Laman

  • Home

Kamis, 08 Maret 2018

Mencoba Memahami Arti Berdagang

Memahami Arti Berdagang
Sekilas Pemahaman Kami
Pada akhirnya semua akan menjadi perdagangan, karena setiap proses bisnis tujuannya adalah untuk meng-konversikan jasa atau barang menjadi uang atau alat pembayaran lain. Itulah sebabnya perdagangan menjadi sangat penting. 

Bahkan sebuah negara pun banyak tergantung dari apa yang disebut dengan perdagangan, pajak yang dihasilkan oleh kegiatan perdagangan adalah pajak yang sangat penting dalam pemasukan negara, pajak tersebut adalah VAT (Value Added Tax) pajak pertambangan nilai. 

Setiap pertambahan nilai (bisnis) akan memberikan kontribusi bagi semua pihak. Dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi, bahan jadi tanpa kemasan dan produk akhir semua memberikan kontribusi baik kepada mitra bisnis, konsumen akhir maupun kepada negara. Bisa dikatakan bahwa bisnis adalah memberikan nilai tambah pada suatu produk yang bisa dikonversikan menjadi profit.

Mari sekarang kita tengok beberapa PMA produsen otomotif di Indonesia, mereka merakit beberapa komponen dari berbagai produsen spare part yang menjadi bagian dalam rangkaian bisnis mereka. Mereka membuat komponen-kompoen tersebut menjadi sebuah bentuk kendaraan yang menjadi hasil dari proses produksi, setiap proses ada nilainya dan nilai inilah yang perdagangkan oleh vendor (supplier) kepada perusahaan tersebut.

Bisa dikatakan bahwa bisnis adalah sebuah rangkaian perdagangan, dan sistem outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan PMA tersebut membuktikan bahkwa sistem rangkaian perdagangan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan in-house produksi. Perusahaan tersebut bisa menekan banyak biaya dengan melakukan perdagangan dan hal ini terbukti mampu membuat perusahaan-perusahaan otomotif mampu bertahan sampai saat ini.

UMKM Perlu Memahami Arti Berdagang dan Outsourcing

Ekonomi Indonesia di Indonesia saat ini sudah menjadi ekonomi berbiaya tinggi, beban-beban biaya dalam sebuah usaha menjadi semakin berat dari tahun ke tahun. Mulai dari naiknya biaya UMR (UMK) yang penentuannya oleh pemerintah, bukan oleh kondisi supply and demand di daerah tersebut, kenaikan harga BBM dan listrik yang juga menjadi monopoli pemerintah, kenaikan pajak-pajak non produktif (PBB) dan pajak-pajak lain yang menghambat bidan usaha.

Ternyata jika dicermati justru faktor penentu ekonomi berbiaya tinggi adalah pemerintah itu sendiri. Tetapi hal ini tidak menjadi pembahasan dalam tulisan saya kali ini.

Untuk menyikapi ekonomi berbiaya tinggi maka kami perlu mengingatkan para pelaku UMKM tidak melakukan whole process produksi sendiri, mereka perlu menjadi spesialis dalam bidang tertentu dan melakukan kemitraan dengan spesialis yang lain. Orang bilang kita tidak perlu jadi "superman" yang bisa melakukan segala hal sendiri karena justru hal ini bisa menghambat laju perkembangan usaha.

Tujuan klaster produksi adalah untuk mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan, karena para pelaku UMKM di sebuah klaster bisa saling mendukung dari proses bahan baku sampai dengan produk akhir. Tetapi konsep klaster di Indonesia terkendala dengan sikap egois dari para pelaku UMKM itu sendiri, mereka lebih memilih menjadi superman dan pada akhirnya banyak mengalami permasalahan dalam bisnis sendiri.

Jejaring usaha dipahamkan kepada para pelaku UMKM adalah agar mereka saling mendukung dan mengisi kekuarangan setiap pihak yang ada di jejaring tersebut. Bisnis mereka bisa berkembang, mitra bisa berkembang dan pendamping pun bisa berkembang dan jangan lupa konsumen harus tetap senang.

Tetapi kesalahan dalam memahamkan BRAND yang terlalu dini kepada para pelaku UMKM (terutama yang masih mikro) justru sering mendidik sikap yang salah dalam membangun klaster dan jejaring, karena yang muncul justru sikap egois dan individual. Padahal kemampuan UMKM saat ini belum bisa secara sendirian menghadapi persaingan usaha yang ketat saat ini. Memahami brand dengan benar secara esensi harus dilakukan secara hati-hati kepada para pelaku UMKM, terutama yang mikro, jangan sampai mereka menggapai bintang yang terlalu tinggi sementara tangga yang mereka pijak masih sangat tidak memadai.

Fokus kami saat ini adalah bagaimana membangun jejaring UMKM yang sangat kuat dalam produksi-produksi tertentu, dengan konsep jejaring yang mampu menghasilkan tujuan efisiensi dan efektivitas produksi. Produk Indonesia harus bisa bersaing dalam pasar global, karena peluangnya sangat besar. Indonesia kaya, tetapi kita tidak menyadarinya.