Laman

  • Home

Selasa, 20 September 2016

Mengapa Sulit Menghimpun Data Base UMKM ?

Image result for man showing a list
Mengapa sulit menghimpun data base UMKM ?


Tugas TTIC Unit Kadin Jateng adalah sebagai stimulator perdagangan, dan TTIC mulai memberikan support membangun perdaganan dengan cara mempertemukan data base pemasok (supplier) dengan pembeli (buyer) dalam suatu kondisi yang tepat waktu, tepat tempat dan tepat kebutuhan (demand). 

Salah satu upaya TTIC dalam menghimpun data supply dari Jawa Tengah dari sektor UMKM adalah program Rumah UMKM, dimana dalam program ini kami juga melakukan pembinaan UMKM agar memenuhi standard dan kriteria yang dibutuhkan oleh pasar. 

Dalam pembinaan UMKM yang telah kami lakukan bersama dengan instansi terkait, kami menghadapi berbagai kesulitan dalam mendata dan mengupdate data base UMKM karena beberapa hal sebagai berikut:
  1. Banyak pelaku UMKM yang tidak proaktif melakukan pendaftaran usahanya kepada instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan UMKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempa.
  2. Banyak UMKM yang belum merasa perlu bergabung dalam asosiasi usaha, seperti Kadin dan HIPMI, karena belum paham apa manfaat yang akan didapatkan dengan bergabung dalam asosiasi.
  3. Sinergitas pendataan dan pembinaan UMKM antara instansi dan asosiasi yang belum padu.
  4. Beberapa usaha UMKM tidak mampu melewati masa initialisasi 3 tahun awal usaha, dan hal ini tidak terupdate dengan baik.
  5. Masalah komunikasi, banyak UMKM yang tidak akrab dengan internet sehingga banyak yang tidak terjangkau informasi.
  6. Kebanyakan UMKM yang masih merapat ke instansi dan asosiasi adalah UMKM yang masih berskala mikro, sementara pelaku usaha yang telah mulai berkembang usahanya dan telah mandiri seringkali sudah tidak merasa perlu untuk terus memberikan update usahanya.
  7. Ketakutan sementara pelaku UMKM untuk didata, karena terkait masalah pajak.
  8. Belum efektifnya program IUMK dalam melakukan pendataan UMKM.
  9. Keterbatasan publikasi dan informasi yang mampu menjangkau UMKM di berbagai daerah.
  10. Kategori pelaku UMKM di instansi masih memprioritaskan pelaku UMKM produsen, sementara UMKM pedagang belum masuk dalam kategori pembinaan.
Pastinya masih ada banyak hal lagi, tetapi hal-hal tersebut di atas adalah hal-hal yang sementara ini kami hadapi dalam menghimpun data base UMKM. Bukan berarti kami tidak memiliki data base tersebut, tetapi kami merasakan bahwa dari informasi jumlah pelaku UMKM yang jutaan jumlahnya, mengapa yang bisa terdata hanya ribuan saja ? Bahkan jumlahnya tidak mencapai puluhan ribu dari jumlah pelaku UMKM yang disinyalir sampai puluhan juta pelaku.
 
Mungkin hal no (10) merupakan salah satu penyebabnya, mengingat banyak pelaku usaha yang memilih usaha dagang daripada produksi, dan hal ini kami sadari bahwa beberapa pembinaan dan pendataan pelaku UMKM belum menjangkau yang UMKM pedagang kecuali mereka melakukan kegiatan re-packing dengan merk mereka sendiri.
 
Bagi kami, bukan masalah banyaknya data base yang dimiliki yang penting, tetapi database yang selalu update dan yang telah diverifikasi usahanya. Beberapa data base yang telah berhasil kami validasi bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah baru-baru ini adalah data base UKM Pangan yang akan diikutkan dalam UKM Pangan Award 2016 dan data base untuk Eksportir Tangguh 2016. Kami pun mendapatkan support dari BAPPEDA dengan data base monitoring UMKM dalam program FEDEP selama 5 tahun terakhir.
 
Data base yang lain yang coba kami kembangkan adalah data base hasil pelatihan kemasan dan pemasaran online yang kami lakukan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah masih terus bergulir.
 
Kami masih sangat berharap ada partisipasi aktif dari UMKM yang mendaftarkan usahanya ke dalam program Rumah UMKM untuk memperkaya data base SUPPLY produk Jawa Tengah agar bisa terus kami promosikan dan pasarkan baik ke dalam maupun luar negeri.
 
Ketika informasi SUPPLY kami cukup kuat dan beragam, maka informasi ini akan menjadi magnet bagi para pembeli dari dalam dan luar negeri untuk melakukan perdagangan dengan Jawa Tengah baik melalui mekanisme offline maupun online. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin memahamkan para pelaku UMKM atas hal ini.