Laman

  • Home

Selasa, 20 Maret 2018

Bertahan, Tapi Tetap Bergerak

Kondisi bisnis yang sulit pun dialami oleh pelaku shop online.
Benarkah ini adalah masa-masa yang sulit bagi para pebisnis? Kami kurang tahu perss kondisinya namun berbagai informasi mengarah kepada kesulitan yang banyak dialami oleh para pengusaha menengah maupun kecil. 

Apakah karena daya beli semakin menurun? Atau beban hidup yang semakin meningkat sehiingga orang harus menetapkan prioritas biaya? Yang jelas banyak informasi masuk kepada kami bahwa sudah banyak perusahaan besar yang melakukan perampingan karyawan dan bebereapa pabrik textile bahkan ada yang sudah tutup operasi.

Berita lain menyebutkan bahwa retail modern pun mengalami penurunan omzet, dan yang jelas bukan karena pembeli bergeser ke shop online karena dari pihak shop online (para pelaku shop online), mereka juga mangalami penurunan omzet. Tetapi pergeseran perilaku dari pembelian offline ke online pasti terjadi. 

Dalam bisnis online, secara umum volume penjualan lebih didukung pada jumlah pemainnya yang semakin banyak sementara jika kita detail kepada satu per satu pemain maka mereka pun akan mengalami penjualan yang menurun.

Ketika disebutkan bahwa saat ini pasar wisata mampu menyedot anggaran belanja, namun kami pun tidak akan menyakini bahwa hal ini yang menyebatkan penurunan penjualan sebagai akibat pengalihan belanja. Tetapi harus diakui bahwa pergereseran pasar wisata merupakan fenomena baru dalam kondisi ekonomi di dunia saat ini.

Jadi secara umum kami akan mengatakan bahwa daya beli masyarakat menurun akan memicu penurunan belanja mereka. Dan hal ini setahap demi setahap akan mempengaruhi penjualan pelaku UMKM. Mungkin saat ini masih ada pelaku UMKM yang justru bisa menaikkan omzetnya, namun pada akhirnya mereka juga akan merasakan penurunan kondisi ekonomi ini.

Tetap bertahan, dan harus terus bergerak.

Sebenarnya kami pun mengatakan hal ini karena kami pun mengalaminya, banyak pemain baru muncul dan kita harus ikhlas untuk berbagi roti dengan yang lainnya. Meskipun pasar menghendaki retail, kami mengharapkan para produsen masih tetap bertahan dengan penjualan grosir agar masih ada ruang bisnis bagi para pedagang lain. 

Menutup ruang bisnis kepada para pedagang (reseller) justru akan mempersempit langkah kita dalam mengembangkan usaha. Godaan itu ikut nimbrung dalam pasar retail pasti sangat menarik, namun tanpa terasa fokus kita untuk produksi menjadi semakin tergerus dengan penjualan dan hal ini justru akan menghambat perkembangan bisnis kita.

Kondisi bisnis yang terasa mulai sulit saat ini harus disikapi oleh para pelaku UMKM untuk mulai memahami efesiensi dan produktivitas kerja. Kesempatan yang hanya akan dilakukan orang untuk meilhat upaya efisiensi adalah ketika mereka mengalami kesulitan, terutama kesulitan finansial.

Hal yang sama juga berlaku untuk pembelajaran mengamankan cash flow usaha. Bagaimana pelaku UMKM dituntut untuk selalu berusaha agar cash in selalu lebih besar dari cash out, yang merupakan dasar dari melakukan efisiensi.

Cara terbaik untuk bertahan adalah dengan cara terus meningkatkan silaturahmi kita dengan para pelaku usaha yang lain. Membangun network yang kuat! Saling mendukung dan membantu merupakan salah satu kiat kita dalam bertahan. Dengan network yang kuat, peluang pemasaran akan menjadi terbuka dan cash flow bisa dipertahankan. 

Terus bergerak untuk sliaturahmi, jangan justru mengurung diri dari pergaulan bisnis. Apakah bisnis anda offline maupun online maka networking harus tetap dijalankan.