Laman

  • Home

Sabtu, 28 Oktober 2017

Spesialisasi, Tertata dan Terkoneksi

1 laptop mewakili sebuah bisnis.
Ketika banyak adik-adik mahasiswa bertanya kepada Rumah UMKM bisnis seperti apa yang akan berkembang di masa depan maka saya harus mengatakan kepada mereka dahulu apa yang telah terjadi di pasar dan jaman ini. Pastinya saya yakin ketika mereka berikan cerita ini nanti mereka akan paham karena memang "dunia ini milik generasi mereka !"

Inilah jamannya generasi millenial mengambil alih semua bisnis yang ada di dunia ini. Kadang bagi kita yang memang berada di luar dunia mereka, sangat sulit untuk mamahaminya tetapi mau tidak mau kita harus paham dan mengikuti jaman ini. Kita tidak mungkin melawan jaman ini, kecuali kita mau berenang mengikutinya.

Pasar kita sekarang dan ke depan adalah generasi millenial yang terkoneksi satu sama lain dengan gadget. Dunia ini mereka buat semakin sempit, apa yang kita anggap dulu adalah hal yang sulit, butuh waktu lama dan butuh biaya besar maka saat ini bisa mereka ubah dengan teknologi mereka menjadi mudah, cepat, murah dan fleksibel. Inilah yang kami anggap sebuah revolusi besar dalam teknologi yang membawa perubahan segala aspek kehidupan.

New world has begun ! Ya, dunia baru telah hadir. Kita bukan lagi menjadi tuan rumah di jaman kita, melainkan tamu yang harus mengikuti segala syarat dan ketentuan tuan rumah yang baru.

Dalam suatu diskusi saya pernah menyampaikan keapda teman-teman, bahwa mungkin ke depan ini tidak akan ada bedanya antara korporasi dan individu, yang dianggap media bukanlah perusahan media melainkan individu tersebut karena mereka bisa menjadi publisher dan memiliki banyak follower, yang menjadi raja trasportasi bukanlah perusahaan yang memiliki armada transprortasi, yang menjadi raja properti bukanlah perusahaan yang memiliki properti tetapi sebuah individu atau jaringan individu yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan gadget dan memanfaatkan gadget tersebut untuk keperluannya.

1 bidang keahlian adalah sebuah bisnis.
Kolaborasi dan jaringan adalah cara untuk survive, semua harus connected.
Kita tidak kerja sendiri, kita adalah individu yang bekerja bersama-sama dalam sebuah jaringan.
 Jaringan Rumah Usaha

Bisa dicatat disini, saya sangat kagum dengan langkah dan keteladanan Mas Ilik dalam membangun JRU sebagai inkubator bisnis yang berhasil melahirkan ratusan wira usaha muda di bidang teknologi. Saat berkunjung di Rumah Sasongko hari ini saya dihadapkan pada kenyataan bahwa telah ada orang yang benar-benar "aware" untuk mempersiapkan generasi mudah menghadapi jamannya sendiri.

Berbagai individu dengan segala keahlian dan specialisasinya bergabung dalam sebuah jaringan bisnis yang kuat dan rapi, yang bisa menjamin daya hidup bisnis masing-masing anggota. Jaringan ini dibangun dari pendalaman potensi dan kompetensi yang akan diasah menjadi sebuah spesialisasi yang selanjutnya akan menjadi bagian yang terintegrasi dari spesialisasi-spesialisasi yang lain.

Pasti tidak mudah membangun jaringa ini, dan memang terbukti bahwa upaya ini butuh bertahun-tahun untuk bisa tumbuh dan berkembang. Pemahaman yang esensi atas potensi, minat, asset dan liability merupakan dasar-dasar entrepreneurship yang diberikan sejak awal. Peluang akan selalu tertangkap karena yang bekerja bukan individu melainkan sebuah jaringan yang semakin tumbuh dan berkembang besar.

Sistem pemantauan kinerja jaringan pun sudah dilakukan dengan rapi, yaitu dengan sistem co-working yang memungkinkan semua saling terikat dan terkoneksi dengan baik. Para individu sadar bahwa kinerja mereka mempengaruhi kinerja spealis yang lain. Hari ini saya belajar banyak di sini, menjadi bagian dari jaringan ini pun tidak mustahil karena spesialisasi pun dibutuhkan di jaringan ini.

Ketika banyak kerajaan-kerajaan bisnis mulai runtuh dihantam arus perubahan jaman, maka dari balik kemelut keruntuhan perusahaan-perusahaan besar tersebut akan lahir bisnis-bisnis baru yang sesuai jamannya.