Laman

  • Home

Jumat, 18 Agustus 2017

Bukan Sekedar Boomerang

Haryo Pangarso, produsen bumerang dari kota Semarang.
Kedatangan tamu seorang produsen boomerang dari Semarang, saya sempat berpikir bahwa beliaunya bertampang sangar seperti orang aborigin dari Australi, tetapi saya salah ternyata yang datang adalah Mas Haryo Pangarso yang bagi saya lebih mirip Bapak Ustadz daripada kepala suku Aborigin.

Beliau adalah sosok pelaku UMKM yang sedang memperjuangkan sebuah "gerakan" komunitas pecinta boomerang di Semarang, karena pastinya pemahaman kita tentang boomerang masih sangat dangkal dibandingkan beliau. Dalam imajinasi sangat, boomerang dibuat untuk senjata yang mampu membunuh, namun setelah beberapa produk disodorkan, justru saya melihat sebaliknya, karena boomerang ini bisa dijadikan suatu hobby maupun olahraga yang cukup menarik.

Lebih mantap lagi ketika Mas Haryo mengatakan bahwa sebenarnya boomerang juga asli dari Indonesia, karena jaman belanda dulu mereka telah menemukan bahwa masyarakat Sulawesi telah mengenal boomerang dari bahan baku bambu. Jadi boleh dibilang bahwa boomerang melulu milik orang Australia.

Sebelum berbicara lebih lanjut, hari ini saya Mas Haryo diskusi tentang boomerang yang bisa dilempar dan kembali lagi, bukan sekedar boomerang untuk souvenir. Ini boomerang asli ! Hanya saja, saya baru tahu bahwa ternyata boomerang bisa dibuat dari berbagai macam bahan baku, bukan hanya dari kayu melainkan juga plastik, bambu, campuran resin dan sebagainya. Bahkan Mas Haryo juga pernah mengembangkan boomerang berbahan baku bahan recycle.

Boomerang Untuk Hobby

Yang pasti akan menjadi menarik adalah ketika lempar boomerang ini akan menjadi hobby anak-anak muda, dan selanjutnya akan menjadi satu cabang olah raga. Untuk menjadi hobby pastinya masyarakat akan menjadi kritis dalam mengajukan pertanyaan, oleh sebab itu tulisan ini sebagian kecil akan menjawab mengapa boomerang menjadi semakin menarik.

Yang menarik dari boomerang bukan saja inovasi bahan dan desain boomerang, melainkan juga teknik melempar dan menangkap boomerang. Dibutuhkan ketrampilan untuk sekedar melempar boomerang agar boomerang tersebut bisa kembali kepada pelemparnya. Jika sudah bisa melempar maka dibutuhkan ketrampilan khusus untuk bisa menangkapnya kembali.

Biasanya untuk pemula, boomerang yang dipakai adalah boomerang yang berbahan ringan dari plastik dan karet. Tetapi jika sudah mahir maka, si pelempar boomerang butuh tantangan yang lebih baru dengan bahan yang lebih berat dan desain yang bervariasi, dan seterusnya. Tidak akan ada habisnya, mungkin itu yang bisa disampaikan oleh Mas Haryo kepada saya.

Image result for Boomerang dari Semarang
Komunitas Boomerang Semarang


Image result for Boomerang dari Semarang
Berbagai bentuk boomerang.

Jika mereka sudah mahir lempar dan tangkap serta sudah coba berbagai bentuk boomerang, apakah akan berhenti di situ ? Tidak, biasanya para hobbiest akan terus mencari tantangan baru, yaitu bagaimana mereka bisa membuat boomerang-nya sendiri untuk bisa di-"pertandingkan" dengan rekan-rekan sekomunitasnya.

Tantangan inilah yang membuat saya melihat bahwa sebenarnya produk boomerang itu bisa berkembang di Indonesia sebagai hobby. Saya mereka percaya diri lagi, ketika dari produsen mengatakan bahwa permintaan dari luar negeri pun sering ditanggapi. 


Memperkuat Lini Produksi

Dengan melihat komunitas penggemar boomerang yang terus berkembang, saya merasa yakin bahwa pasar produk boomerang akan berkembang sejalan berkembangnya para pecinta boomerang yang akan muncul karena mencari tantangan baru dan unik ini.

Ketika hal ini berkembang, lantas bagaimana dengan produksinya ? 

Sementara ini boomerang masih diproduksi oleh sekelompok pengrajin di Kota Semarang, dan perlu wadah untuk menyatukan visi kualitas dan visi jangkauan globalnya. Sempat tersirat dari diskusi kami dengan Mas Haryo bahwa teman-teman produsen butuh "support" berupa failitas produksi yang cukup luas untuk produksi dan showroom. Dengan terpusatnya produksi boomerang ini, monitoring produksi dan pengembangan-pengembangan produk selanjutnya bisa lebih terkoordinasi.

Sempat saya tanyakan juga kepada Mas Haryo apakah sudah punyak HKI, jika belum maka saya akan mengupayakan fasilitas HKI melalui UPT IPTEKIN Bappeda propinsi Jawa Tengah. Hal ini karena saya melihat bahwa pengembangan boomerang adalah sarat dengan observasi dan pemahaman teknologi.

Memperjuangkan Lempar Boomerang sebagai Cabang Olah Raga.


Meskpun lempar boomerang memiliki potensi besar untuk menjadi cabang olah raga, bukan sekedar hobby, namun butuh upaya yang luar biasa untuk memperjuangkannya. Upaya awal yang dilakukan adalah mengembangkan komunitas pecinta boomerang dan menggagas event-event boomerang di Semarang. Bahkan event tingkat nasional pun mulai disentuh oleh komunitas pecinta boomerang.

Jika lempar boomerang ini sudah menjadi satu cabang olah raga yang sudah diakui, maka nasib para pelaku UMKM produsen boomerang sedikit banyak akan terbantu menjadi lebih baik. 

Demikian apa yang kami diskusikan dengan Mas Haryo Pangarso, seorang pelaku UMKM yang setia mengembangkan boomerang di Kota Semarang. Semoga apa yang saya tulis hari ini bisa membuat teman-teman yang ingin mengenal boomerang lebih dekat bisa bergabung dengan komunitas yang dipimpin oleh Mas Fajar yang selalu berkumpul di lapangan Simpang Lima setiap acara Car Free Day di Kota Semarang. Sukses !