Laman

  • Home

Minggu, 23 Juli 2017

Membuat Franchise


Image result for franchise business
Membuat Franchise
Salah satu upaya para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha adalah dengan cara waralaba (franchise), karena cara ini menggabungkan upaya permodalan dan pengembangan peluang usaha sekaligus. Para pengusaha yang kreatif mengembangkan franchise karena melihat peluang bahwa di luar sana banyak orang yang memiliki modal tetapi tidak memiliki ide usaha atau bahkan tidak mau ribet dengan mengelola usaha. Para pemodal ini hanya ingin modalnya yang bekerja untuknya, sehingga menjadikan hal ini sebagai peluang usaha yang saling menguntungkan antar keduanya.

Jika mungkin saat ini pertumbuhan bisnis franchise sungguh sangat luar biasa, namun peuang bagi yang kreatif dan mampu menciptakan manajemen serta sistem pengelolaan usaha yang baik masih sangat terbuka luas. Memang banyak kenyataan banyak bisnis franchise tidak terbukti berhasil, karena mereka terburu-buru membuat franchise ketika usahanya baru teruji dalam satu musim atau 1 - 2 tahun berjalan. Dalam masa yang singkat ini bisa dikatakan bahwa sistem manajemen dan SOP belum teruji dengan baik dalam situasi dan kondisi bisnis yang semakin kompleks saat ini. Hal ini sangat penting untuk dicermati bagi para pencari franchise.

Tetapi banyak juga franchise yang terbukti mampu bertahan dan bahkan masih terus berkembang dan bahkan harga franchisenya pun melambung tinggi karena "bukti" keberhasilannya tersebut. Keberhasilan para pelaku bisnis franchise lokal ini tentu saja menarik minat para pelaku bisnis lainnya. Meskipun bisnis franchise mengalami booming di sekitar tahun 2009, namun sampai sekarang peluang ini masih terus terbuka luas. Selama bisnis franchise ini mampu menawarkan harga yang kompetitif dan bukti keberhasilan yang nyata maka masih akan banyak para pemodal memburunya.

Menyikapi hal di atas, banyak para pelaku UMKM yang datang kepada kami untuk sekedar menjajagi peluang untuk mengembangkan franchise atas usaha mereka. Selain mampu membuat "bukti keberhasilan usaha" sebagaimana kami sebutkan di atas, maka ada 10 langkah umum yang harus ditempuh ketika kita ingin mengembangkan bisnis francise sebagai berikut:

1. Membuat Ciri Khas Usaha


Keunikan merupakan langkah value proposition yang harus dipertimbangkan sejak awal oleh para pelaku UMKM ketika ingin mengembangkan usaha franchise. Apa uniknya usaha mereka ? Sejauh mana bisnis ini mampu memenuhi kebutuhan pelangaan mereka ? Bagaimana kondisi persaingan bisnisnya ? Apa yang nantinya akan menjadi competitive advantage bisnis mereka ?

Jika pertanyaan-pertanyaan di atas sudah bisa terjawab maka peluang membuat franchise mulai terbuka saat itu. 

2. Membuat Bukti Keberhasilan Usaha

Orang mempertimbangkan berbisnis dengan anda adalah ketika melihat bahwa bisnis yang kita jalani mampu membukukan sebuah keuntungan dan keberhasilan, terutama dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini adalah langkah yang paling sulit bagi pelaku usaha, karena mereka harus membuat prototype bisnis yang telah terbukti berhasil dalam jangka waktu tertentu.

Pembuktian prototype bisnis ini memang harus digodog dalam berbagai masa dan situasi bisnis, sehingga tidak boleh hanya diuji dalam waktu yang sangat singkat, misalnya hanya 1 - 2 tahun berjalan. Jangan membuat franchise atas bisnis yang sedang booming atau mengikuti trend, karena hal itu tidak masuk dalam kategori unik pada langkah no 1.

Selain mampu membuktikan keberhasilan, bisnis ini harus mampu menjanjikan prospek di masa mendatang yang baik, karena hal ini yang ingin dibeli oleh mitra di masa mendatang.
  
3. Membuat Standar Operasi Baku


Supaya dapat dikembangbiakkan dimana-mana dalam waktu cepat, kita harus memiliki standar operasi baku. Kelemahan mayoritas pengusaha UKM adalah membuat standar operasi ini. Tidak sulit membuat standar operasi baku itu. Asalkan kita memahami prosesnya dan mau menuliskan proses itu diatas kertas, jadilah standar operasi baku dalam bentuk yang paling sederhana. Selebihnya kita tinggal mengemas standar operasi baku itu dalam bentuk buku (bisa minta bantuan kepada penulis atau penyusun sistem).

4. Membuat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Salah satu kelemahan pengusaha UKM adalah jarang yang memproteksi hak intelektualnya, baik karena faktor ketidaktahuan maupun anggapan bahwa mengurus HAKi itu mahal bin ribet karena berkaitan dengan birokrasi. Padahal bisnis franchise itu yang diperjualbelikan adalah HAKI-nya. Jadi segeralah daftarkan merek, paten, hak cipta, tau disain industri pada Ditjen HAKI Depkumham. Biayanya lumayan terjangkau. Anda bisa minta bantuan pada konsultan HAKI yang ada di tiap perguruan tinggi.

5. Membuat Cara Duplikasi Yang Mudah & Praktis

Salah satu kunci supaya bisnis kita mudah dikembangbiakkan adalah cara duplikasi yang mudah dan praktis. Kita harus menyusun cara supaya orang lain mampu menduplikasi usaha kita secara mudah. Sistem duplikasi ini biasanya terangkum dalam sistem training. Cara membuatnya mudah. Tuliskan saja bagaimana cara orang lain mampu melakukan bisnis kita secara cepat dan tepat.

6. Membuat Keuntungan Yang Bertumbuh

Bisnis tidak layak dikembangbiakkan jika masih merugi, sehingga satu-satunya cara supaya bisnis tersebut layak dikembangbiakkan adalah dengan membuat keuntungan yang bertumbuh. Keuntungan bertumbuh didapat jika dalam jangka waktu tertentu bisnis kita memiliki kecenderungan mencetak untung terus menerus. Oleh karena itu, jangan segan-segan tetapkan target pendapatan, upayakan selalu mencapai target tersebut, dan selalu naikkan target untuk periode waktu selanjutnya. Begitu seterusnya. Usahakan bisnis tidak mengalami kerugian.

7. Membuat Supporting Management Yang Berkelanjutan

Salah satu kewajiban franchisor yang sangat penting dalam mengembangbiakkan usahanya adalah memberikan supporting management berkelanjutan selama masa kontrak kepada para franchisee-nya. Begitu usaha kita mulai berkembang, segera benahi internal perusahaan kita. Gunakan organisasi bisnis yang profesional untuk menangani usaha. Tingkatkan terus ketrampilan mereka supaya dapat memberikan supporting management yang dibutuhkan oleh para franchisee.

8. Membuat Prospektus Bisnis

Jika pada bisnis konvensional kita terbiasa menjual jasa atau barang, maka pada bisnis franchise kita menjual bisnisnya. Disini diperlukan lebih dari sekedar brosur. Kita memerlukan prospektus bisnis supaya calon mitra bisnis kita mampu melihat prospek cerah bisnis tersebut. Cara membuatnya hampir sama dengan membuat proposal bisnis, hanya saja dalam prospektus bisnis biasanya dilampiri dengan laporan keuangan selama beberapa periode tertentu yang menunjukkan perusahaan kita untung. Jika tidak mampu menyusun sendiri prospektus bisnis, kita dapat menggunakan jasa konsultan dengan biaya terjangkau.

9. Membuat Perjanjian Franchise

Indonesia menganut sistem kebebasan berkontrak. Kita bebas membuat dan menyusun perjanjian kerjasama bisnis. Membuat perjanjian franchise sama seperti membuat perjanjian kerjasama biasa. Dalam perjanjian franchise ada beberapa hal yang khusus diatur, yakni apa jenis HAKI yang di-franchise-kan, apa saja kegiatan usahanya, bagaimana supporting management dilakukan, mana saja wilayah usaha yang diperjanjikan, bagaimana tata cara pembayaran biaya franchise, serta bagaimana kepemilikan, perubahan kepemilikan dan hak ahli waris jika franchisee meninggal dunia sebelum kontrak franchise berakhir.

10. Membuat Badan Usaha atau Badan Hukum

Bisnis franchise itu kompleks sehingga membutuhkan organisasi bisnis dalam bentuk badan usaha atau badan hukum. Bentuklah badan usaha atau badan hukum ini. Bisa dalam bentuk CV atau PT. Kita tidak dapat lagi menjalankan bisnis secara perorangan jika ingin difranchisekan.

Semoga 10 langkah membuat franchise ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan cara ini. Salam sukses !