Laman

  • Home

Senin, 02 Oktober 2017

Pada Akhirnya Kami Diminta Merancang Inkubasi Bisnis

Inkubator Bisnis
Setelah menjalankan layanan klinik bisnis selama beberapa tahun, selanjutnya diikuti juga dengan memberikan pelatihan dan workshop maka tantangan dari beberapa perusahaan yagn memiliki CSR dalam bidang pembinaan UMKM adalah merancang inkubasi bisnis yang bisa memenuhi ekspektasi akhir dari pembinaan UMKM yang mereka lakukan.

Memang inkubator bisnis saat ini sedang berkembang pesat, terutama dari berbagai perguruan tinggi, namun ada beberapa perusahaan yang masih belum puas dengan program inkubasi yang telah ada. Mereka ingin inkubasi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka, benar-benar customized.

Sebagai contoh, saat ini kami diminta mengembangkan inkubasi bisnis untuk UKM Go Ekspor dari beberapa perusahaan BUMN. Harus benar-benar UKM yang bisa tembus ekspor sebagai ending dari inkubasi ini, lebih-lebih lagi waktu yang dibutuhkan untuk inkubasi ini adalah antara 6 bulan sampai dengan 1 tahun sesuai dengan anggaran CSR yang direncanakan.

Jika dalam perjalanan kami belum mampu membantu UKM Go Ekspor maka mungkin kami tidak berani menjawab tantangan ini, namun beberapa UMKM kami telah ekspor maka dengan modal pengalaman tersebut tentunya kami telah memiliki metode yang praktis untuk mewujudkan program inkubasi tersebut. Bukan masalah fasilitas yang akan dimiliki kelak, namun metode dan model inkubasi-lah yang nantinya akan banyak berbicara.

Memenuhi ekspektasi dari beberapa perusahaan BUMN tersebut untuk memiliki binaan UMKM yang bisa tembus pasar ekspor tentunya akan menjadi sebuah achievement yang membanggakan bagi kami. Jika inkubasi lain mereka memulai dari pangkal, yaitu produk, maka seperti biasa sebagai karakter dari Rumah UMKM, kami akan mulai dari ujung yaitu dari pasar itu sendiri.

Kami diuntungkan oleh rutinitas dari unit TTIC Kadin Jawa Tengah yagn memang tugasnya memberikan stimulasi perdagangan baik dalam negeri maupun ekspor. Dan potensi inlah yang akan kami kembangkan dan sesuaikan dengan kemampuan serta potensi produksi dari para pelaku UMKM binaan kami. Bahkan kami telah siap untuk melakukan promosi ekspor beberapa produk UMKM binaan yang sudah kami anggap "sudah saatnya" ekspor. Antara lain produk kerajinan, keramik, furnitur, olahan pangan dan sebagainya.

Jaringan pemasaran UMKM ini akan kami perkuat dengan rencana membangun Indonesia Mart di kota Semarang yang bekerjasama dengan international trader, dimana nanti produk-produk asli Jawa Tengah akan kami pajang di display kami sehingga ketikan buyer datang dengan keterbatasan waktunya mereka masih bisa singgah di kantor kami. Display ini tidak hanya di Semarang, melainkan di Singapore dan kota-kota besar lain di dunia yang didukung oleh mitra pemasaran kami.

Dengan asset-asset intangible ini, kami saat ini bergerak mempersiapkan inkubasi bisnis yang customized dari beberapa perusahaan tersebut. Sebuah perjalanan, tetapi jika tidak kami mulai maka kami tidak akan pernah sampai tujuan.