Laman

  • Home

Kamis, 09 November 2017

Strategi Pemasaran Untuk Start Up

Technopreneur Bagi Inventor Krenova 2017
Pembinaan bagi para peserta Krenova 2017 tidak hanya berhenti sampai pada pemilihan pemenang, masih akan ada perjalanan panjang lagi bagi mereka untuk melalui inkubasi yang dilakukan oleh UPP IPTEKIN BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah sebagaimana malam ini ketika 75 peserta Krenova 2017 di-inkubasi di Star Hotel Semarang.

Dalam rangkaian kegiatan selama 2 hari ini, kami memberikan materi strategi pemasaran bagi starup dalam rangkaian mereka membangun bisnis plan. Materi kami ini akan membantu para peserta dalam menyiapkan bisnis plan yang lebih tajam dan market oriented. 

Masalah pemasaran selalu menjadi warna dalam setiap bisnis UMKM dan startup, tetapi mereka tidak tahu di pemasaran bagian mana mereka bermasalah, apakah itu pada sisi customer, produk atau brandingnya. 

Dari sisi cusomer, malam ini kami memberikan gambaran-gambaran yang jelas tentang siapa pasar kita saat dan bagaiamana perilakunya. Bagaiaman teknologi digital sudah menguasai pasar saat ini, sehingga cara-cara konvensional sudah mulai harus ditinggalkan. Kita saat ini sudah memasuki jaman yang berbeda, sehingga cara-cara marketing yang kita lakukan pun harus dengan cara yang sesuai dengan jaman digital sekarang ini.

Marketing konvensional sudah mulai ditinggalkan cara-caranya, namun esensi marketing tetap akan sama dimana yang utama adalah bagaimana mengenal pasar dan mengidentifikasinya, bagaimana memahami kebutuhan pasar dengan komunikasi yang benar dan bagaimana memuaskan pelanggan. Jika saat ini seitap orang sudah "connected" dan sistem yang berjalan sudah "high trust" business maka memang sduah saatnya kita perlu meninggalkan cara-cara marketing yang lama bahkan pelan-pelan esensi marketing pun mulai berubah selain tujuan akhir yaitu memuaskan "kebutuhan" pelanggan.

Aspek kebutuhan menjadi sangat penting dalam membangun pembelian dan membangun kepuasan pelanggan. Komunikasi langsung dengan pelanggan pun, di era digital, sudah tergantikan dengan applikasi.

Dari sisi produk, harus diakui selama ini permasalahan startup dan UMKM memang didominasi oleh hal ini, mulai dari kuaitas, kapasitas dan kontinuitas produksi sampai dengan masalah legalitas produk yang harus mereka miliki dan juga masalah kemasan produk. Butuh upaya dan perjalanan untuk membina mereka di bidang ini. 

Dari sisi branding, untuk taraf starup, penjualan menjadi sangat krusial karena customer belum memiliki pengalaman dengan produk mereka. Komunikasi dengan customer bisa dimulai dari pra dan pasca penjualan untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi ekspektasi dan kebutuhan customer. Komunikasi pasar menjadi hal yang sangat penting untuk membangun kepuasan pelanggan.

Setelah memahami semua esensi di atas, maka strategi pemasaran yang integrated bisa kita bangun dengan langkah melakukan STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning). Memahami teknik STP dengan cara yang sederhana menjadi sangat penting bagi para starup dan UMKM dalam mengenali dan mengidentifikasi pasar.

Analisa TOWS juga menjadi analisa yang lazim dipakai dalam menyusun strategi pemasaran, mulai dari mengenal lingkungan bisnis, potensi, ancaman dan peluang bisnis mereka. Bauran 4P digunakan untuk memberikan fokus pada komponen-komponen pemasaran yang penting, yaitu bagaimana membangun strategi produk yang memiliki differensiasi tinggi, strategi harga yang mampu memenangkan persaingan, stategi pemilihan kanal distribusi dan stategi promosi (branding).

Di sisi produk, kami mengingatkan mereka untuk bisa menjawab mengapa pelanggan harus membeli produk mereka (terkait solusi dan benefit) dan seberapa unik produk mereka. Dengan pembekalan ini kami harapkan dalam penyusuan bisnis plan mereka nanti hasilnya bisa lebih tajam dan fokus.

Strategi pemasaran bagi startup

Strategi pemasaran bagi startup.

Demikian sharing yang bisa kami sampaikan hari ini, semoga bermanfaat.