Laman

  • Home

Rabu, 25 Oktober 2017

Edukasi Publik Mengenai Implementasi MEA

Edukasi Publik Mengenai Implementasi MEA Tahun 2017
Jika 2 tahun yang lampau kita sering sekali disibukkan dengan program sosialiasi MEA dan bagaimana kesiapan UMKM menghadapi MEA, maka hari ini masih tekait MEA kami diundang oleh Dirjen Perundingan Internasional Kemendag untuk memberikan materi "Peran Aktif Pelaku Usaha dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional yang Membutuhkan Dukungan dan Peran Pemerintah".

Mungkin lebih tepatnya kegiatan ini diberi judul :"Apa kabar MEA ? Sudah lama tidak terdengar kabarnya." 

Dalam edukasi publik ini menghadirkan nara sumber dari Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Ibu Marina dan dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bapak Bayu Setiawan yang sebelumnya memberikan gambaran global kondisi penerapan MEA di Indonesia serta informasi penerbitan SKA (COO) untuk kepentingan eskpor.

Neraca ekspor - impor Jawa Tengah sebelum MEA diberlakukan dan setelah MEA diberlakukan tidak mengalami banyak perubahan, bahkan ketika MEA diberlakukan impor Jawa Tengah dari Malaysia dan SIngapura justru meningkat. Sehingga boleh dikatakan bahwa MEA ini belum menguntungkan Indonesia.

Bagi pelaku usaha, MEA bisa berarti peluang (pasar ekspor) tetapi bisa juga berarti ancaman (pasar dalam negeri). Saat ini justru pasar dalam negeri lebih banyak "kebobolan" produk asing daripada produk kita bisa ekspor.

Ada 2 hal penting yang harus benar-benar mendapatkan fokus, yaitu: Peningkatan daya saing, baik di bidang SDM maupun produk itu sendiri, dan Peningkatan kinerja promosi dan pemasaran. Mungkin sudah banyak kegiatan promosi yang dilakukan, namun apakah kegiatan tersebut sudah ditinjau keefektifannya? 

Daya saing produk kita semakin lama semakin turun ketika kita terjebak dalam ekonomi berbiaya tinggi. Semua proses menjadi mahal ketika BBM, lisrik, UMR, pajak kendaraan, pajak PBB dan pajak lainya terasi semakin menaik. Menurunnya daya saing produk Indonesia bisa mengalihkan konsumen Indonesia melirih produk impor (dari ASEAN) yang ternyata lebih murah dan tetap berkualtas.

Kinerja promosi dan pemasaran baik dari instansi pemerintah di daerah maupun ITPC perlu di-refresh lagi agar lebih optimal kinerjanya. Pemahaman mengenai pasar tujuan menjadi dasar penentuan strategi promosi dan pameran di luar negeri. ITPC pun perlu terus menggali informasi pasar dan disampaikan kepada pelaku usaha melalui market brief.

Kinerja promosi dan pemasaran bisa digalang melalui kegiatan partnership dengan pihak yang memiliki jaringan yang kuat. Berbagai kegiatan akselerasi ekspor pun perlu digenjot lagi, yang dimulai dari bagaimana fokus kepada perusahaan besar dan UKM yang sudah siap ekspor. Memberikan motivasi kepada UKM untuk menembus pasar ekspor juga perlu diperpadat jadwalnya dengan terlebih dahulu mempersiapkan kemudahan logistik ekspor bagi para UKM yang tidak paham prosedur dan persyaratan ekspor.

Kami berharap sharing kami pada forum eduksi publik ini bisa memberikan pemahaman yang mudah dan pemahaman bagaimana tindak lanjut kegiatan ini di masa mendatang kepada audience.