Laman

  • Home

Sabtu, 06 Januari 2018

Sarapan, Sebuah Peluang Usaha Mikro Bagi Ibu Rumah Tangga

Lapak Sarapan Pagi Pinggir Jalan
Tergelitik permasalahan di sekitar lingkungan perumahan saya sendiri, ketika harga kebutuhan hidup semakin menaik sementara penghasilan justru semakin terbatas maka beberapa Ibu-Ibu Rumah Tangga mencoba ngobrol dengan saya apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu perekonomian keluarga dengan modal yang tidak terlalu berat, semisal antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta. Survive, inilah motivasi awal dalam merintis usaha di kalangan Ibu Rumah Tangga sebelum berbicara lebih lanjut mengenai usaha yang sebenarnya.

Dalam obrolan ini saya mengajak mereka untuk mencoba cermat dan jeli mengamati apa yang selalu menjadi kebutuhan masyarakat, taruhlah kita amati setiap pagi ketika dengan waktu yang sangat terbatas para Ibu Rumah Tangga lain harus menyediakan sarapan untuk anak dan suaminya. Jika lingkungan kami adalah perumahan yang padat, maka berapa ratus Ibu Rumah Tangga setiap pagi akan keluar rumah untuk belanja sarapan siap saji bagi keluarganya.

Inilah peluang pasar yang ada, yaitu menyediakan lauk atau sayur siap saji kepada para Ibu Rumah Tangga setiap pagi. Mengapa hal ini merupakan peluang? Lihat betapa banyak usaha lapak sarapan pagi yang berkembang pesat di daerah kami yang sudah padat pemukiman.Saya mengajak para Ibu Rumah Tangga yang ingin usaha untuk melihat kenyataan ini tanpa harus melakukan survey yang bertele-tele karena keterbatasan kemampuan mereka.

Setelah termotivasi dengan peluang yang ada, maka selanjutnya saya mengajak mereka untuk melihat apa yang mereka punya dan apa yang bisa mereka lakukan untuk menangkap peluang tersebut. Mereka harus fokus kepada apa yang menjadi "strength point" mereka, misalnya jika mereka memiliki kemampuan dalam membuat ayam bakar maka mereka harus fokus pada kemampuannya tersebut, jika mereka mampu membuat ayam garang asem maka itulah yang harus mereka buat. Kunci sukses dalam bisnis makanan adalah pada cita rasa makanan tersebut, bahkan harga bisa menjadi nomor dua setelah cita rasa  tersebut.

Setelah mereka telah mampu membuat makanan yang enak dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat sekitar, mereka harus memikirkan kemasan praktis yang menarik dan agar makanan yang dijual pun memberikan jaminan kebersihan kepada konsumennya. Banyak makanan berupa pepes yang tampil dengan tampilan khasnya dan dilapis plastik, semua harus memperhatikan kebersihan dan juga harga kemasan yang murah tapi rapi dan sehat.

Makanan sudah ada, kemasan sudah terpikirkan maka selanjutnya bagaimana menjualnya? Para pemilik lapak pada prinsipnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para supplier untuk menitipkan barangnya dengan mengambil untung daripadanya. Pilihlah lapak yang ramai pengunjungnya dan pilih juga lapak yang menjual barang yang berbeda dengan apa yang kita tawarkan atau sebaliknya kita membuat makanan yang belum terjual di lapak tersebut.

Usaha sederhana ini kami ajarkan kepada para Ibu-Ibu Rumah Tangga yang ingin memulai usaha kecil tetapi belum tahu harus melakukan apa. Tidak harus usaha makanan, tetapi karena kebetulan yang ngobrol dengan saya memilih usaha makanan maka peluang di atas perlu dipikirkan. Selamat mencoba!