Laman

  • Home

Jumat, 16 September 2016

Konsultasi Bisnis : Pemasaran Lerak sebagai Bahan Pencuci Pakaian

UMKM Produsen Lerak Ronsari, Mbak Chiechie dari Semarang

Jumat pagi ini, kami awali konsultasi bisnis dengan UMKM produsen bahan pencuci yang terbuat dari LERAK, bahan tradisional yang mungkin orang Jawa telah mengenalnya sejak lama, terutama di sentra-sentra produksi batik. Memang lerak sudah sangat dikenal untuk mencuci kain batik agar warnanya tidak luntur.

UMKM berskala mikro ini berkonsultasi untuk pengembangan usahanya melalui pemasaran di Rumah UMKM. Selama ini produknya diperkenalkan dengan sistem "gethok tular" saja melalui instansi dan komunitas, dan pelaku UMKM ini berharap dengan konsultasi mendapatkan ide pemasaran dan informasi pemasaran dari Rumah UMKM.

Terkait dengan kemasan, Mbak Chiechie juga minta koreksi dari Rumah UMKM terutama jika kemasan tersebut diperuntukkan untuk pemasaran online. 

Pada kesempatan ini, mengingat kapasitas yang masih terbatas, Rumah UMKM memberikan tips bagaimana memasarkan produk tersebut melalui Face Book dan bagaimana menyiasati pemasaran dengan Face Book. 


Target Pasarnya Reseller dan Agen

Target pasar dari produk ini adalah reseller, dengan minimum pembelian per carton isi 10-20 botol untuk berbagai ukuran. Pasar yang sudah ditembus adalah kota-kota besar di Jawa dan saat ini juga sedang mempersiapkan pengiriman ke Kalimantan.

Kami juga menyarankan kepada pelaku UMKM ini untuk masuk instansi pemerintah karena pegawai negeri sudah sangat akrab dengan baju batik, disamping kepada para produsen batik yang bersedia melakukan bundling penjualan produk batik dengan produk ini.

Bagi para peminat produk ini bisa kontak Mbak Chiechie di no HP 0811279590.


Image result for lerak



LERAK

CIU (terutama Sapindus rarak De Candole, dapat pula S. mukorossi) atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik).
 
Ciri-ciri Batang, Daun, dan Bunga/Buah

Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m, karenanya pohon lerak besar dengan kualitas kayu yang setara kayu jati banyak ditebang karena memiliki nilai ekonomis. Bentuk daunnya bulat-telur berujung runcing, bertepi rata, bertangkai pendek dan berwarna hijau. Biji terbungkus kulit cukup keras bulat seperti kelereng, kalau sudah masak warnanya coklat kehitaman, permukaan buah licin dan mengkilat.

Manfaat

Biji lerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, lantai, bahkan memandikan dan membersihkan binatan peliharaan.


Kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida. Ekstrak metanol buah lerak, ekstrak air buah lerak, serta campuran ekstrak sirih hutan dan ekstrak lerak berpotensi digunakan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama kubis Crocidolomia pavonana.

Selain itu, pencampuran ekstrak metanol buah lerak dengan ekstrak etil asetat daun kacang babi juga berpotensi dalam mengendalikan hama yang sama. Penambahan ekstrak buah lerak juga memberikan pengaruh nyata sebagai pelindung Ultraviolet bagi SlNPV untuk mengendalikan hama Spodoptera litura.


Kulit buah lerak dapat digunakan untuk mengurangi jerawat pada wajah dan kudis. Buah lerak relatif mudah didapatkan biasanya dijual di pasar-pasar tradisional. Saat ini di pasaran telah juga tersedia produk dalam kemasan yang lebih praktis sehingga bisa langsung dipakai.