Laman

  • Home

Senin, 04 Desember 2017

Saatnya UMKM Berinvestasi di Jaringan

Business Network, Tempat Investasi Para UMKM
Investasi tidak harus selalu pada barang modal dan asset, namun ada hal penting yang UMKM harus pertimbangkan untuk berinvestasi, yaitu: Business Network! Tidak bisa dipungkiri asset jaringan merupakan asset yang sangat penting dalam mengembangkan bisnis, baik berinvestasi dalam jejaring maya maupun jejaring nyata.

Tansformasi digital membawa era dan keyakinan banyak business is about connecting the dots, yang bisa diartikan bahwa bisnis saat ini adalah mengenai bagaimana membangun jaringan dan menghubungkan satu titik ke titik yang lain yang saling dekat hubungan kebutuhannya.

Business network bisa dikembangkan dari jaringan supply, jaringan produksi, jaringan fasilitator (pemerintah dan asosiasi), jaringan pemasaran, jaringan promosi dan jaringan-jaringan pendukung lainnya. Dan untuk membangun jaringan bisnis yang kuat maka semua jaringan tersebut harus dimiliki oleh para pelaku UMKM.

Tentunya untuk membangun jaringan ini UMKM akan memiliki konsekwensi biaya, dan biaya ini pasti tidak akan kembali secara langsung atau dalam waktu cepat, sehingga hal ini kami sebut sebagai investasi. Sebuah investasi dalam pengembangan usaha dan keberlangsungan usaha. Bahkan sebagian ada yang mengatakan bahwa jaringan bisnis bisa membantu percepatan pengembangan usaha baik dalam hal supply, produksi (kapasitas) maupun dalam perluasan pasar.

Beberapa komunitas UMKM di setiap kota dan kabupaten kami harapkan terus eksis dan berkembang karena jaringan bisnis ini bisa berawal dari komunitas-komunitas UMKM ini. Komunitas dengan anggota yang beragam, mulai dari produsen, supplier bahan baku sampai dengan pedagang justru akan lebih baik bahkan sampai kepada mitra pembiayaaan, inilah yang disebut klaster UMKM di daerah. Selanjutnya komunitas UMKM di daerah akan kami interaksikan dengan komunitas serupa di daerah lain untuk memperluas jaringan dan kelengkapan fungsi dan unsur di dalamnya, dan seterusnya.

Dengan adanya komunitas ini, akses informasi, teknologi dan komunikasi akan terus berkembang sehingga percepatan pengembangan UMKM akan tumbuh dengan sendirinya. Ketertinggalan UMKM atas informasi dan teknologi bisa dikejar dengan kerjasama antar anggota di jaringan. 

Dalam transformasi digital, meskipun sisi produksi nanti tidak terlalu banyak dampak digitalisasinya, namun sistem jaringan akan semakin mencolok dalam era ini. JIka UMKM tidak membangun jaringan bisnisnya, maka dipastikan mereka akan "ketinggalan kereta" dan tidak akan sampai pada tujuannya.