Laman

  • Home

Selasa, 03 Oktober 2017

Benarkah Sudah Banyak Yang Beralih Ke Gula Cair ?

Gula Cair, produk UMKM untuk konsumsi industri.
Mengawal promosi dan pemasaran produk salah satu binaan kami ini, memberikan banyak wawasan dan pengetahuan kami tentang produk gula cair ini. Bahkan ketika produk ini kami bawa untuk kompetisi UKM Pangan Award 2016 lalu, dan bisa menjadi runner up untuk salah satu kategori, hal ini memberikan motivasi kepada kami bahwa produk ini benar-benar memiliki prospek pemasaran yang bagus di masa mendatang.

Sebagaimana perjalanan bisnis brand-brand lain, GULANAS (merk Gula Cair) ini juga mengalami banyak kendala di awal perjalanan mulai dari kualitas, kapasitas produksi, kemasan, teknologi maupun finansial. Justru bukan sekedar masalah pengetahuan dan pemahaman mengenai produksi yang membuatnya terus berkembang, melainkan justru pola pikir dan sikap mental dari pelaku UMKMnya yang membuatnya demikian.

Ulet, tangguh, selalu termotivasi dan positif thinking dari pelaku UMKM ini, selalu menjadi catatan bagi kami betapa hal-hal tersebut merupakan asset terbesar dari entrepreneurship. Sikap mandiri dan siap hadir dalam persaingan merupakan hal-hal penting yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM yang lain.

Produk gula cair dalam jerigen 5 liter yang siap disupply untuk industri besar dan menengah.
Terseok-seok di awal perjalanan sudah pasti, tetapi tetap bisa bertahan bahkan semakin berkembang itulah yang paling penting dalam perjalanan bisnis. Memasok beberapa pasar modern merupakan wujud keberanian UMKM yang satu ini, karena saat itu justru kondisi keuangan perusahaan sedang tidak kondusif namun ternyata keputusan yang diambil tidak salah karena jalur ini memang harus ditempuh agar brand-nya semakin dikenal masyarakat.

Sebagai produk skala UMKM yang masih baru dalam kancah pertempuran gula cair, dimana brand-brand raksasa sudah bercokol sebelumnya, tentunya bukan perkara mudah untuk menyakinkan pasar. Tetapi dengan keinginan untuk "hadir" dalam pertempuran saja, sudah cukup memberikan sebuah alternatif bagi pasar untuk menentukan piliihannya.

Jika saat ini penjualan dari produk ini semakin meningkat, maka pemikiran praktis kami adalah bahwa produk ini sudah mendapatkan awareness dari pasar dan sedikit banyak pasar sudah teredukasi dengan keberadaan produk gula cair yang lebih praktis dari gula pasir. Bahkan saat ini produk ini sedang berjuang untuk mendapatkan sertifikasi dan pengakuan bahwa produk gula cair ini lebih sehat kaena memiliki IG (index glikemik) yang rendah. Pasar yang dilayani saat ini adalah rumah tangga dengan kemasan botol dan industri dengan kemasan jerigen yang keduanya mampu berjalan dengan baik.

Pengembangan Produk

Terus berinovasi dengan pengembangan produk, GULANAS juga sedang mengembangkan produ baru berupa Flavoured Ligquid Cane Suger dengan varian rasa orange, strawberry, cocopandan, melonn dan leci. Yang menarik adalah flavour yang ditambahkan berasal dari buah alami sehingga masih dalam konsep sehat yang diyakininya.
 
Produk Flavoured Liquid Cane Sugar
Dengan pencapaian yang telah diraih sekarang ini, justru perusahaan harus semakin fokus pada posisinya sebagai manufaktur sehingga nantinya UMKM ini akan banyak menggandeng distributor maupun mitra pemasaran yang lain. Tidak disangsikan lagi bahwa produk gula cair ini akan menjadi produk massal (industri) di masa mendatang sehingga memberikan optimisme kepada mitra untuk bekerjasama dengan GULANAS.

Satu kewajiban yang sedang kami garap bareng dengan UMKM ini adalah memberikan edukasi produk kepada masyarakat dan juga melakukan promosi secara kontinyu kepada pasar. Hal mana yang merupakan dasar dalam membangun optimisme kepada para mitra bahwa perusahaan ini berkembang dan pasar berhak untuk mendapatkan alternatif produk dan mendapatkan solusi dari masalah kepraktisan dan kesehatan.

Selain fokus pada pasar lokal di pulau Jawa, UMKM ini pun sudah bertekad untuk menembus pasar ekspor karena sudah dilengkapi dengan berbagai legalitas yang dibutuhkan untuk kebutuhan ekspor. Beberapa permintaan ekspor pun sudah mulai dipenuhi, meskipun belum dalam skala FCL karena masih dalam taraf ujicoba produk. 

Beberapa industri makanan dan minuman besar pun sudah melakukan ujicoba produk seperti industri kecap untuk produk gula merah cair, industri makanan ringan dan beberapa industri minuman. Sudah beberapa industri yang sudah memberikan keputusan untuk menggunakan produk gula cair ini meskipun dilakukan dengan cara yang bertahap. Beberapa UMKM di bidang pangan pun sudah banyak yang mulai menggunakan produk gula cair ini karena masalah kepraktisannya.

Waktulah yang nanti akan memberikan jawaban bahwa memang produk gula cair ini sudah diterima oleh pasar, dan masyarakat mulai beralih kepada produk gula dalam wujud cair ini. Momen inilah yang kami tunggu untuk membuat UMKM ini menjadi besar, dan setidaknya kami memiliki cerita yang lengkap atas pembinaan UMKM, mulai dari awal dan diakhiri dengan sukses.