Laman

  • Home

Sabtu, 03 September 2016

Produk UMKM Kacang Mete Rasa "Nutty"


Kacang Mete Rasa "Nutty"
Pada acara temu bisnis tanggal 30 Agustus 2016 lalu di UMKM Center Jawa Tengah, perhatian kami sempat terfokus pada salah satu produk UMKM dari Sukoharjo Jawa Tengah ini. Produk yang saat acara ini mendapatkan fasilitas sertifikat halal dari LPPOM MUI Jawa Tengah ini telah memiliki kemasan yang menarik untuk ukuran perusahaan skala UMKM.

Manggala Taksa Astama selaku produsen dari produk olahan kacang mete ini sebenarnya mengawali usaha dari kontraktor, tetapi dalam perjalanannya perusahaan kontraktor ini harus tutup dan harus segera memutuskan untuk beralih usaha menjadi produsen makanan ringan (snack) untuk bertahan hidup. Mas Ediearta Moerdowo bersama Istrinya, Ardika Rizky Saputri, mulai memproduksi makanan ringan berupa olahan kacang mete sejak bulan Agustus 2015 dan masih terbilang baru dalam bisnis skala UMKM ini. 

Dimulai dari kapasitas 5 kg per hari, saat ini kapasitas produksi dari Manggala Taksa Astama sudah bisa mencapai kapasitas 60 kg per hari dalam kurun waktu 2 minggu dengan pemasaran masih di seputar toko oleh-oleh di Solo dan mulai merambah 92 gerai Indomaret di sekitar Solo.

Pemasaran awal dari produk ini adalah melalui pemasaran online mulai dari face book, bukalapak, tokopedia dan sebagainya sebelum merambah pasar offline.

Rasa Barbeque

Rasa Superpedas
 

Ada 2 jenis kemasan yang dibuat oleh Nutty ini, yaitu kemasan cup dan pouch seperti gambar di atas. Berbagai rasa produk olahan kacang mete telah dibuat mulai dari rasa original, rasa butter caramel, rasa barbeque, rasa super pedas, rasa keju dan rasa coklat. Di samping kacang mete, Manggala juga memproduksi keripik singkong dengan merk "SI Oeban" dengan rasa super pedas, barbeque dan gadung.

Mengantongi ijin usaha IUMK, Sertifikat PIRT dari DInkes dan Sertifikat Halal membuat langkah pemasaran Nutty semakin mantap, meskipun masih terbilang skala mikro. Tetapi jika melihat cara pemasaran dan kualtias kemasannya, Nutty memilki kelas tersendiri di mata konsumen.

Keberanian pelaku UMKM ini untuk berinvestasi dalam kemasan inilah yang membuat kami tertarik untuk bisa membantu jaringan pemasaran dan promosinya. Sebenarnya kami menyayangkan bisa bertemu dengan pelaku UMKM ini setelah kegiatan seleksi UKM Pangan Award selesai, karena kami yakin bahwa produk ini memiliki peluang yang besar untuk ikut dalam seleksi tingkat nasional. Kami berharap tahun depan produk ini bisa kami ajukan dalam kompetisi UKM Pangan Award.

Kami sendiri yakin bahwa produk olahan kacang mete memiliki potensi untuk ekspor, dan kami berharap produk ini bisa segera kami promosikan melalui GetAsean.Com. Ekspor tidak harus kontaineran, cukup 10 - 300 Kg dengan layanan Pos Ekspor, UMKM sudah bisa ekspor.