Laman

  • Home

Sabtu, 30 September 2017

Jika Mimpi Indah UMKM Itu Adalah Ekspor, Maka Wujudkan !

Ekspor Produk UMKM, adalah cita-cita bersama.
UKM Goes Export ! Selalu menjadi target kami ketika kami memahami bahwa untuk naik kelas UMKM harus ekspor. Mengapa? Informasi ini tentunya tidak datang dari pemikiran kami sendiri melainkan hasil diskusi kami dengan rekan-rekan dari bidang keuangan dan perpajakan.

Begini, ketika naik kelas maka tidak bisa dihidarkan bahwa UKM harus berinteraksi dengan perusahaan besar, baik itu jaringan retail modern maupun industri. Ketika mereka melakukan supply kepada perusahaan besar maka mereka akah dihadapkan pada kewajiban memberikan faktur pajak atau wajib mengeluarkan PPN 10% sebagai PPN masukan perusahaan besar. 

Untuk perusahaan besar, PPN adalah selisih antara PPN masukan dan PPN keluaran. Mereka punya PPN masukan dan keluar. Tetapi apakah UKM juga memiliki 2 macam PPN tersebut ? Tidak, mereka hanya punya PPN keluaran karena mereka adalah pangkal rantai PPN, berarti mereka harus bayar 10% penuh dan nilai ini bisa sangat memberatkan kinerja keuangan mereka.

Mengapa harus ekspor ? Karena ekspor PPN-nya adalah 0% dan mereka memiliki kans yang besar untuk berkembang dari sektor ini. Memang tidak semua UMKM dan semua sektor bisa ekspor, tapi semakin banyak UMKM bisa ekspor maka semakin besar peluang peningkatan ekonomi yang bisa digarap.

Ekspor Bagi UMKM Pasti Bukan Sekedar Mimpi

Apakah ekspor bagi UMKM adalah mimpi ? Pasti bukan, sudah banyak UKM di Jawa Tengah yang sudah melakukan ekspor karena kemampuan mereka dalam membuat desain produk dan workmanship yang prima sehingga kualitas produk bisa diterima oleh pasar ekspor. Mereka dengan dengan kemampuan manajemennya mampu melakukan perencanaan kapasitas dan kontinuitas produksi serta memiliki legalitas yang cukup untuk kegiatan ekspor.

Beberapa produsen furnitur dan handicraft di Jepara dan Solo sudah dengan mulusnya melenggang memasuki pasar ekspor meskipun kadang terhadang oleh masalah sertifikasi SVLK, produsen keramik Boyolali pun sudah masuk pasar ekspor dan kemudian produk kripuk singkong dari Kabupaten Magelang juga sudah akrab dengan pasar ekspor. Belum lagi teman-teman UMKM dari sektor perdagangan online yang ternyatas sudah sangat akrab dengan pasar ekspor, mulai dari produk jamu, fashion maupun handicraft.


Bagi UKM yang sudah memiliki kemampuan ekspor dalam skala besar, kami terus membantu mereka dalam promosi. Sementara bagi UMKM yang sudah memiliki kriteria di atas tapi belum mampu dalam melakukan ekspor dalam skala besar maka kami pun sudah siapkan short cut program yang membuat mereka mampu ekspor dengan cara LCL maupun paket, karena kami sudah siapkan mitra logistik yang siap bantu mereka. 

Untuk UMKM yang belum beruntung karena masalah kualitas dan legalitas, kami dengan setia memberikan pendampingan berupa konsultasi bisnis yang bisa mereka akses dengan gratis. Bagaimana kami pahamkan mereka untuk membuat konsep bisnis yang menarik dan bagaiamana membangun jejating pemasaran ekspor di masa mendatang.

Kontrak kami dengan PT Pos Indonesia (produk: pos ekspor), PT Investree (pinjaman jangka pendek), ASEI (asuransi gagal bayar) serta Bank Exim (asuransi ekspor) adalah bukti bahwa kami ingin membantu percepatan UKM Go Export karena memang hal itu bukanlah hal yang mustahil, bukan sekadar mimpi.