Laman

  • Home

Minggu, 18 Maret 2018

Lagi, Sales Apa Brand Dulu?

Sales dulu apa brand dulu.

Pertanyaan ini akan menjadi menarik jika disampaikan kepada para pelaku UMKM, terutama yang masih mikro. Mengapa demikian? Karena banyak di antara mereka telah terlanjur memahami bahwa mereka telah memiliki brand, yaitu (yang menurut mereka berupa logo).

Bukan salah mereka, karena kadang banyak pembinaan UMKM yang terlalu dini memberikan materi membangun brand pada UMKM skala mikro, bukan yang sudah skala kecil atau menengah. Bahkan untuk perusahaan besar pun memahami brand dan branding bukan perkara yang mudah.

Definisi Branding

Brand is NOT a logo (Brand BUKAN Logo)
Brand is a promise of quality. (Brand adalah janji kualitas)
  • It is everything beyond the real, tangible aspects of a products or service. (Brand adalah segala sesuatu di luar "yang nyata", yang merupakan aspek fisik dari produk dan layanan)
  • A strong brand evokes a clear impression in you mind. (Merek yang kuat membangkitkan kesan yang jelas di benak Anda). Misalnya: Coca Cola, FedEx, Kelloggs. 
Branding is the process of creating this desired impression. (Branding adalah proses penciptaan kesan yang diinginkan).

Berangkat dari sini, ketika beberapa UMKM terutama yang skala mikro dan kecil bertanya kepada kami tentang pentingnya branding bagi mereka, maka kami menjawab bahwa merencanakan brand sejak awal itu penting, namun yang lebih penting untuk saat ini adalah bagaimana mereka mambangun sales mereka terlebih dahulu.
 
Membangun Brand Melalui Sales

Bagi perusahaan yang masih skala mikro atau kecil, kebutuhan yang paling mendesak adalah bagaimana mempertahankan cash flow mereka, dengan menjaga keberlangsungan sales mereka. 

Sales-lah yang akan memberikan "pengalaman" para konsumen terhadap produk mereka, sales-lah yang membangun awareness konsumen terhadap produk UMKM. Sampai pada level tertentu, hanya sales-lah yang sementara dibutuhkan oleh UMKM. 

Aspek produk dalam tahapan ini akan menjadi tumpuan harapan dalam membangun persepsi awal komsumen terhadap produk UMKM, mulai dari kualitas produk, cita rasa sampai dengan kemasan produk yang unik. Di sinilah pelaku UMKM mempersiapkan brand-nya dengan membangun kenyataaan bahwa produk mereka adalah produk yang terbaik dan beda dengan pesaingnya.

Pengalaman pertama terhadap produk UMKM akan membangun keputusan konsumen selanjutnya, yaitu preferensi, dimana konsumen berani memberikan nilai khusus produk anda dibandingkan dengan produk pesaing. Kondisi ini adalah kondisi yang diharapkan oleh semua pemilik brand, yang bisa dicapai oleh UMKM ketika produk mereka prima dan konsisten, baik dalam produk maupun layanannya.

Saat sudah di level preferensi inilah, pemilik brand atau pelaku UMKM sudah saatnya mulai membangun brand secara khusus selain dengan sales, bisa dengan cara promosi melalui media, event maupun komunitas. Tujuannya adalah membangun persepsi yang lebih kuat lagi menjadi sebuah loyalitas terhadap brand.

Untuk skala mikro UMKM belum memiliki kemampuan untuk memikirkan brand, karena waktu, pikiran, tenaga dan biaya mereka masih berkutat dengan permasalahan "survive". Jalan satu-satunya bagi mereka dalam membangun brand adalah dengan cara sales, membangun sales semaksimal mungkin agar peluang konsumen memiliki pengalaman dengan produk mereka semakin besar.
 
Itulah sebabnya kami lebih memilih memahamkan mereka arti pentingnya UNIK, BERKUALITAS dan TERKEMAS MENARIK pada UMKM skala mikro kecil daripada memberikan theori brand dan branding kepada mereka.