Laman

  • Home

Rabu, 31 Januari 2018

Peluang Pasar Eskpor ke Korea Untuk Produk Indoor Premium

Factory visit ke beberapa indoor furniture manufacturer di Semarang.
Informasi menurunnya ekspor Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Presiden serta keprihatinan beliau atas kinerja ITPC dan Atdag di berbagai negara membuat kami termotivasi untuk melakukan upaya membantu beberapa produsen furniture dan handicraft di Jawa Tengah dalam pemasaran ekspor. Pengalaman belasan tahun di bidang ekspor furniture dan handicraft kami manfaatkan kembal, yaitu dengan membangun komunikasi kembali dengan buyer-buyer lama kami yang ada di berbagai negara baik dari Asia, USA, South Africa, Australia maupun Eropra.

Rata-rata mereka masih bertahan dengan bisnis furniture-nya meskipun beberapada dari mereka sudah menyusut skalanya, tetapai ada juga yang justru meningkat menjadi lebih besar. Hubungan yang pernah kami jalan lebih dari 15 tahun membantu kami dalam kambali di bisnis ini dan memperkenalkan kepada mereka beberapa UMKM yang memiliki potensi ekspor.

Mengenal buyer selama lebih 15 tahun tanpa terasa kami telah melakukan seleksi kinerja mereka, dan memberikan keyakinan kepada kami bahwa mereka adalah buyer yang serius dan credible baik dalam pembayaran maupun dalam frekwensi pembelian. Keyakinan inilah yang akan menjadi modal kami dalam membantu membangkitkan kembali kejayaan furniture Jawa Tengah.

Hari ini kami bersama buyer Korea melakukan factory visit di Semarang untuk melakukan sourcing indoor furniture kelas premium untuk pasar Korea. Beberapa kami telah dapat namun beberapa juga tidak sesuai dengan style yang dibutuhkan. Peluang indoor furniture modern berbahan baku kayu jati masih menjanjikan apalagi pembelinya adalah termasuk outlet-outlet furniture besar di Korea.



Factory visit ke Mamagreen Semarang
Kami sangat berharap teman-teman UMKM yang memiliki produk-produk yang inovatif dan modern untuk bisa merapat kepada Rumah UMKM untuk bisa kami promosikan dan perkenalkan produknya kepada para buyer kami. Semarang, Jepara dan Solo masih akan tetap menjadi segitiga emas dalam bisnis ini, karena inilah yang masih dipahami oleh buyer-buyer lama meskipun sekarang kota-kota lain pun sudah muncul eksportir furniture yang handal.

Mari bangkitkan lagi ekspor furniture dan handicraft Jawa Tengah!