Laman

  • Home

Senin, 26 September 2016

Materi Pelatihan untuk UMKM Sebaiknya Urut dan Berjenjang

Image result for training for SME
Pelatihan UMKM

Tidak hanya pelaku UMKM saja yang belajar, kami pun belajar untuk memahami apa dibutuhkan oleh teman-teman UMKM secara berjenjang ketika kami memberikan pembinaan dan pelatihan. Kami harus memahami tujuan dari pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM oleh mitra-mitra kami, disamping kami juga harus tahu siapa audience dari pelatihan tersebut. Mitra yang kami maksudkan adalah mitra penyelenggara pelatihan.

Dalam evaluasi pelatihan yang kami lakukan, seringkali pelatihan yang kami berikan kurang efektif mengena sasaran karena beberapa hal sebagai berikut:
  1. Tidak tepat audience. Seringkali kami diminta memberikan materi pelatihan di daerah-daerah dengan materi yang sudah ditentukan oleh penyelenggara sementara antara materi yang diminta dengan audience (pelaku UMKM) tidak ada kesesuaian. Misalnya: diundang untuk memberikan materi branding produk sementara audiencenya belum paham dengan pemasaran dan penjualan, dan sebagainya.
  2. Pelatihan yang dilakukan tidak berjenjang, seringkali hanya karena melihat trend pelatihan saja bukan berdasarkan kebutuhan dasar dari para pelaku UMKM. Materi pelatihan yang diminta di daerah seringkali tidak urut (berjenjang), bahkan seringkali tumpang tindih sehingga hasilnya tidak maksimal.
  3. Audience yang diundang dalam pelatihan tidak paham benar maksud dari pelatihan yang akan diberikan kepadanya.
Dari evaluasi ini kami bersama mitra kami, Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Proponsi Jawa Tengah mencoba untuk membenahinya di masa mendatang. Hal ini terkait juga dengan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan temu bisnis yang telah kami lakukan bersama, yang hasilnya kurang signifikan ketika UMKM yang dihadirkan tidak mampu memberikan kinerja yang baik kepada buyer yang telah dihadirkan. Seringkali peluang pemasaran yang telah difasilitasi untuk para pelaku UMKM tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena berbagai hal yang terkait dengan pembekalan dan verifikasi pelaku UMKM atas pembinaan-pembinaan yang telah dilakukan.

Kemampuan Ideal yang Dibutuhkan Oleh UMKM

Sebelum kami mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, kami memiliki kriteria minimal terhadap UMKM kami yaitu sebagai berikut:
  1. Memahami dasar-dasar kewirausahaan, arti kemandirian dan kemampuan daya saing.
  2. Memahami membuat bisnis plan dan manajemen secara umum.
  3. Memahami legalitas usaha yang dibutuhkan.
  4. Memahami teknologi produksi dan kemasan.
  5. Memahami standard kualitas, perhitungan kapasitas produksi dan jaminan supply.
  6. Memahami perhitungan HPP dan perhitungan harga jual.
  7. Memahami strategi pemasaran dan teknik penjualan.
  8. Memahami strategi pemasaran online.
  9. Memahami strategi branding produk.
Tentunya kami juga harus melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan bahwa UMKM tersebut apakah sudah siap atau belum untuk bertransaksi dengan pasar yang lebih besar. Hal ini perlu kami lakukan karena beberapa kali kesempatan yang telah kami berikan tidak memberikan hasil yang maksimal kepada UMKM karena ketidaksiapan mereka dalam pembekalan dan pembinaan.

Bisa dikatakan bahwa angka keberhasilan dari temu bisnis masih kurang dari 10%, bahkan mungkin masih di kisaran 5% dari jumlah UMKM yang dihadirkan untuk bertransaksi dengan pasar.

Hal ini akan berbeda jika yang dihadirkan adalah UMKM yang sudah benar-benar siap dan sudah memiliki bekal tersebut di atas, dan hal ini akan menjadi pertimbangan kami selanjutnya untuk meningkatkan angka keberhasilan dari kegiatan temu bisnis yang kami lakukan.

Dengan pemberian materi pembekalan kepada UMKM yang berjenjang kami secara tidak langsung juga telah melakukan seleksi dan verifikasi kepada UMKM yang telah mampu dikembangkan pemasarannya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita juga harus menjaga kredibilitas kita kepada para buyer (pasar) yang kita hadirkan, agar mereka juga menghargai kegiatan temu bisnis sebagai sarana outsourcing mereka terhadap produk-produk UMKM.