Laman

  • Home

Selasa, 20 Februari 2018

Belajar Bangkit Dari Kegagalan Usaha

Gagal, bukanlah sebuah aib.
Pemahaman Kami

Salah dan gagal adalah hal yang pasti akan terjadi dalam perjalanan kita, baik dan kehidupan maupun dalam usaha. Sehingga gagal bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi, karena dengan pola pikir yang benar sebenarnya kegagalan adalah sebuah "tanda" bahwa apa yang kita lakukan belumlah sesuai dengan kenyataan yang ada. 
 
Gagal bukan berarti "jalur" yang kita tempuh salah, bisa jadi "cara" kita menempuhnya yang salah sehingga dari sinilah kita belajar mengenali diri potensi diri serta kemampuan melihat peluang yang seusai. Bicara jalur atau tahapan bisnis, mungkin para mentor bisnis lebih piawai dalam menyajikannya. Namun ketika bicara cara menempuhnya, pastilah para mentor ini harus belajar dari para pelaku bisnis itu sendiri.

Berbeda pola pikir, maka cara yang dilakukan pasti akan berbeda. Pola pikir dalam memahami tujuan usaha dan kondisi saat ini menjadi sangat penting. Beberapa orang yang telah sukses terbukti memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang kebanyakan, bahkan seringkali bertentangan dengan pola pikir orang kebanyakan.
 
Selain itu, sebuah keyakinan yang kuat menjadi semangat pendorong yang luar bisa untuk selalu kembali ke jalannya (ke orbitnya). Dan hal ini pun kami temukan pada beberapa orang sukes saat kami juga belajar bagaimana memahami kiat-kiat mereka dalam mencapai tahapan saat ini.

Bedah Masalah
 
Jika para ahli akan menuliskan sederet literatur sebagai referensi, maka sudah menjadi kebiasaan kami referensi yang kami pakai adalah justru hal-hal yang sangat sederhana dari pengalaman kami sendiri atau pemahaman dari beberapa praktisi.
 
Beberapa teman mengatakan bahwa solusi bisa kita temukan dari bidang atau kasus lain dalam hidup ini, dan bahkan hal yang sangat sederhana. Selanjutnya pelajaran lain mengajarkan kepada kami untuk mencoba melihat sebuah esensi dari setiap kejadian, melihat isi bukan wadahnya.
 
Mungkin banyak orang yang akan berbeda dengan pemahaman kami, bahwa sebenarnya ada pelajaran penting dalam shalat (maaf, saya tulis ini bukan karena masalah muslim dan non muslim melainkan karena esensi dari shalat tersebut). Meskpun kami bukan seorang ahli agama, namun kami kagum dengan esensi-esensi yang disimbolkan dalam setiap gerakan dan urutannya.
 
Ketika kami bertemu dengan beberapa pelaku usaha yang sukses, maka yang paling menonjol adalah keyakinan mereka. Niat mereka sangat kuat dalam memulai bisnis mereka (yang di sini kami ibaratkan sebagai urutan shalat). Selanjutnya, setiap gerakan selalu dimulai dengan Allahu Akbar, Sami’allahu liman hamidah dan salam, yang menurut kami adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa melihat posisi kita saat ini, dan sikap apa yang perlu kita pahami saat menghadapi posisi ini. 
 
Doa ifititah dan alfatehah merupakah tahapan penting dalam mengawali shalat, dan disinilah kita belajar bagaimana dalam bisnis kita harus awali dengan memantapkan niat, memahami tujuan kita serta memahami apa yang akan ktia lakukan untuk mencapainya. Visi dan misi tertuang dalam tahapan ini. Adanya bacaan-bacaan ayat setelah al fatehah adalah simbol tentang keleluasaan anda memilih minat dan cara anda dalam melakukan usaha anda.

Ruku' memiliki pesan yang sangat penting, karena saat memulai usaha adalah saat yang sangat berat dan bisa jadi kondisi anda akan "turun" dari kondisi saat ini. Di tahapan inilah kita diminta untuk banyak belajar dari berbagai hal, dan belajar juga untuk selalu bangkit dari kegagalan. Banyak mendengar dan mencari referensi sebagaimana disimbolkan dalam bacaan Sami’allahu liman hamidah. Cara inilah yang akan membawa anda untuk bangkit kembali.

Sujud Pertama adalah sebuah simbol yang luar biasa, yaitu mengajar para pelaku usaha bahwa sukses itu bukanlah apa yang tampak oleh orang sekitar melainkan apa yang telah bisa mereka rasakan dan pahami tentang perjalanan usaha. Kemampuan mereka dalam menangkap esensi ilmu dalam bisnis jauh lebih berharga dari sekedar memiliki harta dan uang yang seringkali menjadi godaan dalam tujuan mereka. Pada tahapan ini bukan berarti tidak akan ada ujian gagal-bangkit, tetapi mereka akan lebih siap dengan pengetahuan dan pemahaman mereka. Doa-doa yang ada dalam sujud mengingatkan pelaku usaha untuk selalu rendah hati, tidak seperti ketika mereka mengawali usaha (masih dalam kondisi berdiri). Rendah hati ini mohon diartikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan nafsu, dan kemampuan untuk memahami kemampuan dan potensi diri.

Sujud Kedua, hampir sama sama dengan dengan sujud pertama namun kami pahami sebagai pengingat bahwa perulangan ini sebagai penekanan bahwa melihat ke bawah adalah lebih penting dari ketika kita melihat apa yang di atas kita. 
 
Berulangnya rakaat adalah simbol bahwa kita harus selalu konsisten dan komitmen atas apa yang telah kita niati dan lakukan.

Duduk Akhir, sukses adalah ketika anda telah mampu mengucapkan salam, yang artinya anda mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar.

Mungkin pemahaman kami yang sangat dangkal ini pasti jauh dari sempurna, namun setidaknya referensi ini yang banyak membantu kami dalam memberikan solusi kepada teman-teman UMKM yang sedang "gagal" bahkan bisa jadi hal ini merupakan motivasi bagi kami sendiri yang pasti tidak pernah lepas dari hukum "salah dan gagal".

Bukan masalah gagal yang penting, tetapi masalah bangkit dari gagal lah yang menjadi esensi dari sebuah kegagalan. Kegagalan adalah sumber ilmu yang sangat penting.