Laman

  • Home

Sabtu, 14 Oktober 2017

Konsultan UMKM Perlu Belajar Bisnis ?

Memberikan konsultasi bisnis kepada UMKM
Pertanyaan di atas justru seringkali disampaikan oleh para pelaku UMKM kepada saya, dan saya pun harus hati-hati dalam menjawabnya karena bisa sangat tidak kondusif jika saya terlalu gabah menjawabnya. Setiap sudut pandang akan menghasilkan potret yang berbeda, nah potret apa yang anda inginkan?

Idealnya memang seorang konsultan UMKM memang berawal dari praktisi bisnis agar mereka sedikit banyak tahu bagaimana "sulit"-nya memulai sebuah usaha dan bagaimana mengatasinya. Tetapi di sisi lain, konsultan itu sendiri adalah sebuah profesi yang bisa menjadi bisnis. Mereka menjadi konsultan bisa berarti mereka mengawali sebuah bisnis, selama mereka mampu menjadi mandiri dan mampu mengembangkan bisnisnya sesuai dengan kaidah entrepreneurship.

Nah, ketika cara pandang yang kedua ini saya sampaikan kepada teman-teman UMKM dan saya lanjutkan pertanayaan dengan: "Letika nanti para konsultan ini menjadi profesional dan menerapkan tarif, apakah para pelaku UMKM bersedia membayarnya?" He-He ....Jika memang para pelaku UMKM siap memberikan peluang mereka menjadi entrepreneuship kepada para konsultan ini, maka dengan senang hati saya akan menghimbau teman-teman konsultan UMKM untuk memulai bisnis ini secara profesional sehingga mereka bisa menjadi bagian yang semakin penting dalam pembinaan UMKM di Indonesia ini.
 
Ternyata pertanyaan-pertanyaan di atas disampaikan oleh para pelaku UMKM untuk "menguji" para konsultan UMKM di "jalur" mereka, mereka ingin melihat apakah para konsultan juga bisa menjalankan bisnis yang mereka lakukan. Bukan karena saya ingin membela profesi konsultan, tetapi saya cuma ingin mengingatkan teman-teman UMKM bahwa bisnis harus sesuai dengan potensi, minat dan karakter yang dimiliki oleh seseorang, tidak semua bisnis bisa dilakukan oleh orang lain. Setiap orang memiliki jalurnya masing-masing, dan mereka akan sukses di jalurnya ketika mereka mengenal potensi, minat dan karakternya dan mampu menyesuaikan ketiganya dengan peluang yang ada.

Kami ingatkan lagi, konsultan dan trainer juga merupakan sebuah bisnis dan bisa dikelola dan dikembangkan menjadi lebih profesional dan menjadi sebuah perusahaan. Para konsultan pun akan terus belajar untuk memberikan kepuasan kepada para klien yang dihadapinya. Jika saat ini mereka dianggap "belum mampu" memberikan solusi praktis, maka bukan berarti mereka akan selamanya begitu. Koreksi, kritik, saran dan masukan dari para UMKM kepada mereka akan sangat membantu mereka untuk mendapatkan akselerasi dan motivasi belajar yang besar.
 
Para konsultan UMKM juga senantiasa ingin memberikan kepuasan kepada para UMKM.
Belajar dari sisi yang lain, itulah yang dilakukan oleh konsultan.
Bisa jadi keberhasilan beberapa UMKM yang saat ini dibanggakan salah satunya dibangun dari informasi dan ide-ide para konsultan ini. Mereka membantu para pelaku UMKM dari sisi yang lain, seperti memberikan fasilitas dan kemudahan mendapatkan perijinan, training dan membantu para pelaku UMKM mendapatkan network bisnis. Mereka melakukan tugasnya, mereka juga sedang belajar mengembangkan dirinya menjadi seorang yang profesional, bahkan menjadi seorang entrepreneur pada akhirnya.

Bahwa mereka memberikan kesempatan pertama untuk berhasil kepada para pelaku UMKM, bukan pada diri mereka, perlu mendapatkan appresiasi dari para pelaku UMKM. Bahwa mereka sebenarnya adalah bagian dari "team sukses" para pelaku UMKM adalah hal yang sulit dipungkiri.

Mari kita bangun sebuah team work yang kuat yang mampu mengaitkan satu profesi dan profesi yang lain yang saling mendukung. Sukses ini adalah milik bersama, Indonesia !