Laman

  • Home

Selasa, 22 Agustus 2017

Permintaan Ekspor Daging Ayam, Apakah Jawa Tengah Bisa ?

Didik Priatomo Sindunata, Dallas Meat Semarang

Menyikapi beberapa permintaan ekspor daging ayam, unit TTIC Kadin Jateng melakukan komunikasi dengan beberapa binaan Rumah UMKM yang bergerak di bidang pemotongan ayam dan food processing untuk menjawab permintaan ini.

Sebagaimana kita ketahui Indonesia menghentikan ekspor daging ayam segar atau beku pada tahun 2003 akibat menyebarnya virus AI (Avian Influenza - Flu Burung) pada unggas dan Kementrian Pertanian sedang mengupayakan kembali ekspor daging ayam segar atau beku dengan membangun kompartemen unggas bebas AI di sejumlah daerah, terutama di Jawa karena memang wabah AI paling banyak terjadi di Jawa. Adapun tempat yang telah dibangun kompartemen itu adalah Banten, Jabar, Jateng, Jatim, lampung, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Saat ini Indonesia baru memiliki 60 kompartemen unggas bebas virus flu burung.

Tetapi untuk produk olahan dari daging ayam, produk-produk Indonesia seperti dari group Cargil, Charoen Phokpa dan Bellfood telah masuk pasar ekspor.

Meskipun kami tahu bahwa negara-negara seperti Thailand, Rusia dan Jepang yang membutuhkan supply daging ayam segar dan beku pasti akan menerapkan quality control yang ketat, kami tetap harus mencoba menawarkan produk-produk dari usaha skala menengah untuk masuk pasar ekspor. 

Jepang sendiri telah mengisyaratkan kebutuhan supply produk olahan daging ayam dan daging segar dari salah satu perusahaan di Boyolali yang merupakan fasilitas produksi dari PT So Good Food dan sedang melakukan audit untuk perusahaan tersebut.

Untuk melengkapi informasi dan potensi dari perusahaan menengah kami berdiskusi dengan CV Surya Sejahtera Food dan CV Dallas Meat di Semarang. Surya Sejahtera Food merupakan perusahaan pemotongan ayam yang berfasilitas produksi di Kendal, sementara Dallas Meat adalah perusahaan food processing yang memiliki kemampuan processing standard ekspor. Setidaknya hal ini untuk mempersiapakn mereka untuk menjajal pasar ekspor, meskipun kami tahu bahwa kendala issue AI akan menjadi ganjalan buat usaha skala UMKM disamping permintaan standar produksi yang tinggi merupakan tantangan dalam investasi para pelaku usaha skala UMKM.

Jika untuk pasar lokal, kedua binaan kami tersebut pasti akan mampu memenuhi standard kualitas untuk pasar modern dan HOREKA. Pasar dalam negeri sendiri adalah pasar yang sangat besar untuk produk daging ayam segar dan daging ayam beku. Sebagai pemanasan kami juga akan bantu perluasan pasar kedua produsen daging segar dan beku tersebut ke pasar modern yang ada di Indonesia serta pasar HOREKA.