Laman

  • Home

Senin, 12 Juni 2017

Tips Hemat Listrik Untuk Biaya Produksi

Image result for cut your electricity cost
Sudah saatnya UMKM memikirkan penghematan listrik
Kenaikan tarif dasar listrik memang sangat berpengaruh dalam proses produksi dari suatu industri. Jika perusahaan harus mengeluarkan dana lebih untuk proses produksi, tentu saja produk harus dinaikkan harganya agar menutupi biaya dari proses dari produksi. 

Namun konsumen tentu saja akan mengeluh dengan naiknya harga produk dari suatu industri. Oleh karena itu untuk mengurangi biaya produksi yang melambung karena kenaikan tarif dasar listrik yang melambung, sebaiknya melakukan beberapa cara untuk menghemat biaya listrik pabrik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, berikut penjelasan lebih lanjutnya. 

Untuk cara pertama, sebaiknya anda tinjau lagi dari sistem teknis dan juga perbaikan dari arsitektur bangunan yang digunakan. 

Beberapa gedung bertingkat di Jakarta, 60% dari semua pemakaian listrik digunakan hanya untuk beban listrik pada pendingin ruangan atau AC saja. Hampir di semua pabrik, pendingin ruangan merupakan fasilitas bantuan atau bahkan alat utama dalam proses produksi. 

Image result for cut your electricity cost
Saatnya penghematan biaya listrik.
Jika memang harus menggunakan pendingin ruangan, sebaiknya mengganti unit pendingin dengan EER yang rendah. Agar lebih efektif, sistem aliran dari refrigetant sebaiknya di perbaiki ulang agar lebih hemat listrik. Kemudian jangan lupa untuk hanya menggunakan pendingin ruangan pada suhu yang cukup bukan suhu maksimal. Pendingin ruangan, baik itu untuk ruangan atau pabrik, bekerja lebih keras ketika terdapat sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan terutama diantara jam 10 pagi hingga jam 3 sore. 

Untuk pabrik, seharusnya ruangan dengan pendingin ruangan sebaiknya menggunakan penutup dan penghalang sinar matahari di sisi barat dan timur.

Namun sebaiknya adalah ruangan benar-benar tertutup dari sinar matahari seperti tidak membangun jendela atau fentilasi. Vertical blind jika digunakan untuk menghalang sinar matahari sebenarnya tidak cukup. Memang penghalang vertikal ini dapat menghadang sinar matahari, namun belum dengan panas atau radiasi dari sinar matahari. Untuk mengurangi perambatan radiasi sinar matahari, pemasangan isolator panas dan juga pemasangan dinding dobel dengan jarak sekitar 10 cm. 

Perketat prosedur operasionil. Beberapa prosedur operasionil jika dilakukan dengan tepat dapat mengurangi listrik dari pabrik. Misalnya adalah untuk mematikan lampu dan juga pendingin ruangan ketika tidak ada orang. 

Kemudian, untuk ruangan tanpa pendingin udara, sebaiknya dibangun dengan sistem pencahayaan yang bagus agar penggunaan lampu disiang hari dapat dikurangi. Untuk alat-alat produksi yang membutuhkan tenaga listrik besar, sebaiknya dioprasikan ketika jam listrik sedang normal. Pada jam 6 sore hingga 11 malam, biaya listrik lebih mahal karena sedang pada jam pemakaian aktif. Sebisa mungkin menghindari pemakaian alat produksi berat pada jam tersebut. 

Prosedur operasionil manual tersebut memang dapat dilakukan untuk bangunan dengan skala kecil, namun jika prosedur tersebut dilakukan untuk bangunan besar seperti pabrik dengan luas lebih dari 500m2 atau bangunan tingkat lebih dari 20 lantai tentu saja sangat sulit. Oleh karena itu lebih baik dilakukan prosedur operasionil otomatis. 

Telah tersedia berbagai macam actuator dan sensor untuk berbagai macam keperluan. Beberapa jenis sensor adalah sensor cahaya, sensor pintu, sensor panas untuk keberadaan seseorang, pengatur waktu, dan lain sebagainya. 

Tujuan dari alat ini adalah untuk menonaktifkan beberapa peralatan secara efektif menurut dari sensor yang dipasang. Selain itu sensor juga dapat dikombinasikan agar dapat menghemat listrik dan pemakaian yang lebih tepat. Kemudian untuk dapat hasil maksimal, sebaiknya dipasang juga alat penghemat listrik di semua peralatan industri dengan daya besar. 

Penghemat listrik dapat memberikan hasil maksimal jika dipasangkan disetiap alat, bukan hanya satu untuk semua peralatan.