Laman

  • Home

Jumat, 06 Januari 2017

20 Bahan Pengawet Makanan Alami

Image result for Daftar Bahan Pengawet Makanan Yang Herbal
20 Bahan Pengawet Makanan Alami
Banyaknya pertanyaan dari teman-teman UMKM pangan tentan bahan pengawet makanan yang alami, saya harus berpikir untuk mencari informasi dari para pakar dan akhirnya saya bisa menemukan pakar mengenai hal tersebut, yaitu: Mas Hariyanto Wijaya yang memberikan informasi 20 bahan pengawet alami yang bisa dipergunakan oleh teman-teman pelaku UMKM untuk mengawetkan makanan dengan aman.

Informasi ini akan menjadi sangat penting ketika produk pangan yang diproduksi oleh teman-teman harus mampu bertahan lebih lama untuk membantu masa proses pemasaran dan penjualan. Semakin lama produk makanan ini bisa bertahan, maka akan semakin menguntungkan pelaku UMKM untuk memiliki masa yang lebih dalam menjualnya.
 
Di jaman sekarang ini tidaklah mudah mencari dan membeli makanan minuman olahan, baik dalam kemasan maupun bukan yang tidak menggunakan bahan pengawet kimia. Apalagi bila makanan minuman itu terbuat dari bahan-bahan yang tidak bisa bertahan lama, sebab alasan penggunaan pengawet adalah untuk menghindari oksidasi makanan, mencegah adanya kontaminasi mikroba, menekan pertumbuhan mikroorganisme, dan memperpanjang daya tahan makanan serta menjaga nutrisi makanan.

Belum lagi kalau produsen makanan minuman-nya tidak mau merugi, maka bisa dipastikan makanan olahan yang dijualnya menggunakan bahan pengawet makanan, yang umumnya terbuat dari bahan kimia. Akan tetapi bukan hanya makanan minuman olahan yang dijual secara umum yang menggunakannya, bahkan terkadang makanan olahan rumah tangga-pun ikut-ikutan menggunakan bahan pengawet yang mengandung zat kimia.

Padahal bahan pengawet kimia itu efeknya bagi kesehatan tubuh sangatlah tidak menyehatkan, selain itu harganya pun sangatlah mahal. Meskipun sudah diizinkan oleh departemen kesehatan dan BPOM mengenai penggunaannya dengan kadar tertentu, namun bila dikonsumsi secara terus menerus setiap hari, maka bisa dipastikan akan menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit akibat bahan pengawet kimia semakin menumpuk dalam tubuh karena tak bisa terurai. Kalau sudah demikian, apakah itu berarti konsumsi makanan yang mengandung makanan bahan pengawet kimia harus dihentikan, lalu alternatif penggantinya ada nggak ???

Sahabat-sahibit blogger se-dunia tak perlu kuatir, sebab ternyata alam memberikan solusi agar kalian bisa menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan menggunakan beberapa sumber yang diperoleh dari alam sebagai alternatif pengganti penggunaan pengawet bahan kimia. Selain aman dan menyehatkan, bahan pengawet alamiah ini tergolong murah harganya serta sangat mudah diperoleh di mana-mana, bahkan bisa ditemukan di pojok dapur rumah kalian.

Kali ini saya akan menyajikan khusus untuk sahabat-sahibit blogger se-dunia Dua Puluh Bahan Pengawet Makanan Alami , selanjutnya kalian bisa melihat bahan alami tersebut di bawah ini…cekidot :-)

1. Garam
 
Inilah pengawet makanan tertua di dunia, produk yang menggunakan garam sebagai pengawet umumnya memiliki kondisi yang baik dan tahan selama beberapa tahun. Garam mampu menyerap air, tempat tumbuhnya mikroorganisme dan mencegah mereka tumbuh merusak makanan. Selain itu garam juga mampu membunuh bakteri yang menyebabkan makanan menjadi basi, serta menjaga makanan tetap kering sehingga mencegah tumbuhnya ragi dan jamur.

2. Larutan Cuka
 
Larutan Cuka dibuat dari fermentasi gula dan air serta mengandung kadar asam asetat yang tinggi. Penggunaannya selain untuk mengawetkan makanan, juga untuk membunuh mikroba yang membuat makanan cepat busuk. Umumnya digunakan untuk mengawetkan makanan kaleng dan acar, selain itu dipakai untuk mencuci ikan, ayam dan daging sebelum disimpan dalam lemari es, dan masa simpan di dalam lemari es menjadi lebih lama.

3. Gula
 
Gula mampu mengawetkan makanan dengan menyerap kelebihan air dan mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang berkontribusi terhadap dekomposisi. Dikenal sebagai bahan pengawet sejak ribuan tahun lalu, gula juga bisa menjadikan bunga dalam vas terlihat segar lebih lama. Gula pula yang membuat selai dan jeli tak basi setelah kemasannya dibuka. Bahkan bangsa Mesir kuno diketahui selalu mengawetkan makanan dalam toples madu.

4. Jeruk Lemon
 
Vitamin C dozis tinggi terkandung dalam buah jeruk lemon, yang diketahui mampu membunuh mikroorganisme perusak gizi makanan. Oksidasi makanan dapat dicegah dengan zat antioksidan yang ada dalam jeruk lemon. Sangat dianjurkan sebelum disimpan dalam lemari es, sebaiknya ikan, daging atau sayuran terlebih dahulu dilumuri perasan Jeruk Lemon.

5. Minyak
 
Minyak diketahui memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi dan membunuh mikroorganisme lebih cepat. Makanan yang digoreng atau diolah dengan minyak akan menjadi lebih tahan lama.

6. Chitosan
 
Bahan pengawet makanan ini terbuat dari produk turunan dari polimer chitin atau zat tanduk yang terdapat pada kulit hewan laut berkulit keras, misalnya udang galah dan kepiting atau ranjungan. Idenya muncul dari kenyataan bahwa kulit kepiting dan udang tetap bertahan lama, meskipun sudah mati selama beberapa tahun lamanya. Umumnya digunakan untuk mengawetkan bakso dan tahu serta ikan asin.

7. Cengkeh
 
Bangsa Cina dan India sejak dahulu telah menggunakan cengkeh untuk mencegah tumbuhnya jamur serta bakteri pada makanan. Karena cengkeh juga banyak tumbuh di Indonesia, selain digunakan untuk rempah,-rempah, tak ada salahnya bisa digunakan juga sebagai pengawet alami makanan sebagaimana penggunaannya oleh bangsa Cina danIndia.

8.Kunyit
 
Kunyit bisa digunakan untuk menekan laju pertumbuhan mikroba, umumnya digunakan pada produksi makanan seperti tahu. Caranya adalah dengan mengolesinya pada permukaan kulit tahu. Selain itu kunyit juga digunakan untuk pembuatan nasi kuning.
9. Ekstrak Daun Rosemary
 
Ekstrak Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis) yang lebih dikenal sebagai tanaman hias sudah ratusan tahun digunakan sebagai pemberi aroma harum dan enak untuk makanan serta mengandung anti oksidan. Ternyata ekstraknya bisa juga digunakan sebagai pengawet makanan. Ekstrak yang diperoleh dari penyulingan daun-nya mampu mencegah oksidasi dan dekomposisi makanan.

10. Kayu Manis
 
Kayu manis, selain mengandung asam benzoate, juga memiliki aroma rempah khas juga mengandung antioksidan yang tinggi. Selain kayu manis bisa juga digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur, namun jamur-jamurnya harus spesifik karena tidak semua jamur bisa diatasi oleh kayu manis.

11. Karagenan
 
Karagenan terbuat dari rumput laut, umumnya digunakan sebagai bahan pengawet alami pada produk makanan berupa mie basah, bakso dan nugget. Makanan yang mengandung karagenan akan menjadi lebih kenyal, serat tinggi dan kandungan antioksidan yang tinggi.

12. Air Endapan Abu Merang
 
Air Endapan Abu Merang umumnya digunakan untuk mengawetkan mie. Cara membuatnya cukup mudah, yaitu dengan membakar merang padi kemudian ambil abunya lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan sampai terpisah air dan abunya.

13. Ekstrak Wortel
 
Ekstrak wortel (Daucus carota) umumnya digunakan sebagai bahan pengawet alami untuk bakso. Wortel mengandung antioksidan yaitu β-karoten, yang gunanya untuk mencegah atau mengharnbat fermentasi, pengasamanan dan peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Selain itu bisa juga mencegah dan menghambat rasa tengik yang diakibatkan udara dan mikroorganisme serta menambah kandungan gizi dalam makanan sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

14. Asap Cair
 
Asap Cair (Liquid Smoke) berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan dan bersifat fungsional seperti anti jamur, antibakteri serta anti oksidan. Pemanfaatan Asap Cair digunakan untuk mengawetkan ikan dan daging sehingga bisa bertahan hingga duapuluh lima hari.

15. Air Kelapa
 
Air kelapa yang diberi mikroba akan menjadi pengawet alami bernama Asam sitrat (citric acid). Asam sitrat sekarang banyak dijual bebas ditoko kimia, namun bisa juga membuatnya sendiri bahan dan harganya bisa menjadi lebih murah.

16. Bawang Putih
 
Bawang putih diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Kandungan allicin-nya juga sangat efektif mematikan gram positif dan gram negatif. Selain itu bawang putih bersifat antimikroba E.coli, aerobacter aeroganes, sigella sonnei, dan staphylococcus sureus. Bawang putih juga bermanfaat untuk mengurangi jumlah bakteri aerob, kaliform dan mikrooganisme lainya sehingga bahan makanan yang ditambahkan bawang putih akan menjadi lebih tahan lama.

17. Daun Gambir
 
Daun gambir bisa membuat makanan terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh mikrooganisme dan degradasi reaksi oksidasi penyebab makanan menjadi basi.

18. Kalowak
 
Kalowak atau keluak atau dikenal juga sebagai Buah Picung umumnya digunakan sebagai bahan pengawet untuk ikan yang masih segar. Bila di campur dengan garam sanggup mengawetkan ikan segar selama enam hari tanpa mengurangi kandungan gizinya.

19. Kombinasi Daun Pandan dan Daun Teh
 
Daun pandan mengandung fenol dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri, sedangkan Daun Teh mengandung flavonoid dan tanin sebagai anti-mikroorganisme. Kolobrasi keduanya menghasilkan bahan pengawet yang biasa digunakan untuk membuat ikan asin, dan bisa menjadikan rasa ikan asin menjadi lebih lezat.

20. Lidah Buaya
 
Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung enzim oksidase yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet antioksidan dalam penyimpanan makanan agar bisa tahan lama.

Itulah Dua Puluh Bahan Pengawet Makanan Alami yang bisa saya sajikan untuk kalian. Dengan menggunakan-nya, sahabat-sahibit blogger se-dunia bisa menjadikan makanan minuman menjadi lebih awet dan tahan lama,. Selain itu penggunaannya juga lebih aman terhadap tubuh dan tidak mengganggu kesehatan, semoga bermanfaat.