Laman

  • Home

Selasa, 25 Juli 2017

Investree, Peluang Pembiayaan Modern Bagi UMKM

Peresmian Investree di Jawa Tengah

Jika selama ini kami masih berkutat bagaimana membangunkan jaringan pemasaran bagi UMKM Jawa Tengah, dengan bermunculannya eCommerce yang bisa menjadi market place bagi produk UMKM Jawa Tengah kami merasa sebagian beban moral telah terpernuhi, meskipun bukan berarti tugas pemasaran kami akan lebih ringan di masa mendatang karena semakin banyak produk yang muncul dan bertambahnya pelaku UMKM.

Nah, kali ini kami merasa terbantu lagi dengan sistem permodalan modern yang ditawarkan oleh Investree yang mengundang kami dalam peresmian Investree di Jawa Tengah di Hotel Aston pada hari Selasa, 25 Juli 2017 ini. Sebuah solusi pembiayaan baru yang memungkinkan para pelaku UMKM mendapatkan pinjaman tanpa agunan, melainkan berbasis pada invoice (tagihan) untuk jangka pendek.

Adrian A Gunadi, CEO Investree memperkenalkan Investree di Jawa Tengah.
Investree memberikan benefit kepada lender dan borrower.
Sebagai solusi finansial baru, Bank Indonesia memberikan dukungan pada penetrasi pasar Investree di Jawa Tengah.
Investree telah terdaftar di OJK, dan selama 1 tahun ini akan mendapatkan pengawasan dari OJK.
Untuk lebih jelasnya berikut kami akan memperkenalkan Investree kepada para pelaku UMKM di Jawa Tengah:

Sekilas Mengenai Investree

Investree adalah perusahaan teknologi finansial di Indonesia dengan sebuah misi sederhana: sebagai online marketplace yang mempertemukan orang yang ingin mengajukan pinjaman (borrower) dan orang yang ingin memberikan pinjaman (lender). Tak hanya memberikan tingkat perolehan yang memuaskan untuk para lender, Investree juga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses bagi borrower. Investree mendigitalisasi inklusi finansial.

Tentang peer-to-peer lending


Familiar dengan situasi ini?à Seorang teman ingin meminjam kepada Anda tapi segan. Ia lalu memutuskan untuk meminta bantuan kepada bank namun terkendala persyaratan yang rumit. Di sisi lain, Anda memiliki dana berlebih tapi enggan meminjamkan karena merasa waswas. Peer-to-peer (P2P) lending ada untuk memecahkan masalah tersebut.

P2P lending merupakan jenis pinjaman tanpa agunan yang memperkenankan individu/kelompok untuk meminjam uang dari individu/kelompok lainnya melalui wadah pinjam meminjam online yang disebut marketplace. Dalam hal ini, laman web atau penyedia jasa P2P lending berfungsi sebagai perantara atau broker antara kedua pihak, sehingga tidak melibatkan bank atau lembaga finansial lainnya sebagai perantara atau sejenisnya.

Peran Investree adalah menjalankan marketplace. Bagaikan pusat perbelanjaan yang mempertemukan penjual dan pembeli, tugas Investree adalah menyediakan ruang eksklusif bagi para pengaju dan pemberi pinjaman untuk saling bertemu. Tak hanya itu, Investree juga menyeleksi, menganalisis, dan menyetujui aplikasi pinjaman yang diajukan oleh borrower agar lender dapat memperoleh pendanaan yang berkualitas, serta memelihara akun borrower dengan menjalankan strategi monitoring, collection, dan recovery untuk menimalisasi risiko keterlambatan. Kepercayaan masyarakat terhadap marketplace pun dapat terjaga.

Mengajukan pinjaman atau mendanai orang lain yang bukan teman menjadi poin penting dari keberadaan peer-to-peer lending platform. Merupakan pengembangan konsep ekonomi berbagi—atau yang lebih sering disebut dengan istilah sharing economy—P2P lending ditujukan untuk memformalisasi proses pinjam meminjam yang dilakukan antarteman maupun keluarga. P2P lending sendiri mulai berkembang di Inggris pada tahun 2005 dan telah merambah berbagai negara di seluruh dunia dengan merevolusi aktivitas pinjam meminjam menjadi lebih mudah, aman, dan terpercaya.


Produk Unggulan

UNTUK BORROWER: Pinjaman Bisnis dengan Skema Invoice Financing

Pinjaman modal kerja untuk memperlancar arus kas (cash flow) bisnis dengan menjaminkan tagihan atau invoice. Mekanismenya, borrower akan dibiayai melalui skema tersebut, yaitu kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara menjaminkan tagihan yang sedang berjalan sebagai sumber pembayaran pinjaman oleh borrower. Tagihan atau invoice yang dimiliki oleh borrower kemudian akan menjadi dasar peminjaman dan dibayarkan oleh klien peminjam yang disebut dengan payor.

Berikut syarat-syarat umum pengajuan Pinjaman Bisnis:
  1. Perseroan Terbatas
  2. Telah berdiri dan beroperasi minimal 1 tahun.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogya dan sekitarnya, dan Surabaya dan sekitarnya.
  4. Total hasil penjualan minimal Rp 2,5 miliar per tahun.
  5. Memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan listed di bursa, multinasional, BUMN, dan Lembaga Pemerintahan.
  6. Memiliki dan menyerahkan kelengkapan dokumen (rincian pada gambar di bawah ini).




Dengan ketentuan antara lain:

  1. Plafon pinjaman maksimal 80% dari nilai tagihan.
  2. Suku bunga 14% hingga 20%, tergantung tingkat risiko yang ditentukan oleh hasil credit-scoring atau analisis kredit Investree.
  3. Bunga yang dibayarkan dikurangi Pajak PPh 23 15% (WNI) dan PPh 26 20% (WNA).
  4. Jangka waktu pinjaman 14 hari hingga 6 bulan tergantung term of payment atau jangka waktu bayar tagihan.
  5. Jangka waktu penawaran pinjaman 14 hari kalender.

Syarat-syarat khusus mengajukan Expresso Loan atau pinjaman dengan invoice bertenor pendek (14 sampai dengan 30 hari):

  1. Jangka waktu pinjaman 14 sampai dengan 30 hari.
  2. Nilai pinjaman (dari tagihan atas pekerjaan yang telah dilakukan) senilai Rp 30 juta hingga Rp 2 miliar.
  3. Pendanaan menggunakan cash-in-hand* saja oleh lender.
*) Cash-in-hand adalah penempatan dana lender di rekening virtual Bank Danamon yang dibuka atas nama lender.

Keunggulan mengajukan Pinjaman Bisnis melalui Investree:
  • Fleksibel dengan kontrol yang lebih baik.
Borrower dapat memanfaatkan solusi pembiayaan tagihan Investree kapan saja dan menghubungi tim untuk berdiskusi tentang kriteria tagihan yang dapat dibiayai melalui Investree selama jam operasional kantor (09.00 – 17.00 WIB). Peminjam juga bisa mengendalikan biaya pendanaannya secara penuh melalui dasbor pribadi.
  • Biaya yang transparan dan kompetitif.
Segala bentuk biaya akan kami beritahukan sejak awal. Biaya hanya akan dibebankan pada pinjaman yang berhasil didanai. Borrower pun akan mendapatkan suku bunga yang bersaing.
  • Layanan personal yang bersahabat.
Investree percaya bahwa di tengah kemajuan teknologi, layanan personal tetap dibutuhkan untuk mempermuah proses pengajuan pinjaman. Setiap borrower akan didampingi oleh seorang Account Manager yang siap membantu dimana pun, kapan pun.

Cara mengajukan Pinjaman Bisnis melalui Investree:



UNTUK LENDER: Memberikan Pinjaman/Mendanai Jangka Pendek untuk Memperoleh Return Menarik  

Melalui Investree, pemberi pinjaman atau lender dapat memberikan bantuan pembiayaan untuk mengubah kehidupan banyak orang—terutama UMKM di Indonesia—menjadi lebih baik sekaligus memperoleh return atas pendanaan yang diberikan. 

Setiap aplikasi pinjaman akan melalui proses seleksi, analisis, dan persetujuan oleh Tim Invstree sebelum ditawarkan kepada lender di marketplace. Pada prosesnya, kami mengadministrasikan pergerakan dana antara lender dan borrower melalui bank rekanan (saat ini Bank Danamon). Investree juga mewakili lender dalam mengawasi, menagih, dan mendistribusikan pembayaran pinjaman borrower kepada lender. 

Bagan/skemanya di bawah ini.


Berikut syarat-syarat umum menjadi lender:
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)/Warga Negara Asing (WNA)
  2. Bagi WNI, menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan cover buku tabungan.
  3. Bagi WNA, menyertakan paspor dan memiliki rekening bank di Indonesia.
Dengan catatan:

Minimal pendanaan adalah Rp 1.000.000 untuk kategori Pembiayaan Karyawan (Employee Loan) dan Rp 5.000.000 untuk kategori Pinjaman Bisnis (Business Loan). 

Penerapan pengelompokan nilai pendanaan untuk diversifikasi portofolio: 

Setiap lender memiliki jumlah maksimal dalam melakukan pendanaan, bergantung pada nilai suatu pinjaman. Dan untuk memudahkan lender dalam melakukan diversifikasi portofolio, Investree memberlakukan sistem pengelompokan nilai pendanaan atau fraksi, di mana setiap lender memiliki angka maksimal dalam mendanai suatu pinjaman sehingga dapat menimalisasi risiko dan paparan pendanaan tunggal. Tabelnya di bawah ini. 

 
Keunggulan memberikan pinjaman melalui Investree:
  • Return yang atraktif.Lender akan langsung menerima principal dan bunga yang dibayarkan oleh borrower tanpa beban biaya apapun.
  • Risiko terukur. Analisis komprehensif terhadap invoice yang diajukan oleh calon borrower. Pendanaannya pun dijamin berkualitas, dengan proses transaksi yang aman.
  • Tranparansi untuk kemudahan mengakses informasi.
Cara memberikan pinjaman/mendanai melalui Investree:
  1. Menelusuri marketplace; Lender menganalisis pinjaman berdasarkan informasi yang tertera di fact sheet.
  2. Mendanai pada tawaran pinjama; Lender menentukan jumlah pendanaan pada tawaran pinjaman yang dipilih.
  3. Menerima pengembalian pinjaman

Lender menerima pengembalian pinjaman beserta bunga yang dapat didanai kembali pada tawaran pinjaman lainnya.
 

Demikian info singkat mengenai investree yang bisa menanjadi alternatif solusi dalam pembiaayaan usaha jangka pendek. Semoga info ini bermanfaat bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah.