Laman

  • Home

Jumat, 30 Desember 2016

Berbagi, Sebuah Konsep Pemasaran Yang Perlu Dipertimbangkan Oleh UMKM

Image result for sharing money
Kultur Berbagi Yang Perlu Dibangun Oleh UMKM


Menfasilitasi pemasaran pelaku UMKM produsen dengan mempertemukan buyer kadang menjadi tidak efektif dan tidak tepat sasaran, ketika UMKM produsen tersebut belum memiliki fungsi pemasaran dalam organisasi bisnisnya. Kami sering melihat bahwa untuk usaha mikro, pemilik usaha masih menangani produksi dan pemsaran seorang diri sehingga ketika disibukan dengan kegiatan pemasaran maka kegiatan produksi dan konsistensi kualitas menjadi menurun dan mengakibatkan kontra produktif dalam usahanya.
Kami juga sering menyayangkan bahwa dalam kegiatan pelatihan pemasaran tersebut, seringkali mengabaikan "keberadaan" para pedagang yang nota bene memiliki kemampuan dan kreativitas dalam pemasaran yang lebih baik dari produsen. Apakah mereka bukan masuk kategori UMKM ? Seharusnya mereka pun adalah pelaku UMKM.
Pelatihan-pelatihan pemasaran yang kami lakukan kepada para pelaku UMKM (produsen) menjadi kurang "mengena" karena audiens benar-benar awam dengan istilah-istilah pemasaran dan fikus mereka memang tidak di pemasaran.
Menyikapi hal-hal yang sudah berjalan ini, kami berupaya untuk memahamkan para UMKM produsen untuk memberikan fokus pemasaran kepada mitra penjualan (pedangang), agen dan distributor karena ketika mereka menyasar end user maka upaya pemasaran mereka seolah menyita waktu, tenaga dan biaya yang seharusnyan mereka fokuskan pada produksi.
Konsekwensinya adalah, produsen harus benar-benar bisa memberikan jaminan kualitas produk, kapasitas dan delivery serta margin laba yang memadai kepada mitra penjualannya. Di sinilah mereka dituntut untuk bersedia "berbagi" margin laba dengan mitra penjualannya, agar bisnis bisa berjalan lebih lancar dengan melibatkan banyak pihak. 
Pelatihan pemasaran yang perlu kami tekankan kepada UMKM produsen adalah bagaimana mereka mampu memproduksi produk yang berkualitas sesuai dengan informasi pasar, kemasan yang baik dan sesuai dengan segmen pasar yang dibidik dan strategi harga yang bisa melibatkan mitra penjualan.
Perlu diingat bahwa keberhasilan pemasaran ditentukan oleh kemampuan distribusi produknya, dan hal ini bukanlah kemampuan yang dimiliki oleh produsen melainkan pedagang.  
Oleh sebab itu UMKM harus dibekali pengetahuan yang memadai untuk menghitung HPP dan harga jual, dan strategi harga jualnya dimana UMKM bersedia "berbagi" laba dengan para mitranya. Strategi harga ini juga sekaligus strategi pemasaran dalam membangun jaringan pemasaran yang lebih besar dan lebih luas jangkauannya.
Semoga sharing ini bermanfaat bagi teman-teman UMKM yang ingin fokus dalam produksi tapi membangun jaringan pemasaran yang lebih besar dan lebih luas. Sukses !