Laman

  • Home

Jumat, 17 Februari 2017

Art Shop Hotel, Antara Fasilitas Untuk UMKM dan Sebuah Peluang Sebagai Profit Center

Image result for hotel art shop
Art Shop di Hotel, Antara Fasilitas Untuk UMKM dan Sebuah Peluang Sebagai Profit Center

Sebuah aktivitas yang mengasyikan bagi saya ketika diminta memberikan sumbang saran dan pemikiran untuk sebuah solusi usaha. Begitu pula ketika beberapa teman dari bisnis perhotelan di Jawa Tengah, terutama dari Kota Semarang yang dihimbau oleh pemerintah daerah setempat untuk menyediakan "space" untuk display produk UMKM.

Menyikapi hal ini sebagai sesuatu yang positif dan profesional adalah sangat penting, karena ketika pengelola hotel menganggap hal ini sebagai "beban" maka pengelolaannya pun akan menjadi kurang intensif dan profesional. Tetapi ketika pengelola hotel menyikapi hal ini sebagai peluang menambah profit center baru, maka banyak hal hal yang bisa dipersiapkan selanjutnya untuk mengubah himbauan ini sebagai hal yang memotivasi mereka membuat unit bisnis baru.

Image result for hotel art shop
Sebagai profit center, art shop harus ditangani secara profesional.

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat konsep yang spesifik atas art shop tersebut, karena bukan sekadar fasiltias display bagi produk UMKM ! Konsep yang unik dan menarik sesuai dengan konsep hotel mereka akan memberikan banyak warna bagi pilihan para tamu hotel.

Bahkan tidak mungkin nantinya ada pembeli yang datang ke hotel untuk membeli suatu barang, sementara mereka tidak menginap di hotel tersebut. Ini mungkin yang disebut dengan membangun brand untuk art shop tersebut.

Produk yang customized sesuai dengan konsep hotel masing-masing merupakan tantangan bagi UMKM setempat dan juga pemerintah yang sudah melempar himbauan tersebut. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut untuk konsekwen dengan himbauannya, karena UMKM yang sudah terbina dan sudah mencapai suatu level tertentu saja yang bisa memenuhi tantangan dari hotel tersebut.

Konsep, desain dan kualitas produk akan menjadi kriteria dasar dari pihak hotel yang akan dipersyaratkan kepada UMKM, sehingga UMKM harus benar-benar dibekali pemahaman atas hal-hal tersebut.

Setiap hotel memiliki segmen dan target pasar sendiri-sendiri, dengan demikian maka kebutuhan dari pasar setiap hotel akan berbeda satu dengan yang lainnya. Pemenuhan kebutuhan dari pasar satu hotel dengan hotel lainnya akan memberikan banyak warna dalam desain produk dan kemasannya. Hal ini yang benar-benar harus diperhatikan oleh pihak hotel dan UMKM sebagai vendornya.

Lantas apakah hal ini akan berhasil ? Bagi saya, hal ini adalah suatu terobosan baru dalam dunia perhotelan ketika mereka merambah dunia  retail. Pembekalan penjualan retail kepada karyawan yang menangani art shop perlu dilakukan agar bisnis ini bisa berkembang lebih jauh. Bukankah tidak mungkin hotel dengan tamu orang asing memiliki peluang untuk ekspor produk kerajinannya ? Saya yakin hal ini pasti mungkin, apalagi hotel yang memiliki produk sangat unik, dan hanya ada di hotel tersebut.

Selain pemahaman retail, maka karyawan hotel harus dipahamkan dengna sourcing produk dan produsen produk kerajinan yang mampu menjadi magnet bagi tamu hotel atau pengunjung lain. Di sinilah instansi terkait dan penggiat UMKM seperti kami siap untuk menjadi mitra sourcing bagi hotel.

Sebagai contoh kami bisa sebutkan bahwa Resort MesaStila telah memulai ini dengan produk kopi sebagai produk andalan untuk kebutuhan ekspor jika diperlukan. Mereka juga sudah bekerjasama dengan Rumah UMKM untuk merekomendasi binaan UMKK-nya menjadi vendor di MesaStila.

Win-win solution adalah solusi terhebat dalam bisnis, UMKM mendapatkan pasar, Hotel mendapatkan profit dan pemerintah mendapatkan bukti bahwa semua hal akan menjadi hebat jika bersinergi.