Laman

  • Home

Kamis, 10 Agustus 2017

Mengapa Harus Membeli Produk Anda ?


Image result for customer buy your products
Customer memiliki alasan sendiri untuk membeli produk anda, anda harus tahu alasannya.

Apa yang unik dari produk anda ?

Pertanyaan yang sederhana di atas ternyata tidak sesederhana itu dijawab, karena terbukti banyak pelaku UMKM yang tidak mampu menjawabnya. Bisa jadi karena mereka tidak tahu tujuan mereka membuat produk tersebut atau mereka tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh pesaingnya. 

Seringkali mereka menjawab keunikan produk mereka, yang ternyata banyak pesaing juga telah melakukannya. Hal ini berarti mereka tidak memiliki differensiasi dengan para pesaing. 

Unik di sini bisa kita artikan sebagai sesuatu yang berbeda, berbeda dan lebih baik. Perbedaan itu bisa dimulai dari pemakaian bahan baku yang berbeda, proses atau teknologi produksi yang berbeda, produk akhir yang berbeda, kemasan yang berbeda maupun sistem pemasaran yang berbeda.

Keunikan ini pun bisa berarti bahwa produk itu adalah khas, yang hanya bisa diproduksi oleh orang tertentu atau daerah tertentu. Hal ini disebabkan karena sumber daya yang khas yang menjadi potensi suatu daerah atau seseorang.

Kemampuan para pelaku UMKM dalam memahami secara detail mengenai produknya adalah sebuah syarat mendasar bagai pelaku UMKM untuk membangun strategi pemasaran selanjutnya. Bukan seharusnya merekalah yang paling tahu mengenai produknya ? Tetapi mengapa sulit menjawab pertanyaan "apa" yang unik dari produknya ?

Mengapa Harus Membeli Produk Anda ?

Jika apa yang kita lakukan adalah karena didasarkan pada potensi produk yang dimiliki, kita bisa menyebutnya strategi product oriented sementara jika kita berorientasi pada kebutuhan pasar maka kita akan menyebuthya market oriented. Market oriented adalah mengembangkan produk sesuai dengan apa dibutuhkan oleh pasar.

Jika memang seseorang atau daerah memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang unik dan khas, maka strategi product oriented bisa dikembangkan dengan (mungkin) mengabaikan market. Tetapi jika seseorang atau daerah tidak memiliki sesuatu yang unik dan khas, maka sebaiknya mengembangkan strategi market oriented.

Untuk market oriented, ada pertanyaan yang paling mendasar sebagai landasan kita memutuskan membuat suatu produk, yaitu: Mengapa Orang harus membeli produk anda ? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita harus mengidentifikasi value proposition.

Yang dicari oleh market ada solusi dari apa yang menjadi kebutuhannya saat ini, disamping mereka juga akan menuntut benefit lebih atas produk tersebut. Jika memang produk kita mampu memberikan solusi dan benefit yang dibutuhkan, maka bisa dipastikan pasar akan membeli produk kita.

Contoh: "Penjualan mie instan semakin meningkat dalam dasa warsa ini."

Apakah karena pasar membutuhkan mie instan ? Atau pasar membutuhkan makanan siap saji yang praktis dan murah ?

Kemampuan pelaku usaha dalam mengidentifikasi permasalahan dengan baik merupakan kunci sukses mereka dalam mengembangkan produk yang market oriented.

Pasar Mana Yang Akan Dilayani ?

Adalah penting jika kita bisa mengenali siapa pasar kita sehingga kita bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhannya. Keberanian pelaku usaha dalam mengambil segmen dan target pasar adalah hal penting dalam memisahkan mereka dari persaingan. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa STP (Segmentation, Targeting dan Positioning) merupakan cara paling mendasar dalam menentukan pasar kita dan produk apa yang akan menjadi "umpan" untuk pasar kita.

Pengetahuan yang baik dalam melakukan STP menjadi awal kesuksesan strategi pemasaran yang telah disusun.

Siapa Yang Akan Mengerjakan Semua Ini ?

Penting untuk tahu siapa yang akan melaksanakan strategi ini. Dibutuhkan SDM yang memiliki kemampuan di masing-masing bidang untuk melaksanakan tugas dan fungsi dari produksi dan pemasaran tersebut. Di sinilah manajemen SDM berlaku bagi sebuah organisasi.

Harus ada yang melaksakankan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan, dan pastikan pelaksanaan tersebut terukur dan tercatat dengan baik.

Rencana strategi tersebut di atas akan menjadi sempurna jika dilengkapi dengan "kapan" seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan dan membutuhkan anggaran berapa untuk melaksakannya. 

Di sini terkandung makna penerapan manajemen operasional dan manajemen keuangan pada organisasi usaha yang harus dipahami oleh para pelaku usaha. 

Demikian apa yang bisa kami share hari ini, semoga sedikit informasi ini bisa membantu para pelaku UMKM.