Laman

  • Home

Senin, 31 Oktober 2016

Bagaimana Memulai "Bisnis Modal Dengkul" Anda ?

Image result for yang unik dari pasar tradisional
Bisnis Modal Dengkul dari Pasar Tradisional
Bertubi-tubi pertanyaan dari pembaca mengenai bagaimana memulai bisnis dengan modal yang "minim" alias "modal dengkul". Kami tidak berani mengatakan bahwa bisnis itu bisa "tanpa modal", alih-alih nanti malah teman-teman pembaca terjerumus harus bayar seminar yang memberikan "tips bisnis tanpa modal".

Hari ini Rumah UMKM akan membagikan tips bagaimana memulai bisnis dengan modal yang minim, tanpa mengharuskan pembaca mengikuti seminar atau mengeluarkan dana tertentu untuk mendapatkan informasinya, cukup membaca apa yang kami tulis hari ini.

Memulai Bisnis dengan Modal yang Minim

Banyak yang belum memulai usaha bukan karena mereka tidak mau, melainkan mereka tidak ada ide-nya. Memberikan ide kepada para muda merupakan motivasi terbaik untuk memulai wirausaha. Diberikan motivasi melalui seminar maupun workshop kewirausahaan tanpa dipancing ide kreatifnya untuk bisnis bisa berakhir motivasinya akan kandas dengan cepat.

Membuat para muda melirik potensi yang ada di sekitarnya merupakan tahapan pertama yang mesti di lakukan. Bagaimana mereka jeli melihat peluang dari apa yang ada di sekitar mereka adalah tujuan dari keakrabannya dengan lingkungan sekitar.

Jika para muda menyadari bahwa seringkali produk itu terkendala pemasarannya, maka ada baiknya mereka mulai "bermain" dan "mengenali" pasar tradisional yang ada di sekitarnya. Beda dengan pasar modern, pasar tradisional lebih memungkinkan untuk menjual "produk lokal" yang mungkin tidak dijual di tempat lain. Cari produk seperti itu dan taruh dalam katalog produk di benak anda.

Amati juga apa kata pelanggan terhadap produk tersebut, anggap sebagai pasar terhadap produk tersebut. Apakah ada informasi penting terhadap produk tersebut ? Misalnya rasanya yang khas dan diminati banyak pelanggannya (laris) ? Jika produk tersebut laris di pasar tersebut dan produk itu tidak ada di daerah lain, maka hal ini adalah "peluang bisnis" bagi anda.

Amati kualitas produk tersebut, apakah sudah bisa tahan lama dan apakah sudah dikemas dengan kemasan yang baik ? Jika belum, apakah masih bisa dilakukan "improvement" terhadap kualitasnya ? Anda bisa melakukan "re-packaging" terhadap produk tersebut, setelah sebelumnya anda mengetahui asal produk tersebut dan mengetahui bahwa produk tersebut bisa terjamin kontinuitas supply-nya. Kemasan yang menarik akan membuat produk menjadi lebih "menggoda" konsumen.

Jangan lupa, amati legalitas produknya, jika produk pangan apakah sudah ada PIRT atau bahkan mungkin sertifikat halalnya ? Semua itu diperlukan dalam menjaga kelangsungan bisnis anda di masa mendatang.

Setelah anda dapatkan semua itu, lantas anda harus berpikir bagaimana menjual tersebut secara "online" karena produk itu bisa saja laku di daerah lain, misalnya: di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Manado, Balikpapan dan lain sebagainya. Buat promosi anda melalui face book atau media sosial lainya, ketika anda belum punya website yang memadai.

Buatlah promosi yang menarik dengan foto-foto produk yang bagus, yang memenuhi aspek fotografi, bahwa produk yang enak harus terlihat enak dan sebagainya. Buatlah produk yang anda jual menjadi "berkelas" bukan sekedar produk dari pasar tradisional.

Untuk tahap awal, anda bisa cukup membeli beberapa produk untuk dikemas ulang dan difoto yang bagus untuk sarana promosi. Anda tidak harus bermodal besar, jika produk anda diminati oleh konsumen, dengan sistem online, anda akan dibayar tunai. Uang tunai ini yang bisa anda pergunakan untuk membelinya dari supplier. 

Nah, anda tidak perlu modal besar untuk memulai usaha ini. Yang perlu anda ingat bahwa bisnis didasari oleh kepercayaan, jika ada cacat kepercayaan dari konsumen anda apalagi dalam perdagangan online maka anda menghadapi masalah besar dalam bisnis ini.

Selamat mencoba usaha "modal dengkul" ini. Sukses !