Laman

  • Home

Rabu, 04 Oktober 2017

Inkubasi Bisnis Bukan Komoditas Pencitraan dan Sumber Pendanaan

Saat ini inkubator bisnis malah jadi sumber usaha menyedot dana CSR dan dana Pemerintah
Mengapa ada beberapa inkubator bisnis yang gagal ? Adalah karena tujuan awalnya sudah bergeser sebagai lahan bisnis bukan lagi kegiatan non profit, dimana saat ini inkubasi bisnis dimanfaatkan untuk menyedot dana CSR dan juga dana dari pemerintah. Pergeseran ini perlu dicermati oleh semua pihak karena besarnya dana CSR dari berbagai perusahaan besar justru menimbulkan perlombaan dalam membangun inkubator bisnis.

Seharusnya inkubasi ini adalah berupa rangkaian kegiatan atau paket kegiatan dalam meberikan pembekalan kepada calon entrepreneur dalam menghadapi persaingan dan lingkungan bisnis yang sebenarnya, terutama berhadapan dengan pasar. Tujuan membuat paket pembekalan adalah untuk membuat calon entrepreneur yang di-inkubasi bisa menjadi lebih fokus dan mendapatkan pembekalan secara rapi dan terstruktur sehingga nantinya mereka bisa mengembangkan bisnisnya di "dunia nyata" dengan lebih efektif dan efisien.

Harus diakui bahwa guru yang sebenarnya dalam bisnis adalah persaingan dan pasar, sehingga dalam dalam inkubasi ini para mentor harus benar-benar memberikan "pengalaman" dalam mengadapi persaingan dan pasar. Tidak hanya sekedar memberikan bekal persiapan bisnis berupa legalitas usaha, pembekalan teknologi produksi dan metode produksi yang efektif dan efisien, memahami kualitas produk dan produksi dengan benar serta bagaimana membangun kapasitas dan kontinuitas produksi tanpa mengorbankan konsistensi kualitas, tetapi bagaimana persiapan mentral dan pola pikir mereka sebagai seorang entrepreneur yang mandiri dan berdaya saing.

Pembangunan mindset dan sikap mental entrepreneurship harus dibangun sejak awal untuk memantapkan pilihan mereka sebagai seorang entrepreneur, bagaimana sistem inkubasi yang dibangun harus bisa mengenalin potensi dan minat dari masing-masing calon entrepreneur. Sistem ini harus dibangun dengan pemahaman bahwa adalah kemampuan dasar yang sifatnya general namun ada juga kemampuan yang benar-benar spesifik yang harus digarap dengan sistem one-to-one handling.

Jangan lupa, dalam memberikan bekal pembangunan mindset ini perlu ditekankan bahwa yang dibutuhkan oleh entrepreneur di masa mendatang adalah kreativitas dan inovasi. Membangun 2 komponen dasar ini butuh fokus dan teknik tersendiri.

Setelah membangun mindset dan persiapan usaha sudah digarap maka melatih para peserta dengan "latihan" interaksi dengan persaingan dan pasar perlu diperkenalkan dalam sistem inkubasi agar para calon entrepreneur terbekali dengan informasi lingkungan bisnis dan sudah siap dengan beberapa altenatif antisipasi persaingan dan pasar di masa mendatang. Kreativitas dan inovasi yang telah mereka miliki akan sangat berperan besar dalam membangun bisnisnya dan sekaligus mengembangkannya.

Selama inkubasi ini para calon entrepreneurship terproteksi dalam pengembangan usahanya selama tahun-tahun pertama mereka membangun bisnis, sehingga ketika mereka terjun langsung dalam persaingain nyata, mereka sduah tidak "nol" lagi, mereka sudah punya bekal yang cukup.

Nah, yang perlu ditekankan saat ini adalah jangan memberikan iming-iming modal utama usaha dan fasiltas pembiayaan yang berupa hibah karena hal ini justru menjadi kontra produktif dari program inkubasi ini. Mereka tidak akan menjadi mandiri, dan justru akan terus sibuk mencari sumber hibah lain pada akhirnya. Kita ingin membangun bisnis bukan sebuah citra untuk memiliki kegiatan pembinaan UMKM yang mampu menyedot dana dari sana dan sini.



.