Laman

  • Home

Sabtu, 14 Oktober 2017

Banyak UMKM Jadi Trainer dan Usahanya Terbengkelai.

Tergelitik dengan sambutan Ka BAPPEDA Propinisi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko
Tokoh yang satu ini tidak mungkin terlepas dari kiprah pembinaan UMKM di Jawa Tengah, karena beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah. Meskipun saat ini beliau adalah Kepala BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah, namun ternyata perhatiaannya kepada UMKM tidak pernah pudar, sebagaimana terungkap dalam sambutan beliau dalam acara inkubasi bisnis berbasis teknologi UPT Iptekin yang berada di bawah BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah pada hari Jumat 13 Oktber 2017 kemarin di Hotel Le Beringin Salatiga.

Salah satu yang menggelitik saya adalah, ketika beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM jangan tergoda untuk menjadi trainer karena beberapa contoh gagal telah terjadi. Ketika beberapa pelaku UMKM dinilai sudah "berhasil" dan sering diundang menanjadi trainer motivasi, seringkali pelaku UMKM malah gagal fokus pada usahanya dan tergoda untuk bercerita "hebat" kepada pelaku UMKM lainnya. Menjadi hebat bukan dengan cerita hebat, menjadi hebat adalah tetap di jalurnya dan menyelesaikan etape-etape yang memang harus diselesaikannya.

Saya menulis ini karena menjadi sisi kebalikan dari tulisan saya sebelumnya, seorang konsultan dan trainer tidak harus pindah jalur jadi UMKM produsen, dia punya jalur bisnisnya sendiri. Dan UMKM tidak harus menjadi trainer karena dia telah memiliki jalur bisnisnya. 

UMKM harus diingatkan mengenai hal ini, agar mereka tetap fokus kepada apa yang dirintisnya. Terlalu beresiko mengambil jalur yang belum pernah mereka lalui sebelumnya, sementara mereka sebenarnya telah memiliki asset yang luar biasa, yaitu bisnisnya yang sudah berjalan. 

Diskusi sambil makan malam bersama Ka BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah,
Sebenarnya bukan masalah boleh dan tidak boleh, hanya saja jika kita cermati bisnis skala UMKM, bisnis ini masih butuh banyak fokus dan usaha untuk mengembangkannya dan biasanya sistemnya masih "one man show" atau dengan kata lain sistem manajemennya belum mengijinkan untuk bisa ditinggal-tinggal oleh penentu keputusan. Harus ada sistem manajemen yang mapan dahulu yang didukung oleh keberadaan SDM yang bisa menjalankan delegasinya dengan baik, sebelum para penentu keputusan berbagi cerita suskes dengan teman-teman UMKM yang lain.

Banyak juga para pengusaha yang mau berbagi sukses dan tetap sukses dengan bisnisnya karena mereka punya sistem manajemen yang baik dan SDM yang handal di perusahaannya. Dan semangat berbagi kiat sukses merupakan hal yang sangat positif dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. Cerita mereka merupakan bukti-bukti bahwa bahyak teori bisnis yang bisa diterapkan dan mampu membawa kesuksesan bagi banyak pengusaha.

Melakukan riset dan memperkaya khasanah teori bisnis merupakan jalur dari para akademisi, sementara membuktikannya menjadi sebuah kisah sukses adalah jalur dari para entrepreneur. Semua ada jalurya, semua ada rejekinya.