Laman

  • Home

Senin, 18 Desember 2017

Beberapa Hal yang Penting Dipelajari Oleh Pemula Usaha Retail


Memulai bisnis retail sendiri
Saya memang bukan ahlinya retail, namun pernah beberapa kali mendampingi pengusaha retail yang membangun jaringan retailnya di Jawa Tengah, mereka ahlinya dan saya berkesempatan belajar dari mereka. Biasa, karena ingin punya materi untuk dishare kepada teman-teman UMKM yang lain maka saya menjadi lebih cerewet untuk tanya ini dan itu. Tetapi biar tidak terkesan mulai dari nol, maka ada beberapa referensi yang menjadi dasar pertanyaan saya kepada mereka yang akan saya sampaikan berikut.

 
Usaha retail atau lebih dikenal dengan usaha eceran dimana pebisnis menyalurkan satu barang ataupun layanan pada orang-orang sebagai customer akhir. Warung kelomtong, warung rokok, pengasong, penjual sayur keliling merupakan contoh usaha retail yang dilakukan oleh orang-orang untuk usaha skala mikro dan kecil. Untuk usaha retail skala menengah dan besar contohnya adalah jaringan mini market seoerti alfamart, indomart dan super market maupun hypermarket.

Memang mudah untuk mengawali usaha retail, namun untuk tetap bertahan dan berkembang menjadi persoalan yang tidak mudah dianggap mudah. Banyak bisnis retail bertumbangan karena ketatnya persaingan dan rasio profit - modal yang sangat kecil sehingga rawan mengalami kerugian jika tidak memahami bisnis retaild dengan baik. Istilah retail seolah tidak jauh dari kata "detail" sehingga siapapun yang melakukan usaha retail harus benar-benar memahami bisnis ini secara detail setiap komponen yang membentuk bisnis ini mulai dari supply, distribusi dan pemasarannya.

Survey pasar dan kebutuhannya menjadi sangat penting ketika kita ingin memulai bisnis retail. Semua aspek pasar harus dianalisa dengan sangat seksama dalam membuat bisnis retail, karena pemahaman yang salah terhadap segmentasi, targeting dan posisioning bisa menjadi hal yang sangat fatal dalam memulai bisnis retail sementara raksasa retail sudah mulai menggurita ke pelosok-pelosok desa. 

Karena margin yang tipis, maka setiap harus dikerjakan secara efisien dan produktif. Yang sering menjadi dilematis adalah ketika bisnis ini berkembang, maka kebutuhan SDM pun berkembang sementara SDM adalah beban biaya yang signifikan bagi usaha retail. Pebisnis retail harus memiliki sistem atau applikasi komputer yang praktis dan mudah dioperasikan oleh sesedikit mungkin oleh SDM yang menanganinya. Lebih baik berinvestasi pada applikasi dan sistem daripada terus menambah SDM yang menjadi beban biaya operasi.

Distribusi dan penyimpanan juga menjadi hal yang perlu dikuasai dengan baik oleh pebisnis retail. Beban biaya distribusi dan penympanan menjadi hal yang paling utama dalam mendapatkan perhatian untuk ditekan efisiensinya. Distribusi ini terkait erat dengan jarak sumber supply dan lokasi retail disamping juga dengan jumlah atau volume barang yang didistribusikan.

Nah, mungkin beberapa poin di bawah ini juga akan membantu teman-teman yang ingin memulai bisnis retail: 


Hal-hal Penting dalam Memulai Bisnis Retail

Di bawah ini adalah beberapa best practise usaha retail yang mungkin bermanfaat bagi yang ingin memulai bisnis retail.

  1. Tempat yang Strategis; sesuai dengan target pasar. Untuk usaha retail, temoat yang strategis dimaksudkan untuk mendekatkan diri dengan supply atau mendekatkan diri dengan target pasar. Sesuai dengan target pasar yang dimaksudkan adalah bagaimana seorang pebisnis bisa mengenali dan memahami pasar yang akan mereka bidik dan bagaimana persaingan usaha di lokasi tersebut. Semakin dekat dengan target pasar dan semakin rendah persaingannya maka pemilihan lokasi akan semakin bagus. Pastinya untuk mencari lokasi dengan persaingan yang rendah akan sangat sulit, karena dimana target pasar berada maka pesaing akan berebut lokasi di daerah itu.
  2. Memahami Pasar dengan Baik. Survey, analisa dan komunikasi dengan pasar menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh pebisnis retail. Bagian ini bisa menjadi beban biaya investasi dalam bisnis retail, sehingga banyak pebisnis retail melakukan spionase kepada pesaingnya, dan selanjutnya "mencuri" asset tersebut dari pesainnya daripada mereka mengeluarkan biaya untuk survey dan analisa pasar.
  3. Memahami jangkauan pelayanan retailnya. Hal terkait erat dengan penentuan segmen dan target pasar yang akan dibidik.
  4. Pemilihan saluran pemasaran yang pas. Misalnya apakah dengan cara konvensional atau e-commerse. Dapat dengan juga keduanya yang dimaksud cross channel.Untuk cara konvensional, saat ini mereka juga banyak yang menambahkan layanan delivery order untuk mendekatkan mereka dengan pelanggannya.
  5. Memiliki SDM yang tepat dan mampu mengelola usaha retail. Terkadang hal ini justru yang menjadi kendala terberat dalam membuka usaha retail. Beberapa usaha retail kecil jatuh karena masalah ini. Seorang pebisnis retail pada saatnya nanti harus mampu merekrut manager yang mampu mengelola usahanya, sementara mereka akan fokus pada pengembangan usaha.
  6. Business Plan yang baik.
  7. Sistem pengelolaan yang baik, baik dalam manajemen ataupun rantai produksi sampai hingga ke tangan customer.Sistem ini menyangkut applikasi pendukung kinerja bisnis retail. Masalah inventory dan distribusi akan menjadi titik sorot dalam bisnis retail.
  8. Sistem penjualan yang efisien, terlebih dalam mempromosikan supaya pesan brand dapat tersampaikan. 
  9. Harga mesti dijaga supaya tetap kompetitif, tak terpaut jauh dengan pasar di sekitarnya. Harga terkait erat dengan biaya, sehingga siapapun yang mampu menekan biaya operasional dan melakukan efisiensi dengan baik maka mereka bisa memiliki harga yang kompetitif.
  10. Mengawali usaha dari skala kecil. Tidak ada berhasil yang dapat dicapai kurun waktu singkat, terlebih bila anda mempunyai banyak keterbatasan. Baik terbatasnya modal, terbatasnya jaringan, serta beragam keterbatasan lainnya. Dengan mengawali dari skala kecil, anda bakal peroleh banyak pengalaman bernilai yang bakal menempa sensitivitas usaha anda. Terlebih bila anda dapat bangun serta memperoleh keyakinan dari supplier, jadi modal bukan menjadi masalah utama.
  11. Ketelitian dalam mempertimbangkan laba yang ingin anda capai. Memperoleh laba kecil tetapi dengan volume besar akan lebih baik dibanding dengan mengambil laba besar tetapi cash flow lambat.
  12. Hindari membuka usaha retail karena tergiur cerita sukses seseorang. Pastikan anda mau dan mampu, yang artinya anda memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjadi pebisnis retail.
  13. Melengkapi layanan yang menguntungkan (memanjakan) customer. Ketatnya persaingan usaha ritel sekarang ini mendorong permasalahan layanan sebagai pertimbangan untuk customer dalam memilih toko retail. Loyalitas customer sangat penting dalam bisnis retail, sehingga relationship harus dibangun antara toko dengan customer. Hal ini bisa dimulai dari kenyamanan dan keramahan dari pegawai toko dalam melayani customer, disamping tetap menjadi kebutuhan utama dari customer, yaitu: ketersediaan barang dan harga yang kompetitif. Beberapa layanan delivery juga sudah mulai dilakukan oleh toko retail untuk mengikat customernya.
Secara umum, hal-hal penting di atas merupakan hal-hal yang mendasar yang perlu dipahami oleh pebisnis retail. Namun jika anda ingin bermain dengan pasar yang khusus dan dengan produk yang khusus pula maka anda bisa mengembangkan dan mendalami esensi dari hal-hal tersebut di atas. Semoga sharing ini bermanfaat.