Laman

  • Home

Rabu, 07 Maret 2018

Ekspor Bisa Menjadi Daya Tarik Investasi di Kota dan Kabupaten

Match Making Antara UMKM dengan UMB di Kota Magelang.
Apa kaitannya UMKM dengan Dinas Penanaman Modal? Apa yang bisa dilakukan oleh UMKM agar PMA bisa bertumbuh di Kota Magelang? 

Pastinya upaya Dinas Penanaman Modal di seluruh kota dan kabupaten di seluruh Indonesia sedang sibuk mempersiapkan promosi investasi untuk tahun anggaran 2018 ini. Dan hampir pasti juga program-programnya tidak jauh dari program-program tahun-tahun yang lalu. Dan bisa juga dipastikan bahwa hasilnya pun tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Lantas apa kaitannya dengan UMKM? Jika kami berada dalam forum ini pasti ada kepentingan yang harus dikaitkan dengan UMKM di Kota Magelang. 

Pada kesempatan ini kami mengusung materi "UKM Go Export" karena kami yakin bahwa jika suatu kota dan kabupaten bisa menjadi basis ekspor produk lokal, maka dengan sendirinya buyer ada datang ke kota dan kabupaten tersebut. Selanjutnya para buyer akan berpikir untuk punya gudang dan pabrik di kota dan kabupaten tersebut karena di daerah tersebut ada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mereka butuhkan. Dengan punya gudang dan pabrik, berarti mereka melakukan investasi di daerah.

Tidak mudah mewujudkan ekspor yang "ideal" untuk usaha skala UMKM, namun bukan berarti tidak bisa. Teman-teman UMKM harus sejak awal dilatih untuk melakukan perdagangan ekspor meskipun dalam skala pengiriman yang kecil dan buyernya pun adalah orang Indonesia yang ada di luar negeri. 

Ekspor mulai dari berat 10kg? Mengapa tidak, Bukankah definisi ekspor hanyalah mengirimkan barang keluar daerah kepabeanan Indonesia? Bahwa eksport tidak harus sebesar 1 container, dan tidak harus dijual kepada orang asing yang kadang kita tidak paham bahasanya melainkan kepada warga Indonesia yang ada di luar negeri.

Apa yang UMKM inginkan?
Ekspor tidak harus disikapi sebagai barang mewah, yang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar. Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini seharusnya peluang untuk ekspor bisa tersebar merata. Ekspor tidak perlu sesulit jaman dahulu, dengan keberadaan mitra forwarding, pelayaran, asuransi ekspor, perbankan dan pemerintah maka seharusnya ekspor menjadi semakin mudah bagi UMKM.

Sudah banyak UMKM yang langsung praktek ekspor, walaupun core bisnis-nya hanya online shop. Banyak UMKM konveksi yang sudah mampu tembus pasar ekspor, hanya bermodalkan website, dan bagaimana mengelola SEO serta SMM-nya. Dengan kata lain, UMKM harus diajarkan ekspor sejak dini, agar peluang mereka untuk berkembang menjadi semakin besar.

Inilah tujuan dari pembekalan materi dari kami, agar UMKM termotivasi ekspor dan ekspor semakin lama semakin tumbuh di Kota Magelang sehingga pada akhirnya akan mengundang investor masuk ke Kota Magelang.

Jika melirik ke Yogyakarta, Jepara dan Solo maka kita akan melihat betapa investasi asing masuk ke bisnis furniture di kota-kota tersebut. Mulai dari buyer visit karena mau survey suppliernya, kemudian mereka tertarik investasi gudang dan selanjutnya investasi pada pabrik.

Semoga sharing hari ini bisa memotovasi para UMKM untuk mencoba pasar ekspor, dan bagi yang belum memahami benar, teman-teman UMKM bisa memanfaatkan konsultasi gratis kami setiap Selasa dan Jumat.