Laman

  • Home

Senin, 25 September 2017

Pembekalan Pemahaman Pemasaran Bagi UMKM Saat Pencairan Pinjaman Bunga Lunak dari PT Phapros

Pencairan Pinjaman Lunak dari PT Phapros Kepada Mitra Binaan
Hari Seniin ini benar-benar pada jadwal pelatihan, setelah setengah hari memberikan pelatihan bacic communication kepada UMKM kami yang berorentasi ekspor bersama communication expert dari PUM Belanda, setengah hari berikutnya kami diminta untuk memberikan pembekalan pemasaran bagi para mitra dan calon mitra binaan PT Phapros pada saat pencairan bunga lunak dari PT Phapros yang merupakan program CSR dari perusahaan tersebut.

Bersama kami, Bank Mandiri dan PT Phapros juga memberikan pembekalan pemanfaatan teknologi perbankan dan manajemen resiko selain pesan-pesan langsung dari Dirut PT Phapros, Ibu Barokah Sri Utama, dan Sekretatis Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Bapak Bima Kartika, tentang bagaimana pemanfaatan dana pinjaman tersebut dalam pengembangan usaha mereka.

Ada sekitar 40 mitra dan calon mitra yang hadir untuk menerima pinjaman lunak dari PT Phapros ini, dan berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Kudus, Purbalingga, Pekalongan dan sebagainya.

Pembekalan dari kami tentang pemasaran kami tekankan pada bagaimana para pelaku UMKM ini memahami pemasaran secara esens, yaitu: Bagaimana mereka mengenali pasar mereka dan mengidentifikasi pasar, Bagaimana memahami kebutuhan pasar melalui proses komunikasi pasar yang efisien dan efektif, dan Bagaimana memenuhi kebutuhan pasar tersebut sesuai dengan ekspektasi dari pasar. 

Penyerahan pinjaman secara simbolis dari Dirut PT Phapros kepada UMKM.

Foto bersama peserta pelatihan.

Memberikan materi pembekalan tentang dasar-dasar pemasaran.
3 tersebut hal adalah yang harus dipahami oleh para pelaku UMKM disamping mereka harus mempersiapkan produk yang unik dan otentik dan fokus pada produk tersebut karena selama ini permasalahan pemasaran justru datang dari produk, yaitu produk yang belum siap memasuki persaingan di pasaran. Terkait produk kami juga mengingatkan bahwa masalah legalitas, kualitas, kapasitas dan kontinuitas merupakan tanggung jawab dari produsen, selain juga bagaimana mereka mampu menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) dengan benar.

Dalam kesempatan akhir berbicara dengan Dirut PT Phapros, ke depannya akan dijalin kerjasama dengan Rumah UMKM untuk membuat sebuah program pembinaan UMKM yang lebih terintegrasi sehingga bisa menghasilkan UMKM yang mandiri dan mampu berdaya saing global.