Laman

  • Home

Kamis, 06 Oktober 2016

Kami Juga Belajar, Belajar dari Para Pelaku UMKM yang Sukses


Belajar bisnis handicraft dari Timbul Keramik Yogyakarta
Untuk bisa selalu memberikan update informasi dan solusi kepada teman-teman UMKM, kami selalu dituntut untuk belajar. Dan karena tidak ada yang mengajak kami jalan-jalan .. HeHe, maka kami melakukan melakukan upaya pembelajaran sendiri, dengan jalan-jalan sendiri.

Belajar tips dan best practise dari para pelaku UMKM yang sukses merupakan prioritas kami, agar kami bisa bagikan pengalaman mereka kepada teman-teman UMKM yang membutuhkannya. Kami yakin,  informasi yang seperti inilah yang dibutuhak oleh teman-teman UMKM, bukan segepok theory yang membuat mereka kenyang belajar melainkan contoh riil dan kiat-kiat sukses dari orang yang terlebih dahulu sukses dengan kiat-kiat itu. 

Kami juga tidak ingin memberikan contoh yang terlalu jauh jenjangnya dengan teman-teman UMKM yang menjadi binaan kami, agar mereka tidak "lemas" duluan sebelum meniru kiat-kiatnya karena melihat "jarak tempuh" yang terlalu jauh.

Belajar Mengolah Potensi Lokal untuk Menciptakan Kuliner Sehat dan Khas

Rumah Makan Jejamuran di Yogykarta sudah banyak yang tahu, tetapi bertemu dengan pemiliknya, Pak Ratidjo, pastilah kesempatan yang langka bagi tamu Rumah Makan tersebut. Nama Pak Ratidjo, sudah kami kenal saat masih bekerja sebagai ekspedisi ekspor belasan tahun yang lalu saat kami menangani produsen jamur kalengan yang juga eksportir jamur dari Yogyakarta, tetapi sosok Pak Ratidjo sebagai pengusaha kuliner adalah sosok lain yang perlu kami dengar ceritanya.

Bersama Pak Ratidjo, Pemilik Rumah Makan Jejamuran Yogyakarta
Pada kesempatan bertemu dengan beliau, yang pasti beliau akan bercerita banyak mengenai jenis-jenis jamur yang beliau budidayakan di wilayah Yogyakarta yang selanjutnya dibawa ke Jejamuran untuk diolah menjadi olahan kuliner yang khas dan diburu pengunjung. Jamur-jamur ini bisa diolah dengan tekstur dan rasa seperti daging, tetapi jelas lebih sehat karena nabati.

Kemampuan beliau dalam membudidayakan jamur-jamur yang bibitnya didapat dari impor memang patut diacungi jempol. Beliau memang menekankan fokus pada budidaya jamur, sementara untuk usaha Rumah Makan sudah diserahkan kepada putranya.

Belajar fokus dan kemampuan eksplorasi potensi lokal merupakan hal yang menarik dari beliau. Bahwa yang dimaksudkan lokal jangan melulu berkutat dari apa yang ada saat ini, melainkan harus selalu dikembangkan. Meskipun bibit jamur diperoleh dari impor, tetapi sekarang berbagai jenis jamur sudah bisa dengan subur tumbuh dalam penangkarannya. 

Inilah nilai kreatif dan inovatif dari bidang pertanian, yang perlu dipelajari oleh para pelaku UMKM bidang pertanian dan perkebunan.


Belajar Waralaba dari Tela-Tela

Tela-tela termasuk pioneer dalam waralaba, ketika beberapa tahun yang lalu bisnis ini berkembang pesat dengan ribuan outlet yang dicapainya hanya dalam waktu yang sangat singkat. Sebagai pioneer waralaba, tentunya si pemilik usaha memiliki berbagai cerita menarik bagi kami dan perlu kami ajak ngobrol untuk memberikan tips-tips dan best practise-nya.

Kreativitasnya membangun jaringan waralaba Tela-Tela waktu itu merupakan poin penting dalam fokus belajar kami saat itu. Dari mulai usaha, sampai mencapai ribuan outlet kemudian mulai menurunnya usaha dan selanjutnya mengembangkan waralaba baru merupakan alur perjalanan yang perlu kami tahu.

Bersama Mas Eko Yulianto di base camp Tela-Tela di Yogyakartauar
Bahwa bisnis memiliki life cycle masing-masing dan hal ini disadari benar oleh pemilik Tela-Tela bahwa pada saatnya nanti waralabanya akan padam, sehingga sebelum grafiknya menurun makan beliau harus segera mengembangkan waralaba baru agar kelangsungan bisnisnya tetap terjaga.

Jangan pernah berhenti berinovasi dan berkreasi, karena ketika kita berhenti berinovasi maka bisnis kita pasti akan mati.


Belajar dari Maestro Gerabah dari Kasongan, Bantul - Yogyakarta

Kami selalu mengagumi beliau sebagai seorang seniman yang kreatif dan produktif, selain sebagai seorang pengusaha yang mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang sulit sekalipun. Kuncinya adalah kreativitas dan inovasinya yang "kadang" bagi kami agak terlalu rumit. 

Bagaimana tidak ? Ketika beliau bercerita kepada kami bahwa ada produk baru yang beliau buat dari paku, mur, baut dan plat metal, yaitu sebuah patung metal yang sangat luar biasa. Betapa rumitnya patung tersebut, karena harus merangkai paku-paku tersebut satu per satu. Sebagaimana saat ini beluau juga membuat patung-patung kuda dari serpihan kayu yang luar biasa.

Sungguh suatu kesempatan yang luar biasa ketika kira-kira 8 tahun yang lalu, beliau meminta kami untuk membantu membuat finishing yang ekslusif untuk patung metalnya dan dapat kami penuhi.
Image result for timbul raharjo
Timbul Raharja, Maestro Keramik Yogyakarta

Showroom Timbul Keramik di Kasongan Bantul, Yogyakarta
Keberanian beliau dalam mencipta produk-produk baru merupakan ciri khas seorang seniman sejati. Sementara kemampuan beliau dalam memasarkan produk juga merupakan wujud konsistensinya terhadap kemampuan daya ciptanya.

Dari beberapa produsen gerabah di Kasongan, boleh dikatakan bahwa beliaunya yang paling mampu bertahan hingga saat ini, bahkan tidak hanya bertahan melainkan juga berkembang. Kiat-kiat dari Sang Maestro inilah yang dibutuhkan oleh teman-teman UMKM kerajinan untuk tetap bertahan dengan terus berinovasi dan berkreasi. 

Demikainlah cara kami belajar untuk memperkaya wawasan dan pengalaman kami agar bisa kami teruskan kepada teman-teman UMKM. Semoga kami bisa terus mendapatkan kesempatan belajar dari para pelaku UMKM yang telah sukses.