Laman

  • Home

Kamis, 19 Oktober 2017

Proteksi Atas Kebangkrutan ?

Adakah proteksi dari pemerintah atas kebangkrutan usaha ?
Sekilas mungkin pertanyaan dari teman-teman saat obrolan sore ini terdengar sangat naif, namun bukan berarti bahwa mereka melempar pertanyaan itu bukan tanpa sebab. Kondisi bisnis yang mereka hadapi saat ini sangat berat, terutama kewajiban-kewajiban mereka terhadap pemerintah seperti pajak, tarif listrik, harga gas industri, harga BBM dan juga kewajiban mereka terhadap buruh atas kebijakan UMR/UMK. 

Mereka telah berusaha semaksimal mungkin memenuhinya, namun ketika kondisi bisnis yang lesu saat ini yang menyebabkan penjualan merosot tajam serta kewajiban utang yang harus terus mereka penuhi, hal itulah yang menyebabkan mereka melempar pertanyaan setengah guyon setengah serius ini.

Kondisi bisnis saat ini memang sedang tidak "ramah" untuk mereka, kekawatiran mereka akan masa depan perusahaan mereka itulah yang meluncurkan pertanyaan tersebut kepada saya. Sebuah pertanyaan yang tentunya belum bisa saya jawab karena memang mungkin belum ada "produk"-nya saat ini.

Dengan kata lain, mereka ingin mengusulkan adanya upaya take and give yang riil yang bisa mereka rasakan atau setidaknya bisa memotivasi mereka untuk tetap "berdiri tegak" dalam bisnisnya. Bukan ketika mereka dalam kondisi berjuang hidup dan mati saat ini, tekanan dari pemerintah berupa kenaikan beberapa kewajiban semakin berat.

Informasi di atas bisa disikapi oleh pemerintah sebagai informasi dari bawah bahwa saat ini memang kondisi bisnis sedang tidak kondusif untuk mengembangkan usaha, dan pemerintah harus segera ambil tindakan untuk membuatnya kondusif kembali. Tekanan-tekanan kebijakan moneter yang datangnya bersamaan dengan titik sasar yang sama (pelaku usaha) sangat memberatkan para pelaku usaha.

Kami sadar bahwa proteksi kebangkrutan usaha memang tidak ada, tetapi hal ini bisa diartikan bahwa para pelaku usaha, terutama UMKM kami bina, bisa diselamatkan dari kondisi ekonomi yang berat ini dengan memberikan ruang dan waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan ekonomi saat ini.