Laman

  • Home

Jumat, 28 Oktober 2016

Pendekatan Buyer Melalui Facebook

Image result for facebook for marketing
Pendekatan Buyer Melalui Facebook
Banyak sekali pertanyaan yang ditujukan kepada kami mengenai bagaimana mengoptimalkan facebook sebagai sarana marketing, terutama untuk melakukan pendekatan ("approach") kepada calon pembeli. Terutama dari para pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan marketing bersama kami dan Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Tengah. 

Untuk menfasilitasi permasalahan tersebut, bersama ini kami melakukan sharing pengalaman kepada teman-teman UMKM di Jawa Tengah terkait bagaimana memanfaatkan facebook secara optimal sebagai berikut:

Facebook merupakan media sosial terpopuler yang dipilih orang untuk berbisnis online. Angka populasi Facebook yang besar juga merupakan pangsa pasar yang potensial bagi seller. Tidak hanya sebagai media promosi dan pemasaran, Facebook juga dapat menjadi sarana mendekatkan buyer dan seller.



5 Cara Mendekati Buyer


Dari beberapa referensi yang kami rangkum dan pengalaman kami pribadi, kami memberikan 5 cara mendekati buyer melalui facebook sebagai berikut:
  • Ciptakan komunitas; Fanpage dalam Facebook merupakan kumpulan orang yang memiliki minat dan ketertarikan yang sama. Dengan membuat fanpage bisnis online, seller bisa mengumpulkan orang-orang yang tertarik dengan produk yang dijualnya. Selain mempermudah seller untuk mencapai target pasar yang tepat, fanpage juga bisa menjadi forum berdiskusi dan berdialog antar buyer. Buyer pun akan memiliki kedekatan, baik dengan sesama buyer maupun dengan seller.

  • Variasikan konten; Apa yang di-posting seller akan tampil dalam newsfeed milik buyer. Oleh sebab itu, seller perlu memvariasikan konten yang ditulisnya di Facebook, misalnya dengan memuat tulisan, gambar, dan video secara berkala. Konten yang bervariasi ini akan membuat buyer lebih tertarik dan membangun brand awareness.

  • Ciptakan komunikasi dua arah; Berbisnis online tidak hanya sebatas kegiatan berpromosi yang dilakukan seller. Ada saatnya di mana seller perlu mendengar apa yang menjadi keluhan atau pendapat buyer mengenai produknya. Karenanya, penting bagi seller untuk dapat menampung tanggapan dan pertanyaan buyer serta menindaklanjutinya. Komunikasi dua arah semacam ini dapat dibentuk dengan cara menjawab pertanyaan atau komentar yang buyer berikan dalam posting dari seller, misalnya foto atau status updates.

  • Posting di luar jam kerja; Ketika seller melakukan posting tentang produknya pada saat jam kantor, kemungkinan besar buyer pun juga sedang sibuk melakukan pekerjaannya. Kemungkinan buyer membuka Facebook pada saat jam kerja sangatlah kecil. Oleh sebab itu, seller perlu jeli memilih waktu posting, misalnya saat malam menjelang jam tidur atau saat akhir pekan.

  • Tulis konten yang berkualitas; Konten yang berkualitas rendah akan merusak citra seller di mata buyer. Seller perlu memperhatikan kualitas materi yang akan ia muat dalam Facebook. Pastikan bahwa semua tulisan, video, dan foto adalah materi-materi yang bagus, menarik, kreatif, dan bermanfaat bagi buyer. Ini adalah strategi menaikkan penjualan melalui konten. Tidak hanya mendekatkan buyer kepada seller, konten yang berkualitas juga akan membangun kesan seller yang profesional dan kompeten di bidang bisnis yang digelutinya.
Demikian ke-5 cara mendekati buyer melalui facebook yang bisa kami bagikan kepada pelaku UMKM yang sudah akrab dengan facebook, meskipun hal ini sudah tidak up to date lagi tapi kami yakin hal ini masih tetap bermanfaat bagi pelaku UMKM ketika pengguna facebook masih demikian besarnya.