Laman

  • Home

Senin, 12 Februari 2018

Mengapa Toko Oleh-Oleh, Bukan Grosir Oleh-Oleh?

Grosir Oleh-Oleh, Bukan Toko Oleh-Oleh
Mengapa pemasaran produk makanan UMKM sulit berkembang? Banyak jawaban yang akan muncul, namun kami hanya akan fokus bagaimana mengajak para pelaku UMKM untuk memperpendek proses bisnisnya, agar bisnis mereka tidak terlalu rumit dan panjang. 

Dalam pembekalan pemasaran, saat memberikan materi segmentasi pasar kami sudah memberikan arahan kepada pelaku UMKM apakah mereka akan memilih pasar bisnis atau end user. Banyak di antara mereka memilih perjalanan yang lebih panjang, yaitu melayani end user, sehingga upaya yang mereka lakukan lebih banyak dan lebih berat hanya dengan dalih mereka ingin mendapatkan margin laba yang lebih besar. 

Sebenarnya pasar bisnis justru bisa memberikan jaminan kelangsungan pemasaran yang lebih baik, karena mereka hanya akan fokus kepada agen (reseller) ataupun disributor. Belum banyak dari mereka yang benar-benar fokus pada pasar bisnis, lebih memilih eceran sementara mereka adalah produsen atau boleh dibilang adalah pabrik.

Bahkan hanya karena masalah "brand", para pelaku UMKM enggan melayani pelanggan bisnis yang ingin melakukan "repacking", padahal jika mereka pahami benar, di skala mikro dan kecil yang terpenting adalah bagaimana sebanyak mungkin produk mereka menjangkau konsumen. Semakin banyak orang mulai mengenal "cita rasa" produk tersebut maka tanpa terasa mereka telah mengenalkan "brand" mereka melalui cita rasa makanan mereka. Tinggal menunggu waktu mereka memiliki finansial yang kuat untuk membangun brand mereka sendiri secara utuh tanpa melalui brand orang lain.

Strategi marketing paling jika sekarang adalah "memberikan peluang bisnis" bagi orang lain, yang mungkin memiliki kemampuan pemasaran yang lebih baik dari kita. Sehingga ketika beberapa daerah ingin mengembangkan konsep toko oleh-oleh, kami lebih cenderung mengarahkan mereka untuk membuat grosir oleh-oleh di beberapa kota penghasil makanan khas di Jawa Tengah.

Bagi kami grosir oleh-oleh akan lebih menarik karena memberikan kesempatan bisnis kepada banyak orang untuk melakukan bisnis dengan produk kita. Terkait dengan brand, saat ini yang perlu kita bangun adalah master brand, yang akan melahirkan brand-brand baru yang sebenarnya bersumber pada produk kita, brand kita.

Meskipun mungkin sudah ada beberapa pelaku grosir oleh-oleh, namun kami belum melihat ada konsep besar dari pemerintah daerah membuka sentra grosir oleh-oleh di Jawa Tengah, dimana para pasar bisnis bisa melakukan "kulakan" di sentra tersebut.