Laman

  • Home

Jumat, 09 Maret 2018

Mengapa Promosi dan Pameran Produk UMKM Banyak Yang Tidak Berhasil?


Pameran Produk UMKM di Mall
Promosi dan pameran merupakan hal yang berkonsekwensi biaya yang besar, belum lagi jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak pameran digelar, terutama dari anggaran pemerintah, yang tidak mendapatkan hasil yang optimal.

Perbedaan persepsi antara pemerintah yang ingin memerikan fasilitas kepada UMKM karena biaya pameran yang cukup mahal, sering disikapi oleh UMKM sebagai fasilitas tempat jualan bukan fasilitas tempat promosi sehingga tujuan mereka melakukan pameran adalah menjual produknya. Perbedaan persepsi inilah yang harus dipertemukan degnan memahamkan UMKM mengenai arti promosi.

Bahkan ketika promosi (pameran) memiliki pengertian "menampilkan yang terbaik" maka dengan persepsi dari para pelaku UMKM yang melakukan pameran semakin bergeser jauh dari tujuan semula. Jika mereka hanya mau sekedar berjualan, maka tentunya bukan pada acara pemeran produk UMKM mereka tampil melainkan pada outlet-outlet di pasar tradisional atau pasar modern yang ada.

Pameran UMKM di luar negeri.
Banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan menyikapi hal ini, dan semuanya harus kita bedah satu per satu mulai dari hal-hal berikut:

Strategi Produk

Hal penting pertama bagi UMKM adalah mempersiapkan produknya, baik dari sisi legalitas maupun kualitasnya. Produk yang mereka tampilkan harus diseleksi sendiri oleh mereka, mana yang terbaik dan sudah siap untuk dipromosikan. Kesiapan ini terkait dengan bagaimana mereka telah mampu memiliki produk yang sehat dan aman, memiliki konsistensi pengolahan dan pengelolaan yang stabil, legalitas yang memadai dan sebisa mungkin memenuhi kriteria kreatif & inovatif serta lokal & khas.
Kemasan produk UMKM yang sering menjadi sorotan harus sudah sudah selesai masalahnya, karena ketika tampil dalam pameran produk harus sudah dalam kondisi "prima".

Strategi Harga
Ketika produk sudah diminati oleh pengunjung atau konsumen, maka hal berikutnya adalah pertanyaan atas harga dan ketentuan-ketentuan perdagangan yang mesti dipahami oleh UMKM misalnya apakah harga adalah harga publish, harga retail, harga grosir atau harga HPP (Harga Pokok Produksi) dan HJP (Harga Jual Produk). Apakah harga-harga tersebut adalah harga gudang atau harga sudah sampai toko atau konsumen.

Semua harus dipahami oleh pelaku UMKM dengan benar. Hal penting lain adalah ketika mereka adalah produsen, maka pasar bisnis (reseller, agen, grosir, distributor) akan menjadi target utama pasar mereka sehingga harga yang mereka tampilkan harus mengamankan posisi para agen, reseller, grosir dan distributor.

Kami masih menemukan ada beberapa UMKM yang menjual retail dan grosir dengan harga yang sama, sehingga bisa mitra bisnis tidak berkenan bekerjasama dengan para pelaku UMKM tersebut.

Strategi Pemasaran dan Kanal Distribusi.

Memahami siapa pasar dan kebutuhannya merupakan hal yang penting dalam pemasaran, karena semua kegiatan yang mengarah kepada pemasaran dan penjualan harus sesuai dengan segmentasi, targeting dan positioning atas produk tersebut. Tidak semua segmen pasar mampu kita layani, apalagi untuk skala UMKM. Sebelum diajak mengikuti pameran ada baiknya pelaku UMKM diberikan pelatihan pemasaran dasar untuk memahami STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning).

Pelaku UMKM harus memahami jalur distribusi yang paling sesuai untuk produknya, apakah pasar tradisional, retail modern atau online shop dan semua itu akan mempengaruhi desain produk, ukuran atau volume produk maupun desain kemasannya.

Dalam pameran produk UMKM kami masih melihat bahwa peserta pameran (pelaku UMKM) masih menata produk dengan serampangan, bahkan terkesan seadanya, tanpa ada konsep serta dekorasi stand yang memadai. Mereka seolah ingin membawa semua barang yang mereka miliki dan sebanyak mungkin mereka bisa jual. Nah lagi-lagi, belum memahami arti promosi bisa sangat mempengaruhi kualitas pameran UMKM tersebut.

SDM yang menjaga sebuah stand adalah orang yang dipilih untuk bisa mewakili perusahaan, bukan hanya sekedar menjaga stand. Setiap informasi yang keluar darinya adalah apa yang dipercayai oleh pengunjung pameran. Informasi yang salah dan tidak sesuai bisa sangat merugikan perusahaan.
  
Pelaku UMKM yang mengikuti stand sebaiknya memiliki exhibition kit yang menarik, sehingga mampu menarik minat pengunjung untuk datang dan bertanya-tanya.

Strategi Promosi 
Promosi yang berhasil adalah promosi yang tepat sasaran atau target pasarnya. Pesan atau konten promosi merupakan hal yang sangat penting dipersiapkan oleh para pelaku UMKM, dan menguatkan posisi-nya dalam bisnis. Pemilihan media dalam promosi juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan promosi yang dilakukan oleh pelaku UMKM.

Dalam pameran, seringkali usaha dari para pelaku UMKM adalah apa adanya. Mereka tidak berusaha keras mengundang banyak orang untuk datang ke stand prmosinya. Mereka hanya tergantung dari promosi yang dilakukan oleh penyelenggaran pameran, sementara mereka tidak melakukan promosi sama sekali.

Kembali lagi kami ingatkan, bahwa esensi dari promosi adalah menampilkan yang terbaik, unik dan khas. Promosi juga harus dilakukan oleh SDM yang dianggap paling ahli di perusahaan agar pesan yang akan disampaikan kepada pengunjung atau audience tepat konten-nya dan tepat audience-nya.

Tidak hanya para pelaku UMKM, penyelenggara pameran juga memegang peranan penting dalam menyajikan pameran UMKM yang "berkelas" dengan melakukan seleksi peserta yang ketat dan membuat konsep yang tepat pasar, tepat produk dan tepat pengelolaan.

Semoga dengan perbaikan-perbaikan di sana-sini, pameran dan promosi produk UMKM bisa lebih baik dan bisa lebih efisien dan efektif. Salam sukses - GM.