Laman

  • Home

Sabtu, 10 Maret 2018

Menyikapi Persaingan

Kompetisi bisnis tidak bisa dihindari, harus dipahami dan diakrabi.
Persaingan pasti akan terjadi dalam situasi bisnis yang semakin banyak pemain seperti ini. Tidak mungkin untuk menghindarinya, hanya perlu memahami dan menyikapi dengan benar. Bisnis memiliki etika, dan siapapun yang mampu bertahan dalam persaingan dengan memegang teguh etika bisnis adalah seorang pebisnis yang profesional.

Meskipun ada banyak kemenangan persaingan dengan cara-cara yang tidak seharusnya, tetap belajarlah menjadi sosok pebisnis yang jujur dan taat aturan dan etika karena pada akhirnya konsumenlah yang akan memberikan penilaian akhir. Konsumen adalah pihak yang ingin dimenangkan dalam persaingan ini, bukan pesaing anda. Mereka akan tahu bahwa bisnis anda adalah untuk mereka, dan mereka pada akhirnya akan tahu apa yang anda lakukan dibalik persaingan yang anda menangkan.

Hal tersulit adalah membuka hati dan pikiran anda terhadap persaingan, dan menyikapinya sebagai hal yang pasti akan anda hadapi dalam bisnis anda. Bagaimana memenangkan hati konsumen anda adalah hal yang paling penting dalam bisnis anda.

Lantas, bagaimana anda harus bersikap?
  1. Pahami bisnis anda, lebih dari orang lain memahaminya. Semangat ini yang harus selalu anda tanamkan agar anda terus belajar mengembangkan pengetahuan dan referensi bisnis anda terharap bisnis yang anda jalankan.
  2. Pahami siapa pesaing anda di bisnis ini, baik bisnis yang sejenis dengan anda maupun bisnis yang bisa mempengaruhi bisnis anda. Pahami kekuatan dan kelemahan bisnis mereka sebagai informasi yang harus anda kembangkan dalam memperbaiki dan mengembangkan bisnis anda, bukan untuk diceritakan kepada orang lain.
  3. Anda tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang luas ini sendirian, anda perlu berkolaborasi atas dasar kekuatan dan kelemahan anda dan pesaing atau berkolaborasi atas dasar spesialisasi masing-masing agar kapasitas produksi dan kualitas bisa lebih meningkat.
  4. Bisnis yang bisa bertahan saat ini adalah sistem jejaring, bukan konglomerasi. Jadi mulai akrab dengan pesaing anda adalah salah satu upaya anda untuk membangun jejaring. Pengaturan proporsi bisnis dengan rate dan tarif yang seragam akan membantu sistem jejaring yang akan dibangung.
  5. Pesaing anda bisa jadi akan menjadi pasar anda. Jangan mau dibutakan dengan anggapan bahwa pesaing adalah lawang, melainkan sebagai mitra.
Mengapa hal tersebut di atas perlu kami sampaikan kepada teman-teman UMKM? Semua adalah karena pola pikir dan wawasan mereka yang masih sangat terbatas sehingga sering meyikapi persaingan dengan salah. Tidak akan ada bisnis yang benar-benar sama, kecuali kita memang menirunya. Dan siapa pun yang meniru pasti akan selalu tertinggal dari siapa ditirunya, dan konsumen yang akan tahu dan menilainya.