penting.

Image result for Make it Simple
Manajemen: Buatlah Sederhana, Tapi Penting

Referensi bisnis yang terbaik adalah teori yang telah anda prakteknya, begitulah kira-kira apa yang saya dapatkan ketika berdiskusi dengan kebanyakan rekan-rekan pengusaha yang boleh dikatakan telah menemukan formula bisnis yang sukses. Kegagalan adalah bukti anda dalam membuat progress, karena dalam setiap kegagalan anda akan terus membuat corrective action (upaya perbaikan) yang tanpa terasa anda telah membuat sebuah enrichment (pengayaan) pengetahuan dan pengalaman.

Belum tentu setiap teori akan berlaku untuk semua orang, karena setiap kondisi, latar belakang dan potensi akan merespon setiap input dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan anda akan memiliki resep bisnis yang berbeda dengan bisnis orang lain meskpun di bidang yang sama. Akan ada persamaan, tapi pasti banyak perbedaanya dan itulah yang menyebabkan anda tidak bisa mencontek 100% kisah sukses orang lain di bisnis yang sama. Jack Ma justru mengajak kita untuk belajar dari setiap kegagalan, karena setiap upaya perbaikan merupakan progress dari bisnis kita.
"Memulai usaha, melakukan trial & error dalam usaha untuk mencari suatu pola atau formulasi bisnis yang terbaik serta anda mencatatnya."
Manajemen bisnis adalah sebuah upaya membuat pola-pola yang teratur dan dianggap terbaik (best practise) dari setiap pengalaman yang kita catat dan bukukan. Bukan rumitnya sebuah pola yang kita cari melainkan sebuah kedinamisan yang teratur yang memiliki kemampuan besar dalam merespon setiap kondisi bisnis, baik internal maupun eskternal yang terjadi dalam bisnis dan menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan bisnis, yaitu profit.

Menyederhanakan SIstem

Dalam bisnis skala UMKM, yang paling sering dilupakan adalah membuat setiap rekaman atau catatan apa yang telah kita lakukan dalam setiap usaha dalam bisnis kita. Hal lain lagi yang dilupakan adalah menganalisa setiap rekaman dan catatan tersebut untuk melihat pola-pola kerja yang telah kita lakukan. Selanjutnya apa lagi? Menetapkan atau memutuskan pola mana yang terbaik yang akan kita standard-kan dalam mengelola bisnis.

Mungkin sedikit terlihat rumit, namun sebenarnya seorang manajer telah mempelajarinya hanya saja kurang begitu dalam memahaminya. Membuat pola, dan membukukan pola tersebut sebagai prosedur kerja dan standard kerja sehingga semua proses yang terjadi dalam bisnisnya menjadi terukur.

Semakin rumit pola yang kita buat maka akan semakin rumit sistem manajemen yang akan kita hasilkan, oleh sebab itu upaya penyederhaan dengan konsep efisiensi dan efektivitas sangatlah dibutuhkan. Efisiensi dan efektivitas ini berlaku untuk sumber daya bahan baku, SDM, waktu dan biaya.

Persiapan Bahan Baku

Menyederhanakan proses perolehan bahan baku dan menyederhanakan bahan baku itu sendiri merupakan sebuah kemampuan manajemen yang sangat penting. Semakin sederhana proses dan konten bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi akan memberikan kontribusi efisensi waktu dan biaya yang sangat signifikan dalam bisnis anda.

Menyederhanakan Proses Produksi

Alur proses produksi yang semakin pendek akan banyak memberikan keuntungan efisiensi waktu dan biaya bagi perusahaan. Kemampuan penataan lay out produksi yang benar dan efektif dibutuhkan oleh seorang menajer produksi atau pelaku UMKM.

Dengan alur proses yang sederhana dan benar, maka proses produksi akan lebih terkendali dan terukur baik waktu maupun, biaya maupun SDM yang dibutuhkan. Kapasitas produksi dan delivery time pun bisa dengan lebih akurat ditentukan jika alur proses produksinya lebih sederhana.

Dengan alur yang lebih sederhana, upaya perencanaan pengembangan produksi pun lebih mudah untuk dilakukan. 

Menyederhanakan SDM Yang Dibutuhkan

Beban UMK/UMR di setiap daerah semakin tahun akan semakin berat, dan hal ini sangat sulit dihindari oleh pelaku usaha. Yang perlu dilakukan adalah melakukan menempatkan SDM yang tepat jumlah dan tepat kompetensi pada setiap fungsi kerja yang dibutuhkan.

Dengan dasar alur proses kerja yang terukur maka kita akan lebih tepat dalam memutuskan berapa jumlah SDM yang dibutuhkan dan tepat kompentensi. Efisiensi dan efektivitas dalam majajemen SDM akan diterjemahkan menjadi produktivitas yang akan diukur dari memperbandingkan hasil dan jumlah SDM yang dimiliki. Semakin sedikit SDM yang terlibat dan semakin banyak output yang dihasilkan maka produktivitas akan semakin tinggi.

Salah satu upaya menekan jumlah SDM adalah dengan pemanfaatan teknologi, baik alat maupun applikasi komputer.

Menyederhanakan Sistem Keuangan
 
Kesederhanaan dalam alur kerja akan membantu dalam menyederhanakan sistem keuangan perusahaan, terutama dalam penghitungan biaya produksi dan biaya proses. Menyederhanakan cara pembayaran dengan memanfaatkan teknologi perbankan terbaru juga akan memberikan banyak keuntungan dalam menekan biaya pembayaran yang tinggi.

Menyederhanakan Pemasaran

Biaya pemasaran akan menjadi beban yang berat dalam usaha skala UMKM, sehingga sistem dan strategi pemasaran harus disederhanakan. Kemampuan dalam memahami dan mengindetifikasi customer merupakan hal yang mendasar dalam menyederhanakan upaya pemasaran. Pengelolaan data base dan analisa pasar yang akurat juga menjadi sebuah kebutuhan bagi bidang pemasaran.

Menentukan cara yang paling efisien dan efektif dalam berkomunikasi dengan pasar merupakan strategi dan kebijakan yang penting bagi usaha skala UMKM, terkait dengan keterbatasan finansial yang dimilikinya. Hal inilah yang mendasari pentingnya pemilihan digital marketing bagi UMKM, karena bisa menekan biaya pemasaran yang cukup signifikan serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Efektivitas promosi melalui teknologi informasi adalah salah satu upaya untuk menyederhanakan biaya pemasaran dan promosi.

Hal-hal di atas adalah beberapa upaya penyederhanaan sistem manajeman dalam upaya membuat bisnis UMKM menjadi lebih bersaing dan terukur. Dan hal-hal inlah yang sering menjadi permasalahan bisnis skala UMKM, yang oleh sebab itu pemerintah memberian fasilitas pendampingan UMKM.

Beberapa UMKM yang telah memahami pentingnya sebuah manajemen yang baik bahkan telah berani memasukkan upaya perbaikan manajemen usaha ini sebagai investasi usaha mereka, sehingga mereka tidak keberatan untuk menyewa konsultan dalam membangun sistem baku mutu manajemen untuk perusahaannya. 

Demikian apa yang bisa kami bagikan hari ini, semoga bermanfaat dan mampu membuat penambahan pemahaman tentang pentingnya menyederhanakan sistem manajemen dalam usaha. Sukses!