Laman

  • Home

Minggu, 10 Desember 2017

Krikspee, Jangkrik Krispy dari Bantul

Jangkrik Krispy, ide dari para muda di Bantul
Pasar selalu menunggu tantangan kreativitas dari produsen, selama hal tersebut masuk akal dan mereka sudah mengenalnya maka tantangan ini bisa berubah menjadi trend baru. Seperti halnya saat kami pulang ke Bantul ini, kami tidak pernah menyangka jika salah satu keponakan kami sedang mengembangkan cemilan yang sementara orang mungkin dianggap "ekstrem" yuitu jangkrik krispy atau mereka menyingkatnya menjadi "Krikspee".

Tentunya produk mereka ini masih baru dan masih membutuhkan banyak bimbingan, namun ide untuk memanfaatkan peternakan jangkrik di daerahnya tersebut perlu saya acungi jempol. Jangkrik yang mereka olaha dalah jangkrik hasil ternak mereka, bukan jangkrik liar yang tentunya masalah sustainability-nya tidak bisa dijamin.

Protein dari serangga sangat tinggi sehingga beberapa orang yang tidak tahan akan mengalami alergi, namun hal ini bisa disiasati dengan membuatnya dibalut dengan tepung krispy. Rasa gurih dari jangkrik memang khas dan bisa menimbulkan ketagihan, apalagi asupan protein dari serangga yang cukup besar ini bisa jadi olahan pendamping makan besar (lauk).

Di Thailand makanan dari berbagai serangga justru menjadi tujuan wisata kuliner yang menarik, sebagaimana di daerah Wonosari Yogyakarta yang dikenal dengan kuliner "belalang gorengnya".  Saat ini pasar membutuhkan "pengalaman baru" atau bisa saya katakan mereka butuh tantangan, sehingga peluang ini harus ditangkap oleh para pelaku usaha. Karena belalang belum bisa diternak, maka jangkrik menjadi solusinya karena banyak masyaraktat di Bantul yang melakukan peternakan jangkrik. Dan ketika harga jangkrik kurang bagus, maka solusi membuat cemilan dari jangkrik adalah alternatifnya.

Melengkapi ijin PIRT sedang dilakukan, sekaligus pembenahan dalam kemasan. Ketikan produk mereka sudah terkemas baik maka peluang pemasarannya akan segera tumbuh, karena ternyata sudah banyak permintaan yang masuk kepada mereka. Kami berharap dinas terkait di Kabupaten Bantul bisa segera tanggap dan melakukan pembinaan dan memberikan fasiltiasi yang dibutuhkan oleh mereka.

Saya juga mengingatkan kepada para keponakan saya, bahwa mereka juga harus mempertimbangkan para reseller dan agen agar penjualan meeka bisa berkembang secara volume dan kontinuitasnya. Mereka perlu memberikan peluang bagi para "re-packager" untuk berbisnis dengan produk mereka. SIlahkan bagi para peminat untuk menghubungi Mas Nok di WA nomer 087838651460. Tetap semangat memulai usaha !