Laman

  • Home

Rabu, 22 Februari 2017

Memahami UKM Go Ekspor Dengan Sederhana

Image result for export activities at airport
UKM Go Ekspor


Istilah UKM Go Ekspor awal kali kami dengan saat kami mengikuti sebuah seminar di Bank Indonesia, dan sejak itu saya mulai pertanyakan kepada beberapa ahli pembinaan UMKM dari instansi terkait bagaimana detail praktis pelaksanaannya. Dan, kebanyakan jawabannya masih berkisar dari bagaimana memberikan pelatihan prosedur dan persyaratan ekspor serta pelatihan marketing ekspor.

Sebenarnya bukan jawaban ini bukan yang kami harapkan sebagai pelaksana di lapangan, kami ingin jawaban yang sekaligus action praktis di lapangan. Bagaimanapun juga, sebagai mitra pembangunan strategis bagi pemerintah, Kadin Jawa Tengah harus mendukung program UMKM Go Ekspor. Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, yang lebih memilih cara praktis dalam mewujudkan UMKM Go Ekspor telah memiliki ide cemerlang dengan eCommercenya yang meskipun butuh waktu meng-godog-nya yang cukup lama, tetapi sebenarnya inilah yang dibutuhkan dalam menyikapi program UKM Go Ekspor tersebut.

Dari konsep ide eCommerce ini, bersama ini kami ingin sedikit share kepada teman-teman UKM bahwa sebenarnya ekspor bukanlah hal yang sulit dilakukan jika kita mampu mencermati kondisi demi kondisi yang ada, yaitu:

1. Memahami kata ekspor
 
Ekspor adalah pengiriman barang keluar dari wilayah kepabeanan Indonesia. Perdagangan ekspor adalah Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir.

Dalam pemahaman ini tidak disebutkan berapa minimal jumlah yang harus dikirim untuk masuk dalam kategori ekspor. Seringkali UKM yang menjadi audience dalam seminar yang diadakan oleh pemerintah berasumsi bahwa untuk ekspor kuantitasnya adalah untuk 1 container, meskipun cuma 1 x 20' CTR. Tetapi inilah yang masih menjadi persepsi dari UKM, sehingga belum apa-apa mereka sudah merasa bahwa "ekspor" itu akan menjadi masalah bagi mereka, terutama dalam kapasitas produksi dan pembiayaan.

Seharusnya penekanan kepada UKM cukuplah masalah desain dan kualitas produk untuk saat ini, jika mau ditambahkan adalah desain dan kualtas kemasan. Untuk kuantitas ekspor pun cukup bisa mulai dari 10 kg saja. Dengan kondisi ini, maka bayangan UKM terhadap ekspor tidaklah terlalu berat, mereka bisa mulai belajar praktek ekspor dari kuantitas kecil.


2. Memahami permasalahan prosedur dan pengiriman ekspor

Jangankan UKM, bahkan perusahaan skala besar pun masih sering terkendala dengan prosedur dan pengiriman ekspor. Permasalahannya adalah dalam hal logistik dan distribusi.

Jika memang permasalahannya di bidang logistik maka hal praktis yang telah kami lakukan adalah menunjuk perusahaan logistik yang "bersedia" membantu pengurusan hal-hal tersulit dalam prosedur dan pengiriman ekspor, yaitu dokumen ekspor, bagi UKM. Dalam hal ini kami bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dengan produk Pos Ekspor dan sekarang telah muncul lagi Pos Logistik yang mampu menangani cargo yang lebih besar.

Dengan cara seperti ini kami ingin memudahkan UKM untuk ekspor dengan cuma mengisi 1 lembar formulir untuk pengiriman 10 - 300 kg, tentunya dengan harga yang lebih bersaing dengan tujuan negara yang banyak.

Daripada memberikan pelatihan ekspor kepada UKM maka bagi kami, saat ini, akan lebih mudah meminta rekan-rekan dari ekspor logistik untuk membuat paket pengiriman ekspor logistik bagi UKM. Quick Win ! Inlah yang ingin kami capai.


3. Memahami permasalahan prosedur dan pengiriman ekspor

Lagi, UKM dibuat "berkhayal" dengan pasar ekspor ketika mereka selalu dipahamkan bahwa pasar ekspor itu adalah "orang asing". Mereka akan jadi semakin "jauh" dari keinginan ekspor manakala bahasa Inggris pun mereka tidak paham.

Beberapa kali dalam pelatihan pemasaran ekspor yang kami lakukan adalah memahamkan para pelaku UKM bahwa teman dan keluarga kita yang bekerja di luar negeri itu memiliki kebutuhan dan mereka butuh produk dari Indonesia. Ketika mereka sendiri, mungkin belanja import dari Indonesia akan berat, tetapi ketika yang berbelanja import ini adalah komunitas atau kelompok maka realisasi belanja import akan lebih memungkinkan.

Import di Eropa dan Timur Tengah bisa ditangani oleh toko-toko yang milik orang Indonesia yang tinggal di sana, karena mereka biasanya memiliki ijin import.

Nah, tugas semua KBRI adalah memberikan pelatihan import bagi para warga negara RI yang ada di negara tugasnya.

4. eCommerce

Sebagaimana perkembangan teknologi saat ini, maka eCommerce yang bisa menjangkau 3 hal di atas adalah solusi total dari semua permasalahan UKM Go Ekspor. Dan Kadin Jawa Tengah saat ini sedang memperjuangkan GetAsean.Com sebagai solusi UKM Go Ekspor.

Semoga pihak pemerintah dan Bank Indonesia sebagai pencetus UKM Go Ekspor bisa memberikan dukungan penuh terhadap GetAsean.Com, karena kami butuh dukungan itu dari pemerintah.


Demikian apa yang bisa kami share kepada teman-teman UKM dan juga pemerintah terhadap upaya UKM Go Ekspor. Sukses !