Laman

  • Home

Selasa, 13 Maret 2018

Mengamati Pola Bisnis Yang Paling Efektif

Pola bisnis adalah resep terbaik anda dalam nenjalankan sebuah bisnis.
Ada pepatah mengatakan lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Bisa jadi dalam menjalankan sebuah bisnis yang sejenis setiap orang memiliki cara-cara tersendiri sebagai kiat masing-masing pelaku bisnis dalam mencapa tujuan bisnisnya. Kalau ditanya lagi apa tujuan bisnisnya, tentu saja secara umum tujuan bisnis adalah profit.

Kumpulan cara-cara dan urutan (alur) dalam mencapai tujuan bisnis adalah sebuah resep atau pola yang terus menerus kita lakukan sampai kita benar-benar mendapatkan resep atau pola terbaik adalah asset yang sebenarnya dalam sebuah bisnis. Mengapa disebut resep atau pola? Untuk makanan, jika anda telah memegang resep terbaiknya maka hampir dipastikan anda akan mempu menyajikan masakan yang "hampir" sama dengan yang disajikan oleh pembuat resep. Sama juga dengan pola, ketika anda telah mengetahui polanya maka anda akan mampu membuat sebuah busana yang "hampir" sama dengan desainer aslinya.

Yang berharga dalam bisnis adalah resep atau polanya. Meskipun kita telah sampaikan informasi lengkap mengenai detail bisnis serta perhitungannya, namun sebenarnya masih ada yang tersebunyi dari sebuah proposal bisnis yaitu resep atau pola bisnisnya. Si pembuat resep sudah pasti adalah praktisi yang telah menjalankan bisnis tersebut sampai dengan berhasil dan telah melakukan berbagi kreasi dan inovasi dalam bisnis tersebut untuk mendapatkan resep atau pola yang paling efektif dan efisien. 

Itulah sebabnya ketika ada acara success story, kami masih belum bisa "mendapatkan" bisnis tersebut karean sebenarnya yang diceritakan oleh para tokoh itu adalah kisah sukses dan kiat mereka menuju sukses, namun sudah pasti bukan resep atau pola bisnis mereka. Seringkali, mungkin karena tidak menyadari resep atau plola bisnis inipun tidak terdelegasikan dengan baik, meskipun dari bapak kepada anak dalam sebuah perusahaan keluarga. Si anak hanya melihat hasil akhir bisnis melalui kacamata manajemen pengelolaan usaha yang dipelajarinya, bukan bertanya kepada orang tuanya mengenai visi dan misinya membangun bisnis ini dan resep atau pola bisnis yang dimiliki orang tuanya. Dalam masakan, tentunya beda lidah akan beda masakannya. Dan hal sama juga terjadi dalam bisnis, lain "pemahaman" akan lain hasilnya meskipun resep telah diberikan.

Orang bilang harus adalah kalibrasi "rasa" atau kalibrasi cita rasa (jika dalam masakan), sehingga "rasa" yang dimiliki si anak bisa sama dengan apa yang dimiliki oleh si bapak. Bisa kah? Semestinya bisa, ketika si anak diajarkan nilai-nilai dan esensi dalam resep bisnis tersebut. Menilai telur bukan sekedar dari wujud cangkangnya, melainkan setela melihat wujud isinya, mungkin perumpamaan ini yang akan mirip dengan apa yang kami maksudkan.

Apakah ketika nanti si anak telah menangkap nilai-nilai itu resep bisnis orang tuanya akan berubah? Bisa jadi, karena dengan kemampuan si anak yang lebih uptodate maka resep tersebut bisa dikembangkan lagi namun pengembangan yang paling sukses adalah ketika si anak benar-benar telah mampu menangkap esensi resep bisnis dari orang tuanya.

Sebenarnya kami juga sedang mencari referensi tulisan mengenai resep dan pola bisnis ini di internet, namun belum banyak yang menulisnya, sehingga kami perlu menulis hal ini sebagai wacana kepada teman-teman UMKM dan pembaca yang lain.

Meskipun ada pepatah "banyak jalan menuju Roma" tetapi pasti ada jalan atau alur yang terbaik, tercepat dan efektif yang akan anda temukan, apalagi setelah anda mengalaminya sendiri. Mengalami sendiri adalah proses experience yang sangat berharga ketika anda sedang mencari apa yang disebut "nilai" dari setiap keputusan dan alasannya. Memahami proses pengamblan keputusan dan alasannya akan membawa kita untuk mempelajari pola pikir seseorang, dan pola pikir inilah yang akan membawa pembuat keputusan memilih "alur"-nya sendiri dari alur-alur alternatif yang lain. Kumpulan keputusan ini akan membentuk sebuah rute keputusan yang berurutan, dan ketika bisnis tersebut sukses maka rangkaian alur keputusan inilah yang kami sebut dengan resep atau pola bisnis.

Cukup rumit memang, namun inilah esensi dan bisnis yang sukses,  yang setiap pengusaha pasti akan memilikinya hanya masalah apakah resep tersebut bisa menghadirkan masakan yang enak dan diakui banyak orang atau hanya mampu menghadirkan sebuah masakan saja, tanpa nilai.