Laman

  • Home

Jumat, 03 November 2017

Bagaimana Kabar Pola Klaster Industri Kecil ?

Busniness Clustering
Hari Jumat ini kebetulan tidak ada klien UMKM yang datang untuk konsultasi bisnis, atau karena mungkin hari Rabu dan Kamis kemarin sudah terlalu padat jadwalnya. Kesempatan untuk buka-buka internet untuk melihat-lihat kembali mengapa pola cluster industri kecil kurang begitu sukses berjalan di Indonesia? Padahal sebenarnya pola ini sangat bagus dalam membangun jejaring IKM di Indonesia.

Saya telah melihat bahwa klastering di dalam bisnis teknologi bisa berjalan dengan konsep awal melakukan inkubator bisnis, dan saya telah menyaksikan sendiri konsep JRU (Jaringann RUmah Usaha) yang sudah berhasil dan pada intinya menggunakan pola klaster ini. Tetapi saya belum melihat pola klaster ini berhasil di industri yang konvensional, mengapa? 

Kunci keberhasilan klaster, jika melihat contoh jejaring bisnis teknologi yang sudah berjalan, adalah manajemen jejaring itu sendiri. Ada pihak yang mengelola jejaring itu sebagai usahanya, selain para anggota jejaring itu sendiri. Setiap fungsi saling mengisi, dan setiap fungsi saling terkoneksi. Dibutuhkan master manajemen jejaring yang handal untuk membangun dan mengoptimalkan setiap fungsi dari jaringan, termasuk sistem pembiayaan dan sharing bisnis di dalamnya.

Pada akhirnya saya mulai menyadari bahwa pembinaan UMKM yang sporadis dan tanpa sinergi satu pihak dengan pihak lainnya adalah kegiatan yang kontra produktif dari semangat klaster ini. UMKM tidak diarahkan menjadi spesialis, tetapi justru dibuat generalis. Misalnya: UMKM produsen diajarkan pemasaran, padahal di sisi lain ada UMKM pemasaran yang siap menjadi jejaring bisnisnya. Dengan sistem spesialisasi maka setiap spesialis atau membutuhkan spesialis yang lain yang menjadi dasar membangun jejaring bisnis tersebut.

Ketika saya diingatkan teman-teman bahwa jaman telah berubah, bahwa sistem marketing konvensional telah mati (marketing is dead) dan yang ada adalah connecting the dots, maka semakin lebar mata saya terbuka bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah sistem klaster atau jejaring bisnis. Saat ini yang harus dibangun adalah spesialis, saling membutuhkan, saling terkait dan terikat dan saling menguntungkan. Di sinilah peran manajemen jejaring menjadi sangat penting 


Saya memprediksikan bahwa di masa mendatang, koorporasi besar yang tidak memiliki jaringan bisnis yang kuat dan tidak melakukan transformasi digital akan segera tergerus oleh jaman digital sekarang. Mulai dari ritail sampai dengan perusahaan penyedia jasa. Saat ini bisa dikatakan 1 orang adalah 1 bisnis. Jika dalam perusahaan bisa menerapkan pola ini maka mereka akan bertahan. Pola 1 orang 1 bisnis bisa diartikan sebagai berikut:
  1. Specialist
  2. Connected
  3. Efficiency
  4. Office-less 
  5. Co-Working
  6. No funding, but Investment.
  7. Networking Business
Dengan beberapa poin di atas, baik perusahaan Start-Up, UMKM maupun besa akan bisa bertahan dari gempuran revolusi teknologi digital saat ini. Lebih dari 15 tahun lalu, sebenarnya hal ini sudah diprediksi namun banyak orang mengabaikan hal tersebut sampai jaman itu telah datang saat ini. Jaman digital telah tiba dan kita dituntut secara bijaksana untuk menyikapinya.