Laman

  • Home

Rabu, 29 November 2017

Jangan Sepelekan Masa Kedaluwarsa

Menjaga keamanan konsumen melalui tertib kedaluwarsa.
Sebenarnya bukan hanya masalah produk UMKM yang sering berkutat di masa kedaluwarsa, karena hal serupa juga terjadi pada produk perusahaan besar. Hanya saja produk UMKM sering menjadi sorotan setiap akhir tahun, dan kami akan selalu mengingatkan para pelaku UMKM pangan untuk melakukan kendali kedaluwarsa pada produk pangannya. 

Tahun lalu, beberapa kali razia yang dilakukan oleh team gabungan pemerintah di beberapa pasar modern menemukan banyak produk UMKM yang telah lewat masa kedaluwarsa, bukan saja kedaluwarsa produknya melainkan juga kedaluwarsa ijin PIRT-nya. Hal ini menyebabkan beberapa outlet pasar modern mendapatkan teguran keras dan sanksi dari pemerintah, sehingga menyebabkan permintaan mereka atas produk UMKM sempat dibatasi. Pembatasan yang dilakukan beberapa pasar modern akan menjadi permasalahan baru karena pemasaran produk UMKM akan terhambat.

Atas hal tersebut di atas, kami sebagai salah satu penggiat UMKM mulai melakukan pemahaman kepada para pelaku UMKM untuk selalu waspada terhadap masa kedaluwarsa produknya dan harus siap menarik produknya ketika telah lewat masa kedaluwarsa. Produk-produk yang tidak bisa terjual memang akan menjadi beban resiko usaha para pelaku UMKM, karena keamanan konsumen dilindungi oleh pemerintah dan sudah menjadi kewajiban dari produsen untuk memberikan jaminan keamanan pangan atas produknya.

Kami, sebagai konsumen, juga sering mendapatkan "pengalaman buruk" ketika membeli produk pangan dari UMKM di beberapa toko oleh-oleh, yang secara tertulis belum lewat kedaluwarsa namun produk tersebut telah berubah rasa. Perubahan atas warna, bentuk dan rasa sebenarnya sudah merupakan indikasi bahwa makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi atau bisa dikatakan sebagai produk rusak yang tidak bisa diperdagangkan karena bisa merugikan konsumen. Hal ini setara dengan apa yang disebut sudah "produk kedaluwarsa". Ketika hal ini kami konfirmasikan kepada toko oleh-olehnya mereka pun tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan.

Pengalaman-pengaman buruk semacam ini kami yakin juga banyak dialami oleh konsumen yang lain, yang seharusnya mereka dilindungi oleh para produsen dari produk-produk yang tidak layak konsumsi lagi.Kerjasama antara produsen dan penjual (toko oleh-oleh) harus melekat juga pada pengawasan produknya, jika terjadi hal-hal tersebut di atas maka sesegera mungkin produsen dan penjual harus menarik dan memusnahkan produk yang sudah tidak layak konsumsi lagi tersebut.

Pentingnya Memahamkan Keamanan Pangan kepada Para Pelaku UMKM

Sebenarnya hal ini sudah disampaikan kepada para pelaku UMKM saat mereka mereka mencari ijin PIRT atau MD dari BPOM, namun kenyataan di lapangan banyak hal yang masih luput dalam pengawasan mereka. Ketidakmampuan mereka dalam menguji kualitas bahan baku, kualitas proses dan masa penyimpanan karena keterbatasan teknologi adalah penyebab utama mereka tidak bisa menentukan masa kedaluwarsa dengan baik. 

Hal lain adalah masalah kualitas kemasan yang sering menjadi penyebab makanan rusak dalam penyimpanan. Semua berpangkal kepada kurang pengetahuan dan teknologi dalam melakukan proses produksi makanan sehingga seringkali masa kedaluwarsa dan kualitas produk tidak bisa dipastikan.

Untuk usaha skala kecil dan menengah, kami sudah merasa yakin bahwa mereka sudah mulai memahami hal ini dengan lebih baik karena mereka telah memiliki kemampuan dan teknologi dalam produksi yang lebih baik dari usaha skala mikro. Kendala permodalan, terutama untuk pengadaan alat produksi yang lebih baik di usaha skala mikro merupakan permasalah utama yang sering dihadapi. 

Memaksakan produk pangan kemasan untuk usaha skala mikro bisa bertahan selama 1 tahun bisa menjadi hal yang merugikan konsumen. Untuk produk skala mikro yang belum terfasiltasi dengan teknologi dan proses yang memadahi, masa kedaluwarsa yang pendek masih bisa menolong konsumen, misalnya cukup 3 bulan atau sampai 6 bulan. 

Untuk saat ini yang bisa kami lakukan dari sisi kami adalah memberikan pelatihan kemasan yang baik dan menarik untuk produk pangan, karena teknologi kemasan yang baik bisa membantu melindungi produk pangan dari kontaminasi udara luar yang bisa menyebabkan berkembangnya mikroba yang ada di dalam kemasan.