Laman

  • Home

Minggu, 02 Oktober 2016

Jangan Buat Gap Antara UMKM dan Perusahaan Besar

Image result for gap SME and Big Company
Love is The Way

Kadang masih risih juga mendengar adanya pesan-pesan negatif yang mencoba memisahkan bisnis skala UMKM dengan bisnis skala besar. Padahal justru jarak antara UMKM dan perusahaan besar perlu di-"persempit" agar UMKM bisa belajar bagaimana sebuah perusahaan besar bisa mengoperasikan organisasinya. 

UMKM harus memiliki cita-cita jangka panjang untuk menjadi perusahaan besar, bukan sekedar usaha untuk mempertahankan hidup. Mereka harus memiliki mindset industri bukan sekedar "pengrajin". Cita-cita inilah yang harus terus dibangkitkan oleh para penggiat UMKM untuk terus memotivasi para pelaku UMKM.

Jika kita mau menengok gagalnya beberapa progam UMKM Center adalah karena pengelolanya "alergi" dengan para "perusahaan besar", sementara produk dari UMKM yang digelarnya belum mampu menjadi magnet untuk menarik pelanggan. Sebaiknya kondisi ini juga secara analog dipahami oleh pemerintah yang ingin "memaksa" memasukkan produk UMKM ke jaringan mini market. 

Para pengusaha ritail masih perlu diyakinkan bahwa produk UMKM yang ingin "dimasukkan" harus "laku" atau setidaknya dikenal oleh pasar. Sementara beberapa produk UMKM yang dicoba dipajang di rak display mini market kadang masih belum "baik" kemasannya. Belum lagi, ketika produk tersebut laku ternyata supplier (UMKM) tidak bisa supply secara kontinyu.

Masih banyak permasalahan yang muncul, yang para pelaku UMKM harus belajar kepada perusahaan besar bagaimana membuat kemasan produk, bagaimana terus mempromosikan produknya dan bagaimana berhitung mengenai kapasitas dan kontinuitas supply.

Perusahaan Besar Adalah Guru Para UMKM

Jika kami para penggiat UMKM hanya mampu memberikan edukasi, maka edukasi yang nyata adalah praktek bisnis dari perusahaan besar yang bisa diteladani oleh para pelaku UMKM. Proses perjalanan perusahaan tersebut menjadi besar juga merupakan "pelajaran" berharga bagi para pelaku UMKM. 

Bahkan kami selalu ingatkan bahwa perusahaan besar tersebut bisa menjadi "pasar" ketika produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM bisa menjadi bahwan baku industri. Hal inilah yang saat ini kami lakukan untuk memasarkan produk UMKM kepada perusahaan-perusahaan besar.

Yang terpenting dengan kelebihan fleksibilitas yang tinggi dan biaya overhead yang rendah, pelaku UMKM sebisa mungkin menghindari "persaingan" frontal dengan perusahaan besar. Seringkali pasar memilih produk UMKM karena faktor unik dan khas, serta bisa dipesan dalam kuantitas kecil. Hal ini merupakan kelebihan persaingan dari produk UMKM terhadap produk industri. 

UMKM harus mampu membuat segmentasi pasar yang lebih sempit agar terhindar persaingan dengan produk industri, selain karena produknya memang "berbeda" dari produk perusahaan besar. Dengan cara seperti ini pasar, yang saat ini sangat mengapresiasi produk yang lebih unik dan khas, bisa melihat produk UMKM sebagai satu alternatif.

Selain hal diatas, silahkan ajari UMKM untuk melihat dengan bijaksana kinerja dan perjalanan perusahaan besar sebagai referensi pengetahuan mereka. Kadin Jateng memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pelaku UMKM yang jadi anggota Kadin Jateng untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan referensi tersebut.